MALANG POST – Rentetan libur panjang (long weekend) yang berjejer sejak Mei hingga awal Juni 2026, sukses mendatangkan berkah ekonomi luar biasa bagi sektor pariwisata dan perhotelan di Kota Batu. Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu mencatat rekapitulasi sementara hingga Selasa (9/6/2026), menunjukkan angka kunjungan sudah menembus 296.993 wisatawan dengan tingkat hunian (okupansi) hotel menyentuh 95,94 persen. Kepala Disparta Kota Batu, Onny Ardianto, menegaskan angka fantastis ini diprediksi bakal melompat jauh melampaui target total 540 ribu kunjungan, karena lebih dari separuh data dari sektor vila dan kuliner belum terekapitulasi sepenuhnya ke sistem pusat.
Bulan Mei dan awal Juni kemarin itu sungguh menyenangkan. Indah sekali. Terutama bagi para pelaku usaha wisata dan isi dompet daerah Kota Batu.
Bagaimana tidak senang. Tanggalan kita seperti sedang berbaik hati. Ada rentetan libur panjang yang berjejer rapi. Sambung-menyambung. Mulai dari libur Waisak, Kenaikan Yesus Kristus, Idul Adha, sampai Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni lalu.
Hasilnya? Arus wisatawan mengalir deras. Mengucur tanpa henti menuju kota dingin di lereng gunung itu. Roda ekonomi daerah berputar kencang. Berkah raksasa cair.
Mari kita lihat angka-angkanya. Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu mencatat, hingga 31 Mei 2026 kemarin, jumlah kunjungan sudah menyentuh angka 296.993 orang. Hampir 300 ribu jiwa!
Tapi, tunggu dulu. Kepala Disparta Kota Batu, Onny Ardianto, buru-buru tersenyum. Angka mentereng itu ternyata belum menggambarkan kondisi riil yang sesungguhnya di lapangan. Itu baru angka pembuka.
Mengapa? Karena data yang masuk ke sistem pusat Disparta baru mencapai 45,12 persen. Belum separuh.
“Ribuan data kunjungan dari sektor kuliner dan akomodasi nonhotel seperti vila, penginapan, termasuk homestay, masih belum terekapitulasi dalam sistem pusat,” ujar Onny, Selasa (9/6) hari ini.
Bayangkan. Masih ada sekitar 54 persen potensi data yang masih tercecer di meja-meja kasir vila, warung ketan, atau kedai kopi pinggir jalan. Belum disetor ke pusat data.

RAMAI: Wisatawan yang berkunjung ke Kota Batu menunjukkan tren peningkatan sepanjang Mei 2026, menyusul banyaknya libur panjang di bulan tersebut. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Maka, wajar jika Disparta sangat optimistis. Angka kunjungan pasti akan melonjak tajam seiring proses pendataan yang terus berjalan. Pemkot Batu sendiri sejak awal berani memasang target tinggi: 540 ribu wisatawan selama periode musim liburan ini. Melihat situasi di jalanan yang macet merayap kemarin, target itu rasanya bakal lewat.
Meski datanya belum kumpul semua, efek kejut ekonominya sudah terlihat benderang. Sektor perhotelan menjadi saksi paling sahih.
Kamar-kamar hotel di Batu nyaris penuh. Habis dipesan. Disparta mencatat, tingkat hunian alias okupansi hotel sempat menyentuh angka gila: 95,94 persen. Sebanyak 37.778 wisatawan tercatat tidur di hotel-hotel Kota Batu. Hebatnya lagi, mereka tidak cuma numpang lewat. Rata-rata lama tinggalnya (length of stay) mencapai dua hingga tiga malam.
Lalu, ke mana ratusan ribu orang itu pergi di siang hari?
Tentu saja menyerbu sektor Daya Tarik Wisata (DTW). Lapak wisata masih menjadi magnet utama. Dari data sementara yang sudah masuk, sebanyak 259.215 kunjungan tercatat mengalir deras ke berbagai objek wisata. Mulai dari wahana buatan yang modern hingga wisata alam berbasis keluarga.
Dari mana saja mereka berasal? Pasar tradisional Jawa Timur tetap menjadi penyumbang terbesar. Tapi ada tren baru yang bikin Onny semringah. Ada peningkatan signifikan dari luar provinsi. Terutama dari kawasan aglomerasi super padat seperti Jakarta dan Jawa Barat.
Logika wisatanya masuk akal. Orang-orang kota besar yang stres dengan macet dan polusi, pasti rindu suasana pegunungan yang sejuk. Dan Batu menyediakan itu semua dengan sempurna.
Optimisme birokrasi itu rupanya seirama dengan denyut nadi pengusaha di lapangan. Kita tengok Taman Rekreasi Selecta. Salah satu legenda wisata alam di Batu.
Direktur Taman Rekreasi Selecta, Pramono, mengakui deretan long weekend sepanjang Mei kemarin adalah salah satu periode paling menggembirakan bagi industri wisata setelah masa-masa sulit pandemi berlalu.
Bahkan, ada fenomena unik di Selecta. Lonjakan kunjungan pada libur panjang terakhir kemarin tercatat jauh lebih tinggi ketimbang momentum libur Idul Adha sebelumnya. “Long weekend ini lebih tinggi kunjungan wisatawannya daripada libur Idul Adha kemarin,” cerita Pramono.
Grafik statistiknya pun ikut melompat. Sepanjang Mei 2026 saja, jumlah pelancong yang masuk pintu gerbang Selecta menembus angka 58 ribu orang. Coba bandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang hanya berada di kisaran 37 ribu wisatawan.
Naiknya tidak main-main. “Jumlah kunjungan meningkat sekitar 60 persen dibanding bulan yang sama tahun lalu,” ungkap Pramono dengan nada puas.
Melonjak 60 persen itu luar biasa besar untuk ukuran destinasi wisata yang sudah punya nama besar.
Rentetan libur panjang ini akhirnya sukses menjadi sinyal positif yang kuat bagi industri pariwisata Kota Batu. Geliatnya merata. Efek dominonya menjalar ke mana-mana. Tidak hanya menghidupkan tempat wisata besar dan perhotelan mewah, tetapi juga memberi napas segar bagi tukang parkir, warung kuliner kaki lima, sopir angkutan, hingga usaha mikro kecil yang menggantungkan hidup dari sisa belanja para pelancong.
Batu telah membuktikan dirinya sebagai kota wisata yang mandiri. Ketika hari libur tiba, rezeki mengalir sampai ke pelosok desa. (Ananto Wibowo/Ra Indrata)




