SERTIFIKAT CHSE: Manager Operasional Mikutopia, Panji Akbar Ramadhani saat menunjukkan sertifikat CHSE. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
MALANG POST – Destinasi wisata baru di Kota Batu, Mikutopia, menorehkan capaian penting di usia operasional yang masih seumur jagung. Wahana wisata bertema dunia jamur yang berlokasi di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji itu resmi mengantongi sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability) berbasis SNI 9042:2021 untuk ruang lingkup daya tarik wisata.
Sertifikat yang diterbitkan PT Chesna tersebut menjadi penanda bahwa wahana wisata yang dikelola PT Batu Fantasy Garden telah memenuhi standar nasional dalam aspek kebersihan, kesehatan, keselamatan, serta kelestarian lingkungan. Standar ini menjadi tolok ukur penting dalam pengelolaan destinasi wisata modern di Indonesia.
Raihan sertifikasi tersebut sekaligus mempertegas komitmen Mikutopia untuk menghadirkan pengalaman wisata yang aman, nyaman, dan berkualitas bagi pengunjung, terutama keluarga yang menjadi segmen utama pasar mereka.
Manager Operasional Mikutopia, Panji Akbar Ramadhani, mengatakan sertifikasi ini bukan sekadar formalitas administratif. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil dari konsistensi seluruh tim dalam menjaga kualitas pelayanan sejak awal operasional.
“Sejak awal kami menempatkan keselamatan, kebersihan, kenyamanan, dan kelestarian lingkungan sebagai prioritas utama. Sertifikasi SNI 9042:2021 ini menjadi validasi bahwa standar yang kami terapkan telah sesuai dengan ketentuan nasional,” ujarnya, Sabtu (20/6).
Sebagai destinasi wisata keluarga yang mulai beroperasi pada Maret 2026, Mikutopia memang cepat menarik perhatian wisatawan. Mengusung konsep “dunia jamur”, tempat ini menawarkan pengalaman rekreasi yang memadukan wahana permainan, spot foto tematik, dan nuansa fantasi yang unik.
Berdiri di kawasan berhawa sejuk di Desa Tulungrejo dengan luas area sekitar 10 hektare, Mikutopia kini memiliki puluhan wahana yang menyasar anak-anak hingga dewasa. Konsep visual yang berbeda dari destinasi lain di Kota Batu menjadi salah satu daya tarik utamanya.
Panji menjelaskan, untuk mendapatkan sertifikasi CHSE, pengelola harus melalui serangkaian audit dan penilaian ketat. Penilaian mencakup sanitasi area publik, sistem penanganan darurat, kelayakan fasilitas, hingga tata kelola lingkungan.
Implementasinya di lapangan dilakukan melalui berbagai langkah konkret. Mulai dari penyediaan fasilitas sanitasi yang memadai, inspeksi rutin seluruh wahana, jalur evakuasi yang jelas, hingga pelatihan petugas untuk penanganan kondisi darurat.
Tak hanya itu, aspek keberlanjutan lingkungan juga menjadi perhatian serius. Pengelola berupaya menjaga kawasan wisata tetap selaras dengan alam sekitar melalui pengelolaan sampah yang terstruktur dan optimalisasi area hijau.
“CHSE ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus konsisten. Jadi bukan berhenti setelah sertifikat didapat, justru ini menjadi tanggung jawab agar kualitas pelayanan terus meningkat,” tambahnya.
Menurut Panji, proses sertifikasi juga menjadi momentum evaluasi internal untuk memastikan seluruh operasional berjalan sesuai standar. Dengan begitu, wisatawan mendapat jaminan bahwa Mikutopia merupakan destinasi yang aman dan layak dikunjungi.
“Kami ingin pengunjung datang dengan rasa tenang. Ke depan, evaluasi dan pengembangan akan terus kami lakukan agar kualitas pelayanan tetap terjaga dan semakin baik,” tegasnya.
Sertifikasi yang berlaku hingga 2031 itu menjadi modal penting bagi Mikutopia untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kota Batu. Terlebih, momentum libur sekolah diprediksi akan mendongkrak angka kunjungan dalam beberapa pekan ke depan.
Keberhasilan ini juga menjadi sinyal positif bagi industri pariwisata Kota Batu. Di tengah persaingan destinasi wisata yang semakin ketat, peningkatan standar layanan menjadi kunci agar pariwisata daerah tetap kompetitif dan dipercaya wisatawan.
Dengan bekal sertifikasi CHSE, Mikutopia kini tidak hanya menjual konsep wisata yang unik, tetapi juga menghadirkan jaminan keamanan, kenyamanan dan kualitas layanan yang semakin dibutuhkan wisatawan masa kini. (Ananto Wibowo)




