MALANG POST – Manajemen Arema FC secara resmi mengumumkan berakhirnya ikatan kerja sama profesional, dengan penjaga gawang utama asal Brasil, Lucas Frigeri, setelah masa kontraknya habis per Senin (25/5/2026). Keputusan taktis melepas kiper tangguh berusia 36 tahun yang telah mengawal gawang Singo Edan selama dua musim penuh ini, dikonfirmasi langsung oleh General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, sebagai bagian dari rencana besar evaluasi total. Sekaligus perombakan komposisi 11 pemain asing untuk menyongsong kompetisi Super League musim 2026/2027 mendatang.
Sepak bola profesional itu memang kejam. Hari ini Anda dipuja sebagai pahlawan, besok pagi Anda harus angkat koper dari mes tim. Romantisme masa lalu sering kali harus kalah oleh kebutuhan taktis masa depan.
Itulah garis takdir yang kini harus dijalani oleh Lucas Frigeri. Penjaga gawang asing bertubuh jangkung asal Brasil itu resmi berpisah jalan dengan Arema FC.
Kontrak kerjanya habis. Tidak diperpanjang lagi.
Bagi Aremania, kabar dari kantor manajemen di Jalan Mayjen Panjaitan ini tentu menyisakan rasa sesak di dada. Ada keharuan psikologis. Mengapa begitu
Karena Frigeri bukanlah sekadar kiper numpang lewat di lini belakang Singo Edan.
Selama dua musim mengenakan jersi Arema FC, Frigeri adalah jaminan mutu di bawah mistar gawang.
Dia tercatat tampil perkasa sebanyak 59 kali pertandingan resmi. Dia adalah benteng pertahanan terakhir yang membuat para penyerang lawan frustrasi di lapangan hijau.
Namun, jika Anda memutar kembali memori, puncak kejayaan Frigeri terjadi di Stadion Manahan, Solo. Tepatnya pada partai final Piala Presiden 2024 silam.
Kala itu, laga melawan Borneo FC berlangsung sangat menegangkan hingga harus diselesaikan lewat drama adu penalti yang menguras emosi.
Frigeri tidak hanya sibuk menepis bola. Di momen paling krusial, saat mental pemain lain naik-turun, kiper Brasil ini maju menjadi eksekutor penentu.
Tendangannya dingin. Masuk. Gol! Arema FC juara. Trofi Piala Presiden berhasil dibawa pulang ke Malang.
Momen emosional itulah yang membuat nama Frigeri abadi di hati Aremania.
Namun roda kompetisi terus berputar, dan manajemen dituntut berpikir logis untuk musim baru.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam atas dedikasi dan keringat yang telah diberikan sang kiper selama membela lambang singa di dada.
“Manajemen Arema FC mengucapkan terima kasih atas dedikasi, kerja keras, dan kontribusi besar yang telah diberikan Lucas Frigeri selama dua musim bersama tim.”
“Lucas menjadi bagian penting dalam perjalanan Arema FC, termasuk saat membawa tim meraih gelar Piala Presiden 2024. Kami mendoakan yang terbaik untuk perjalanan karier berikutnya,” ujar pria yang akrab disapa Inal tersebut, Selasa (26/5/2026).
Frigeri sendiri sudah berpamitan secara jantan. Lewat akun media sosial pribadinya, dia menuliskan kalimat perpisahan yang menyentuh untuk manajemen, rekan setim, dan seluruh Aremania yang selama dua tahun ini selalu meneriakkan namanya dari atas tribune stadion.
Anda sudah tahu: kepergian Frigeri adalah sinyal kuat bahwa gerbong perombakan (reshuffle) legiun asing Arema FC benar-benar nyata.
Dari total 11 slot pemain asing untuk musim depan, manajemen baru menggaransi satu nama aman, yakni gelandang Betinho Filho.
Sementara nama-nama lain masih disimpan rapat di laci meja kerja Inal.
Dilepasnya Frigeri menjadi bukti bahwa tim pelatih sedang mengincar figur baru di bawah mistar gawang untuk menyuntikkan energi segar pada awal latihan perdana Juli nanti.
Sejarah telah mencatat nama Lucas Frigeri dengan tinta emas di Bumi Arema. Dia pergi dengan kepala tegak, meninggalkan warisan satu trofi juara dan kenangan manis drama penalti di Solo.
Selamat jalan, Frigeri! Skuad Singo Edan harus terus melangkah, bersiap mencari tembok baru demi mengembalikan kejayaan di kompetisi Super League musim depan. (Ra Indrata)




