MALANG POST – Kapolres Batu, AKBP Dr. Aris Purwanto, meresmikan langsung penggunaan Jembatan Merah Putih Presisi sepanjang 15 meter di Dusun Gerdu, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Sabtu (23/5/2026) pagi ini. Renovasi total jembatan penghubung, yang sebelumnya rusak parah dan rawan ambruk tersebut, berhasil dituntaskan berkat kolaborasi maut berbasis gotong royong antara Polres Batu Polda Jatim, Pemerintah Desa Tulungrejo, warga setempat, serta dukungan pendanaan dari pihak swasta guna menjamin keselamatan mobilitas warga dan mendongkrak akses wisata pedesaan.
Infrastruktur desa itu kalau sudah berumur sering kali bikin ngeri. Kontstruksinya mulai rapuh. Besinya berkarat. Catnya usang.
Jembatan di Dusun Gerdu, Desa Tulungrejo, Bumiaji ini contohnya.
Sudah bertahun-tahun warga melintas di atasnya dengan perasaan waswas.
Khawatir ambruk saat dilewati motor atau mobil pengangkut hasil tani. Padahal, jembatan ini adalah urat nadi. Anak-anak lewat sini untuk sekolah. Petani lewat sini untuk membawa sayur ke pasar.
Kalau hanya mengandalkan anggaran kas desa, penanganannya mungkin butuh waktu lama. Birokrasinya panjang.
Maka, apa yang diresmikan oleh Kapolres Batu, AKBP Dr. Aris Purwanto, Sabtu pagi ini adalah sebuah solusi taktis.
Jembatan tua sepanjang 15 meter dengan lebar dua meter itu kini berdiri dengan gagah. Kokoh. Namanya mentereng: Jembatan Merah Putih Presisi.

RESMIKAN: Kapolres Batu, AKBP Dr Aris Purwanto saat meresmikan program nasional jembatan merah putih penghubung akses warga Dusun Gerdu, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Mengapa bisa cepat selesai? Kuncinya satu: gotong royong. Polisi tidak jalan sendiri. Mereka merangkul semua pihak.
“Alhamdulillah, renovasi jembatan ini dapat diselesaikan sehingga mobilitas masyarakat menjadi lebih aman dan nyaman.”
“Ini bukan hanya sekadar penghubung jalan biasa, tetapi juga penghubung aktivitas ekonomi dan sosial warga,” ujar AKBP Aris Purwanto usai menggunting pita peresmian, Sabtu (23/5/2026).
Aris, perwira polisi bergelar doktor itu, tampak semringah.
Baginya, jembatan ini adalah bukti nyata bahwa polisi hadir bukan hanya saat ada kasus kriminal. Polisi juga harus hadir saat fasilitas publik warga terancam rusak.
Sembari bersalaman dengan warga Dusun Gerdu, Aris tak lupa menitipkan pesan kamtibmas. Dia mengingatkan warga agar tidak canggung memanfaatkan layanan darurat Call Center Polri 110.
“Silakan masyarakat memanfaatkan layanan 110. Gratis dan aktif 24 jam. Kalau butuh kehadiran polisi, langsung telepon,” tambahnya.
Kepala Desa Tulungrejo, Suliono, tidak bisa menyembunyikan rasa terima kasihnya. Angkat topi dia untuk Polres Batu.
“Kami sangat berterima kasih karena pembangunan ini dilakukan bersama-sama secara gotong royong.”
“Jembatan yang sebelumnya rusak dan dikeluhkan warga, sekarang sudah kembali layak digunakan. Ini sangat membantu kami,” kata Suliono.
Menariknya, aksi bedah jembatan ini juga memantik kepedulian pelaku usaha lokal. Manajemen tempat wisata Mikutopia ikut turun tangan. Mereka patungan modal.
Manajer Operasional Mikutopia, Panji Akbar Ramadhani, menyebut keterlibatan swasta di Tulungrejo adalah kewajiban moral lingkungan.
Tulungrejo itu kawasan wisata. Kalau infrastrukturnya hancur, wisatawan juga yang kapok datang.
“Sinergi bersama jajaran kepolisian ini menjadi bentuk dukungan terhadap terciptanya kawasan wisata yang aman, nyaman, dan ramah bagi pengunjung,” jelas Panji Akbar.
Bagi Panji, melihat warga Dusun Gerdu mau mencangkul dan mengaduk semen bersama anggota polisi adalah pemandangan yang mahal di zaman modern ini. Semangat gotong royong Kota Batu terbukti belum punah.
Upacara peresmian pagi tadi berlangsung gayeng. Hadir pula Wakapolres Batu Kompol Anton Widodo, Kapolsek Bumiaji AKP Anton, serta perwakilan kecamatan.
Jembatannya sekarang sudah mulus. Jalur logistik pertanian dan sirkulasi wisatawan di Bumiaji dipastikan semakin lancar.
Tugas selanjutnya kini ada di tangan warga Dusun Gerdu: merawat jembatan presisi ini agar awet, seawet hubungan baik mereka dengan pak polisi. (Ananto Wibowo/Ra Indrata)




