MALANG POST – Puluhan personel Polres Malang bersama pengurus pura dan warga setempat menggelar aksi bakti religi dengan membersihkan seluruh area Pura Kahyangan Jagat Kendalisodo, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, pada Jumat (5/6/2026) pagi, sebagai rangkaian kegiatan sosial menyambut Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus merawat kerukunan umat beragama.
Tugas polisi itu bukan cuma menangkap penjahat. Bukan sekadar urusan borgol, patroli malam, atau mengatur macetnya jalanan.
Ada kalanya, polisi harus pegang sapu lidi. Pegang cangkul. Bahkan memunguti sampah daun kering.
Itulah pemandangan yang terlihat di Pura Kahyangan Jagat Kendalisodo, Jumat pagi (5/6/2026) hari ini. Tempat ibadah umat Hindu yang berada di Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang itu mendadak ramai.
Puluhan seragam cokelat ada di sana. Mereka tidak datang untuk melakukan penggerebekan. Melainkan untuk resik-resik. Bersih-bersih.
Mulai dari halaman depan, fasilitas umum, hingga sudut-sudut lingkungan sekitar pura disapu bersih. Tidak ada sekat. Anggota Polres Malang membaur jadi satu dengan pengurus pura dan masyarakat setempat. Mereka bergotong royong di bawah terik matahari pagi yang mulai menghangat.

Aksi ini bukan tanpa alasan. Ini adalah bagian dari bakti religi. Sebuah tradisi baik untuk menyambut Hari Bhayangkara ke-80 tahun ini.
Kapolres Malang, AKBP Muhammad Taat Resdi, memimpin langsung semangat ini. Bagi perwira dengan dua melati di pundak tersebut, Hari Bhayangkara adalah momentum untuk pulang ke masyarakat. Mendekat kepada warga lintas agama.
“Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Polri terhadap lingkungan. Sekaligus bentuk penghormatan kami kepada seluruh umat beragama,” ujar AKBP Muhammad Taat Resdi di sela-sela kegiatan.
Taat ingin lewat kegiatan sederhana seperti ini, hubungan harmonis antara kepolisian dan masyarakat bisa semakin erat. Toleransi di Kabupaten Malang yang sudah adem, harus terus dirawat. Dijaga bersama agar tidak retak.
Sebab, tempat ibadah—apa pun agamanya—adalah sarana penting. Di sanalah kehidupan sosial dan spiritual masyarakat dibangun dan diperkuat.
“Kami berharap kegiatan sederhana ini memberikan manfaat nyata. Hari Bhayangkara harus menjadi momentum bagi Polri untuk terus hadir, mengabdi, dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar,” tambahnya.
Aksi bersih-bersih ini ternyata tidak hanya berhenti di Pakisaji. Pura Kendalisodo hanyalah salah satu titik. Polres Malang juga menyebar anggotanya ke sejumlah tempat ibadah agama lain di wilayah Kabupaten Malang.
Rangkaian acara sosial kemasyarakatan seperti ini dipastikan akan terus bergulir hingga hari puncak peringatan nanti. Polisi ingin menunjukkan wajah yang humanis. Wajah yang peduli.
“Polri tidak hanya hadir dalam penegakan hukum dan menjaga keamanan. Kami juga ingin menjadi bagian dari solusi sosial di tengah masyarakat,” pungkas Taat.
Melihat polisi lekat dengan sapu dan cangkul di tempat ibadah seperti ini membawa rasa adem tersendiri. Menjelang usianya yang ke-80, Polri tampaknya makin sadar: kekuatan terbesar mereka justru ada pada kedekatan hati dengan masyarakat bawah. (HmsResma/Ra Indrata)




