MALANG POST – Presiden RI Prabowo Subianto, meresmikan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) secara serentak. Dipusatkan di Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu siang (16/5/2026).
Peresmian masif ini, turut disaksikan langsung oleh Bupati Malang, HM. Sanusi, di lokasi acara. Sementara 120 unit KDKMP di Kabupaten Malang—dari total target 340 unit—ikut diresmikan secara virtual dari Gedung KDKMP Desa Kedok, Kecamatan Turen.
Langkah ini menjadi tonggak baru bagi percepatan ekonomi kerakyatan di tingkat perdesaan. Indonesia sedang mencoba membuat lompatan besar. Membangun ekonomi dari pinggiran, bukan lagi sekadar jargon di atas kertas.
Kelakar Angka Keberuntungan
Ada momen menarik, saat Presiden Prabowo memberikan sambutan. Gaya bicaranya tetap tak berubah: tegas, namun selalu diselingi humor segar. Awalnya, target koperasi yang bakal diresmikan hari itu mencapai 1.300 unit lebih. Namun, setelah diverifikasi ulang, jumlah yang benar-benar siap beroperasi penuh adalah 1.061 unit.
Sembari berkelakar di podium, Prabowo menyebut angka 1.061 justru membawa tuah tersendiri. Jika digitnya dijumlahkan—1 ditambah 0 ditambah 6 ditambah 1—hasilnya adalah 8.
“Itu angka keberuntungan,” seloroh Prabowo, yang langsung disambut tawa dan tepuk tangan riuh para undangan, termasuk Bupati Sanusi yang duduk di barisan tengah.
Namun, di luar urusan utak-atik angka, Prabowo menegaskan hal substansial. Ini soal kecepatan eksekusi. Konsep KDKMP ini lahir belum genap satu tahun. Pembangunan fisiknya baru digeber sekitar November 2025. Hanya dalam waktu tujuh bulan, ribuan koperasi beres dibangun dan langsung beroperasi.
“Gedungnya ada, gudangnya ada, sistemnya ada, barangnya ada, petugasnya ada,” tegas Presiden.
Bukan itu saja. Setiap koperasi yang sudah rampung 100 persen, langsung mendapat injeksi fasilitas operasional pendukung distribusi: satu unit truk dan satu unit mobil pick-up. Pemerintah rupanya tidak mau koperasi ini bernasib seperti program masa lalu—papan namanya ada, kegiatannya tiada.
Dampaknya Bagi Kabupaten Malang
Bupati Malang, Sanusi, tampak sangat bersemangat. Pria yang akrab disapa Abah Sanusi ini melihat program pusat ini klop dengan visi Kabupaten Malang yang kaya akan potensi pertanian dan pangan.

DI LOKASI ACARA: Bupati Malang, HM Sanusi, memberikan hormat kala Presiden RI, Prabowo Subianto menyapanya saat meresmikan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) secara serentak. (Foto: Prokopim Sekda Kab. Malang)
Kabupaten Malang sendiri mendapatkan porsi yang sangat besar. Total ada 340 unit KDKMP yang direncanakan tegak berdiri di bumi Arema ini.
Pada peresmian massal kemarin, sebanyak 120 unit di antaranya dinyatakan sudah siap 100 persen dan ikut diresmikan secara virtual. Pusat kendali virtualnya ditempatkan di Gedung KDKMP Desa Kedok, Kecamatan Turen.
“Ini luar biasa. Bagi Kabupaten Malang, keberadaan KDKMP akan menjadi motor penggerak baru bagi ekonomi desa. Distribusi pangan akan memotong jalur tengkulak yang panjang. Petani kita akan lebih berdaya,” ujar Abah Sanusi usai acara.
Pembangunan masif ini tidak lepas dari payung hukum Instruksi Presiden (Inpres) RI Nomor 17 Tahun 2025, tentang Percepatan Pembangunan Fisik Gerai, Pergudangan, dan Kelengkapan KDKMP, yang diteken pada 22 Oktober 2025 lalu.
Pemerintah menunjuk PT Agrinas Pangan Nusantara sebagai pelaksana utama. Untuk mengejar target dalam hitungan bulan, PT Agrinas menggandeng Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Kolaborasi sipil-militer inilah yang membuat proyek raksasa di pelosok-pelosok desa, termasuk di pelosok Kabupaten Malang, bisa selesai tepat waktu dengan kualitas bodi bangunan yang kokoh.
Memperkuat Rantai Pasok Pangan
Mengapa harus koperasi? Mengapa tidak korporasi besar? Di sinilah letak filosofi ekonomi kerakyatan yang diinginkan pemerintah. KDKMP dirancang bukan sekadar tempat simpan pinjam konvensional. Koperasi ini memiliki fungsi strategis sebagai pusat logistik pangan desa.
Dengan fasilitas gudang yang memadai dan armada truk distribusi yang disiapkan, KDKMP akan mengontrol ketersediaan barang pokok di tingkat desa.
Logika ekonominya sederhana: jika rantai pasok pendek, harga di tingkat konsumen bisa ditekan, sementara margin keuntungan di tingkat produsen (petani/peternak) tetap terjaga tinggi.
Prabowo mengakhiri sambutannya dengan sebuah kabar optimistis. Selain 1.061 koperasi yang diresmikan hari itu, pemerintah sudah menerima laporan bahwa ada lebih dari 9.000 koperasi gelombang berikutnya yang secara fisik sudah mendekati kata siap.
Desa-desa di Indonesia kini bersiap menyambut fajar baru ekonomi. Dari Nglawak hingga ke Desa Kedok di Turen, gerai-gerai Merah Putih itu kini telah berdiri tegak, siap melayani denyut nadi ekonomi rakyat kecil. (PKP/Ra Indrata)




