POSTER: Sejumlah peserta Apel Akbar dukung MBG jalan terus di Alun-alun Tugu, Kota Malang, beber poster. (Foto: Eka Nurcahyo/Malang Post)
MALANG POST – Aksi mendukung makanan bergizi gratis (MBG) lanjut terus diikuti ribuan massa di Kota Malang, Sabtu (28/6/2026). Mereka melakukannya dengan humanis. Yaitu, lewat kegiatan apel akbar dan senam bersama di Alun-alun Tugu, Kota Malang.
Mereka berasal dari Malang Raya (Kota dan Kabupaten Malang serta Kota Batu). Mereka kompak mengenakan kaos putih bertuliskan “82 Juta PM” dan di bawahnya tulisan dengan ukuran lebih kecil “Prabowo Baik”.
Malang Post sempat menanyakan ke seorang peserta aksi, singkatan dari apa PM. Dia menjawab penerima manfaat. Artinya, dari program MBG itu ada 82 juta penerima manfaat.
Sambil mengikuti senam bersama, di antara peserta juga ada yang membeberkan poster. Di antara isinya bertuliskan: ‘I Love MBG’, ‘MBG untuk Indonesia’, ‘Kami Dukung MBG untuk Generasi Emas 2045’, ‘Terimakasih Pak Prabowo, Kawal MBG sampai Berkualitas’, ‘Hukum Berat Koruptor MBG’ dan lain sebagainya.
Koordinator Apel Akbar, Gandung Panjalu mengatakan, aksi ini berangkat dari keresahan para pelaku usaha dan kelompok masyarakat yang merasakan dampak langsung dari program MBG. Mulai dari petani, peternak, UMKM hingga pedagang sayur.

BERSAMA:Salah satu penggagas kegiatan apel akbar, Djoni Sudjatmoko, bersama Koordinator Apel Akbar, Gandung Panjalu. (Foto: Eka Nurcahyo/Malang Post)
“Kami melihat adanya eskalasi politik yang mengarah pada penolakan program strategis nasional yang digagas Presiden Prabowo. Karena itu kami bersama tokoh-tokoh masyarakat Malang Raya menggelar kegiatan ini untuk menyuarakan energi positif agar program MBG terus berjalan dan target penerima manfaat mencapai 82 juta jiwa dapat terwujud,” kata Gandung.
Menurutnya, program ini dinilai memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi sektor produksi pangan di daerah. Permintaan bahan pangan yang stabil untuk memenuhi kebutuhan dapur MBG disebut telah membantu menjaga keberlangsungan usaha petani dan peternak.
Salah satu penggagas Apel Akbar, R. Djoni Sudjatmoko, menilai program MBG telah memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat bawah. Ia menilai narasi penolakan yang berkembang belakangan tidak sejalan dengan kondisi di lapangan.
Yang menikmati manfaat MBG jauh lebih banyak. Program ini menggerakkan ekonomi rakyat, mulai dari petani, peternak hingga pelaku UMKM. Penerima manfaatnya juga merasa senang. Karena itu kami ingin menunjukkan bahwa dukungan masyarakat terhadap MBG sangat besar,” ujarnya.
Menurut Djoni, berbagai persoalan yang sempat muncul dalam pelaksanaan MBG, termasuk kasus keracunan makanan di sejumlah daerah telah ditindaklanjuti melalui perbaikan standar higienitas dan pengawasan. Ia mengklaim kesalahan operasional di tingkat SPPG kini semakin minim.
“Dampaknya luar biasa. Permintaan menjadi lebih stabil karena kebutuhan pangan bergizi harus dipenuhi setiap hari. Kalau program ini dihentikan, peternak bisa mengalami kelebihan produksi. Bahkan telur berpotensi tidak terserap pasar,” katanya.

SENAM: Peserta di panggung memandu jalannya senam bersama. (Foto: Eka Nurcahyo/Malang Post)
Menanggapi kritik mengenai besarnya anggaran negara yang dialokasikan untuk MBG, Djoni mengaku tidak memiliki kewenangan untuk menilai kebijakan anggaran di tingkat pusat. Namun, ia menilai tata kelola program di tingkat pelaksana sudah berjalan baik.
“Sistem pengawasan di SPPG sangat ketat. Ada mekanisme pemeriksaan berlapis, pengawasan lapangan, akuntan hingga ahli gizi. Dari yang saya lihat, sistem ini sudah berjalan sangat baik dan meminimalkan potensi penyimpangan,” ujarnya.
Mereka berharap pemerintah tetap melanjutkan program MBG dan memperluas cakupan penerima manfaat sesuai target.
Anggota DPR RI sekaligus Ketua DPC Partai Gerindra Kota Malang, Moreno Soeprapto, juga hadir di apel akbar ini.
Di hadapan ribuan petani, peternak, pelaku UMKM, relawan, hingga wali murid yang hadir, Moreno menegaskan bahwa kegiatan ini bukan aksi tandingan terhadap pihak manapun. Menurutnya, apel akbar itu merupakan gerakan organik masyarakat yang ingin menyuarakan manfaat nyata program MBG.
“Saya mendapat undangan dari teman-teman se-Malang Raya. Mereka ingin berkumpul dan menyuarakan manfaat dari program ini. Ini bukan aksi tandingan, ini murni organik. Silakan tanya langsung kepada masyarakat yang datang ke sini,” kata Moreno.(*/Eka Nurcahyo)




