MALANG POST – Manajemen Arema FC secara resmi mengumumkan berakhirnya hubungan kerja sama dengan penyerang asing andalannya asal Brasil, Dalberto Luan Belo, tepat setelah masa kontrak sang pemain habis per Rabu, 10 Juni 2026 kemarin. Keputusan untuk tidak memperpanjang masa bakti bomber berusia 31 tahun ini, dikonfirmasi langsung oleh General Manager Arema FC, Yusrinal, Kamis (11/6/2026), sekaligus menandai berakhirnya era dua musim kepemimpinan sang mesin gol paling produktif, yang sukses menyumbang total 36 gol dari 68 penampilannya bersama Singo Edan.
Mencari striker asing di Indonesia itu mirip seperti berjudi. Banyak spekulasinya. Kadang, ada klub yang rela keluar uang bermiliar-miliar demi membeli nama besar, tapi begitu turun ke lapangan bermainnya melempem. Hanya jago berjalan kaki di lapangan hijau.
Tapi taruhan Arema FC dua tahun lalu terbukti menang besar. Pemain asing yang mereka datangkan dari Brasil ini bukan kaleng-kaleng. Namanya: Dalberto Luan Belo.
Kini, kebersamaan manis selama dua musim itu harus menemui garis finis. Rabu kemarin, 10 Juni 2026, durasi kontrak kerja Dalberto resmi kedaluwarsa. Manajemen Arema FC sudah mengambil sikap tegas: tidak ada perpanjangan kontrak untuk musim kompetisi mendatang. Kisah asmara taktis ini resmi selesai.
Kepergian Dalberto jelas meninggalkan lubang yang cukup menganga di lini depan Singo Edan.
Bagaimana tidak. Selama dua musim terakhir, penyerang berumur 31 tahun ini adalah nyawa utama penyerangan Arema.

Dia tipe striker modern yang disukai pelatih mana pun: punya ketajaman insting di depan gawang lawan, mau bekerja keras mengejar bola, dan yang paling mewah adalah konsistensinya dalam urusan mencetak gol.
Dalberto datang dan langsung menjawab kepercayaan manajemen dengan pembuktian konkret. Bukan dengan umbar janji manis saat konferensi pers.
Mari kita bedah statistik gila miliknya selama berseragam Arema FC. Total jenderal, dia sudah mencatatkan 68 kali penampilan resmi di berbagai ajang.
Dari puluhan laga itu, Dalberto sukses merobek jala gawang lawan sebanyak 36 kali! Luar biasa produktif. Hampir di setiap dua pertandingan, dia pasti mencetak satu gol.
Mari kita preteli rincian tabungan golnya agar makin terang benderang:
- Di ajang pramusim Piala Presiden 2024, dia menyumbang: 2 gol.
- Di kompetisi kasta tertinggi Liga 1 musim 2024/2025, dia melesakkan: 15 gol.
- Dan di musim terakhir, pada kompetisi Super League 2025/2026, ketajamannya makin menggila dengan donasi: 19 gol.
Catatan angka-angka itulah yang otomatis menempatkan nama Dalberto ke dalam buku sejarah sebagai salah satu mesin gol impor paling mematikan yang pernah dimiliki publik bola Malang Raya dalam beberapa tahun terakhir.
Namun, kontribusi pria Brasil ini bukan cuma perkara statistik angka di atas kertas. Aremania menaruh respek tinggi karena etos kerja dan profesionalismenya.
Dalberto ikut melebur bersama tim melewati naik-turunnya dinamika kompetisi yang melelahkan. Dedikasinya di lapangan penuh totalitas.
Maka, ketika waktu perpisahan ini tiba, General Manager Arema FC, Yusrinal, hanya bisa menyampaikan rasa hormat dan apresiasi setinggi-tingginya.
“Dalberto merupakan pemain yang memberikan kontribusi sangat besar bagi Arema FC. Ketajamannya di depan gawang, etos kerja, serta komitmennya untuk tim menjadikannya sosok penting dalam perjalanan kami selama dua musim terakhir.”
“Atas nama manajemen, kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan profesionalisme yang telah ia tunjukkan,” tutur Yusrinal, Kamis (11/6/2026).
Inal—sapaan akrab sang manajer—juga mengirimkan doa terbaik untuk petualangan baru sang striker. Pengalaman berdarah-darah di bumi Arema diharapkan bisa menjadi modal berharga bagi Dalberto untuk terus berprestasi dan meraih sukses di klub barunya nanti.
“Kami mendoakan yang terbaik bagi karier maupun kehidupan pribadinya. Terima kasih karena telah menjadi bagian dari keluarga besar Arema FC,” tambah Yusrinal.
Dalam industri sepak bola profesional yang dingin, perpisahan seperti ini adalah hal yang lumrah. Sangat biasa. Ada awal, ada akhir. Kontrak habis, negosiasi selesai, lalu jabat tangan secara baik-baik.
Perjalanan Dalberto Luan Belo di Malang memang sudah usai. Namun, memori tentang selebrasi dan tiap-tiap gol penting yang lahir dari kakinya akan tetap abadi tersimpan di benak Aremania.
Selamat jalan, Samba Bomber! Tugasmu di Malang sudah tuntas dengan sangat terhormat. (Ra Indrata)




