Walikota Malang, Wahyu Hidayat, bersama jajaran kepala perangkat daerah meninjau pengerjaan perbaikan jalan Gadang-Bumiayu. (Foto: Istimewa)
MALANG POST – Dimulainya proyek penataan jalan Gadang-Bumiayu mendapat apresiasi dan support dari Komisi C DPRD Kota Malang. Dewan mengaku sudah lama mendorong jalan yang telah rusak parah dan biang kemacetan arus lalu lintas itu segera diperbaiki.
“Alhamdulillah, kemarin harapan masyarakat dan DPRD Kota Malang telah terealisasi. Proyek penataan koridor Gadang-Bumiayu telah dimulai. Berarti tahap akhir peperangan proyek telah terlaksana,” kata Anas Muttaqin, Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Selasa (16/6/2026).
Menurut Anas, Jalan Gadang-Bumiayu yang membelah Pasar Gadang itu sudah selayaknya untuk ditata dan diperbaiki, guna mengoptimalkan jembatan kembar Gadang. Karena itu, masyarakat dan dewan selalu mendorong pemkot untuk memperbaikinya. Ditanya soal proses lelang, Anas mengatakan kalau hal itu ranah eksekutif.
“Itu masuk APBD dari dana alokasi khusus (DAK) APBN. Karena itu, lelang proyeknya ranah eksekutif. Dan saat ini tampaknya telah rampung,” ujar Anas.
Dia mendorong agar proyek itu segera dikerjakan karena untuk melaksanakan proyek itu butuh waktu.
Seperti diketahui, Pemkot Malang resmi memulai proyek penataan koridor Jalan Gadang–Bumiayu pada Senin (15/6/2026). Proyek yang telah lama dinantikan masyarakat ini ditargetkan mampu mengurai kemacetan arus lalin, mengatasi genangan air, memperbaiki infrastruktur jalan, sekaligus menata kawasan Pasar Gadang yang selama ini dikenal semrawut.
Menurut Walikota Malang, Wahyu Hidayat, pekerjaan fisik telah memasuki tahap pelaksanaan setelah Surat Perintah Kerja (SPK) diterbitkan. Meski masa kontrak proyek ditetapkan selama 172 hari kalender, pemkot meminta pelaksana mempercepat penyelesaian pekerjaan menjadi 150 hari.
“Mulai hari ini pekerjaan Jalan Gadang-Bumiayu resmi dimulai. Kami berharap pekerjaan bisa selesai lebih cepat, sehingga akhir November 2026 seluruh proyek sudah tuntas,” kata Wahyu.

Menurutnya, proyek tersebut merupakan tindak lanjut penataan kawasan Pasar Gadang yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu titik kemacetan terparah di Kota Malang.
Tahap awal pekerjaan akan difokuskan pada pembangunan dan normalisasi drainase di sepanjang koridor Jalan Gadang-Bumiayu. Saluran baru akan dibangun dengan lebar dan kedalaman masing-masing satu meter guna meningkatkan kapasitas aliran air.
“Drainase menjadi prioritas utama karena selama ini kawasan Pasar Gadang sering tergenang saat hujan. Setelah saluran selesai, baru dilanjutkan pengaspalan jalan,” kata Wahyu.
Selain pembangunan drainase dan perbaikan jalan, proyek juga mencakup pembangunan median jalan, pemasangan pagar pembatas, penataan akses masuk pasar, pembangunan jalan sirip, hingga rehabilitasi jembatan.
Selama masa konstruksi, arus lalin di kawasan Pasar Gadang dipastikan akan mengalami gangguan. Untuk itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang telah menyiapkan rekayasa lalin dengan sistem buka-tutup jalan guna menjaga mobilitas kendaraan tetap berjalan.
Wahyu meminta masyarakat memahami kondisi itu karena proyek yang dikerjakan akan memberikan manfaat jangka panjang bagi pengguna jalan.
“Selama pekerjaan berlangsung tentu ada ketidaknyamanan. Kami berharap masyarakat bisa memahami karena setelah selesai nanti akses dari Gadang hingga Bumiayu akan jauh lebih lancar,” jelasnya.
Salah satu fokus utama penataan adalah mengembalikan fungsi Jalan Gadang sebagai jalur transportasi utama, bukan area transaksi jual beli dan bongkar muat.
Selama ini aktivitas belanja langsung dari kendaraan di tepi jalan atau sistem drive thru menjadi salah satu penyebab utama kemacetan di kawasan Pasar Gadang.
Untuk mengatasinya, Pemkot Malang akan memasang pagar BRC dan pembatas beton pracetak (precast) di sepanjang koridor jalan sehingga kendaraan tidak lagi dapat berhenti sembarangan di badan jalan.
“Nanti tidak boleh ada kendaraan berhenti di sepanjang jalan untuk berbelanja. Jika ingin membeli kebutuhan di pasar, masyarakat harus parkir di lokasi yang sudah disediakan dan masuk ke area pasar,” tegas Wahyu.
Sebagai bagian dari penataan kawasan, median jalan juga akan dihijaukan dengan tanaman hias seperti pucuk merah untuk menciptakan koridor yang lebih rapi dan asri.
Pemkot Malang berharap proyek ini tidak hanya memperbaiki infrastruktur dasar, tetapi juga mengubah wajah kawasan Pasar Gadang menjadi pusat aktivitas ekonomi yang lebih tertib, nyaman, dan representatif.
“Kami ingin kawasan ini menjadi lebih indah, lebih tertata, tidak ada lagi kemacetan, tidak ada genangan, jalannya tidak rusak, dan akses masyarakat semakin lancar,” pungkas Wahyu. (DM-Eka Nurcahyo)




