MALANG POST — Gerbong eksodus pemain asing di skuad Singo Edan, resmi dimulai. Manajemen Arema FC secara tertulis mengumumkan berakhirnya masa bakti gelandang serang asal Brasil, Valdeci Moreira, setelah ikatan kontraknya resmi kedaluwarsa pada Minggu (31/5/2026). Keputusan ini menyudahi petualangan legiun asing berusia 31 tahun tersebut di bumi Arema dan membuatnya langsung bertolak pulang ke kampung halamannya di Negeri Samba.
Satu lagi tarian samba berakhir di Kanjuruhan.
Bagi Aremania, kepergian Valdeci tentu menyisakan rasa kehilangan. Tipis-tipis. Sepanjang musim kompetisi Super League, pemilik gocekan khas Amerika Latin ini adalah nyawa lini tengah.
Kreatif. Visi bermainnya jernih. Dialah dirigen yang mengatur ritme, kapan tim harus menyerang, kapan harus menahan bola.
Statistiknya bersama Arema FC pun tidak memalukan. Lumayan oke. Valdeci mencatatkan 26 kali penampilan di lapangan hijau. Dari puluhan laga itu, dia berhasil menyumbang 5 gol dan 4 umpan matang (assist).
Bukan angka yang buruk untuk seorang gelandang. Dedikasi dan profesionalismenya selama berseragam biru-biru patut diacungi jempol. Jarang mengeluh. Selalu all-out.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, tidak bisa menyembunyikan rasa hormatnya kepada sang pemain. Manajemen melepasnya dengan kepala tegak. Mengucapkan apresiasi setinggi langit.
“Atas nama manajemen Arema FC, kami mengucapkan terima kasih kepada Valdeci Moreira atas dedikasi, kerja keras, dan kontribusi yang telah diberikan selama membela tim,” ujar Inal -panggilan akrabnya- dalam rilis resminya, Senin (1/6/2026).
Inal tahu betul, Valdeci sudah memberikan segalanya di setiap menit pertandingan yang dia jalani. Hubungan kedua belah pihak berakhir dengan sangat manis. Tanpa sengketa.
Masa depan Valdeci berikutnya memang belum jelas. Mau berlabuh ke mana, belum ada klub yang bocor.
Namun, Yusrinal mendoakan agar sang dirigen lapangan tengah ini selalu dinaungi keberuntungan di pelabuhan barunya kelak.
“Semoga pengalaman bersama Arema FC menjadi bagian berharga dalam kariernya,” tambah Yusrinal.
Begitu urusan administrasi di kantor manajemen kelar, Valdeci tidak mau membuang waktu. Dia langsung memesan tiket pesawat. Mudik ke Brasil.
Lewat akun media sosial pribadinya, jenderal lapangan tengah ini menuliskan kalimat perpisahan yang menyentuh hati.
Dia menyapa manajemen, merangkul rekan setim, dan tak lupa membungkuk hormat kepada Aremania yang selalu meneriakkan namanya dari atas tribune.
Pihak manajemen Arema FC kini memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas keringat yang sudah dikucurkan Valdeci demi logo Singo Edan di dada.
Satu slot pemain asing kini resmi lowong. Valdeci sudah terbang membawa sejuta kenangan dari Malang.
Sekarang, bola panas ada di tangan manajemen: siapakah sosok pengganti yang sepadan untuk mengisi otak permainan Arema FC musim depan? Kita tunggu saja. (Ra Indrata)




