MALANG POST – Jajaran utama Polres Malang menggelar Turnamen Bola Voli Kapolres Malang Cup, yang diikuti delapan tim gabungan satuan fungsi dan polsek jajaran di lapangan markas kepolisian setempat, Jumat (19/6/2026) kemarin. Kompetisi taktis lapangan yang diinisiasi langsung oleh Kapolres Malang, AKBP Muhammad Taat Resdi, tersebut diselenggarakan dalam rangka menyemarakkan momentum Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus menjadi instrumen efektif untuk meningkatkan kebugaran fisik, memperkuat jiwa korsa, serta menjaga soliditas internal personel Polri.
Menjaga keamanan wilayah Kabupaten Malang yang luas itu butuh energi ekstra. Fisik harus prima. Pikiran harus jernih. Kalau setiap hari personel polisi hanya dicekoki urusan berkas perkara atau patroli jalanan, jenuh juga bisa datang. Jiwa korsa bisa mengendur.
Maka, menjelang Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Malang punya siasat yang segar. Konkrit. Olahraga.
Jumat kemarin, lapangan markas Polres Malang mendadak riuh. Bau keringat dan gemuruh teriakan suporter pecah. Ada Turnamen Bola Voli Kapolres Malang Cup. Kompetisinya dibuat tidak main-main. Sebanyak delapan tim gabungan diterjunkan ke lapangan. Mereka merupakan representasi dari gabungan satuan fungsi dan rayon polsek jajaran di bawah Polres Malang.
Gengsi antar-rayon langsung menyala begitu peluit ditiup. Lapangan voli menjadi arena pembuktian baku hantam taktik olahraga yang sehat.
Pertandingan berlangsung sengit sejak set pertama. Saban tim silih berganti memamerkan permainan cepat, kerja sama yang rapi, serta smes-smes tajam yang menghujam garis pertahanan lawan. Namun, di balik ketatnya tensi kejar-kejaran angka, ada satu hal yang tetap dijaga ketat: sportivitas. Penonton disuguhi tontonan yang kompetitif sekaligus menghibur.
Kapolres Malang, AKBP Muhammad Taat Resdi, memantau langsung dinamika di pinggir lapangan. Bagi Taat Resdi, turnamen ini bukan sekadar urusan seremonial tahunan untuk memperebutkan piala atau predikat juara di atas podium. Esensinya jauh melampaui papan skor.
”Turnamen Bola Voli Kapolres Malang Cup ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi dan soliditas antaranggota. Semangat kebersamaan yang terbangun di lapangan diharapkan dapat mendukung pelaksanaan tugas kepolisian yang semakin profesional dan humanis,” urai Taat Resdi, Jumat (19/6).
Logika Kapolres tepat. Olahraga adalah media paling cair untuk meruntuhkan sekat birokrasi dan membangun kekompakan. Di dalam lapangan voli, pangkat di pundak berganti menjadi tanggung jawab tim.
Kondisi fisik yang prima menjadi modal utama. Polisi yang sehat, bugar, dan kompak di dalam internal organisasi dinilai akan jauh lebih optimal saat diterjunkan ke luar untuk melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat bawah.
Taat Resdi mengingatkan jajarannya agar tidak merayakan ulang tahun ke-80 ini dengan kegiatan yang kaku dan membosankan. Jiwa korsa dan kedekatan antaranggota harus dipupuk melalui aktivitas nyata. Hubungan kekeluargaan di lingkungan Polres Malang wajib dipertebal menjelang puncak Hari Bhayangkara.
”Semangat Hari Bhayangkara ke-80 harus menjadi energi positif untuk terus meningkatkan pengabdian kepada masyarakat. Kami berharap nilai sportivitas, kekompakan, dan kebersamaan yang terbangun dalam turnamen ini dapat terus terjaga dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,” pungkas Taat Resdi.
Turnamen sore itu akhirnya selesai dengan sukses. Otot-otot yang tegang pasca-bertanding dicairkan dengan jabat tangan erat di net lapangan. Piala mungkin hanya dibawa pulang oleh satu tim pemenang, tapi rasa persaudaraan dan kebersamaan kini berhasil dibawa pulang oleh seluruh personel Polres Malang. (HmsResma/Ra Indrata)




