TRIO: Para pencetak gol untuk kemenangan Arema, Joel Vinicius, Dalberto Luan Belo dan Gabriel Silva, saat merayakan gol ketiga yang tercipta di menit ke-63. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Arema FC sukses mengamankan poin penuh, setelah melibas PSM Makassar dengan skor telak 3-0, pada pekan ke-32 Super League, yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Sabtu (9/5/2026) sore.
Kemenangan berkat gol-gol Dalberto Luan Belo (menit ke-10), Gabriel Silva Costa (menit ke-53) dan Joel Vinicius (menit ke-69), menjadi momentum kebangkitan tim, setelah sempat menelan kekalahan dalam dua laga derbi sebelumnya.
Pelatih Arema FC, Marcos Vinicius dos Santos Goncalves, mengapresiasi mentalitas anak asuhnya, yang mampu bangkit dari tekanan mental pasca kekalahan di laga klasik.
Meski tim dalam kondisi kelelahan akibat jadwal yang padat, Johan Ahmad Alfarizi dan kawan-kawan, menunjukkan komitmen luar biasa, untuk memberikan yang terbaik bagi pendukung setia di Kanjuruhan.
“Ini adalah pertandingan yang sulit. Kami tahu kami datang dengan beban mental, setelah kalah dalam dua laga klasik.”
“Di jeda pertandingan, kami melakukan beberapa penyesuaian dan tim kembali bermain lebih baik, karena para pemain berdedikasi dan layak mendapatkannya,” kata Marcos Santos dalam post-match press conference.
Dalam kacamata pelatih berlisensi Pro Conmebol, pemainnya sudah bekerja keras untuk memberikan yang terbaik bagi Arema. Sekalipun mereka kelelahan karena rangkaian jadwal, tetapi mereka bersatu dan memiliki komitmen untuk menyajikan permainan yang kompetitif.
“Dedikasi pemain sangat tinggi. Mereka layak mendapatkannya (kemenangan), karena ini adalah tim yang bekerja sangat keras, untuk memberikan yang terbaik bagi Arema.”
“Meski kami kelelahan karena jadwal yang padat, tetapi pemain bisa bersatu dan memiliki komitmen untuk memberikan permainan kompetitif kepada suporter, agar mereka merasa bangga pada tim ini,” sebut pelatih 47 tahun ini.

Padahal di musim ini, tambahnya, menjadi tahun yang sulit bagi Arema. Mereka kehilangan banyak pemain. Mulai dari Luis Gustavo, Pablo Oliveira, Achmad Maulana dan Walisson Maia.
“Kami juga sangat berduka dan sangat terpengaruh dengan wafatnya Coach Kuncoro. Jadi, kami benar-benar menjalani tahun ini dengan sangat berat,” tegas pelatih asal Brasil ini.
Bermain dengan Hati dan Berdedikasi
Defender Arema FC, Julian Guevara, menambahkan, kunci kemenangan kali ini adalah bermain dengan hati dan dedikasi tinggi. Ia mengakui, PSM Makassar adalah tim yang tangguh dan sedang berjuang keras untuk menghindari zona degradasi.
”Kami tahu tanggung jawab besar bermain di kandang sendiri. Terutama setelah hasil dua pertandingan terakhir yang tidak kami inginkan.”
“Tapi hari ini kita bermain dengan hati, bermain keras, dengan dedikasi dan kita benar-benar dapat tiga poin yang kita butuh,” kata pemain yang baru saja menyelesaikan lisensi kepelatihannya.
Pemain yang sudah masuk musim ketiganya bersama Arema ini juga memuji sistem permainan tim yang fleksibel. Di mana mereka bisa berubah dari formasi 4-3-3 ke skema lain di tengah laga sesuai kebutuhan.
Kondisi tersebut bisa terjadi, karena skuad Arema saat ini memiliki kecerdasan taktis yang baik, untuk memahami instruksi pelatih.
Termasuk pihaknya yang musim ini lebih banyak berperan sebagai bek tengah (center back). Ia menegaskan tidak peduli dengan statistik pribadi atau nomor punggung. Melainkan fokus membantu tim di posisi manapun pelatih membutuhkannya.
”Musim ini aku bermain sebagai center back saja. Kontribusi saja. Harus bertahan. Itu yang paling penting dari saya, untuk bantu tim.”
”Aku tidak ikut nomor (punggung), aku tidak ikut statistik. Aku mau bantu saja dari posisi apa pun yang coach minta dan tim butuh. Itu saja untuk saya,” tandas Julian.
Mantap di Posisi Tengah
Dengan sisa dua pertandingan lagi, Arema FC berkomitmen untuk menjaga momentum ini guna mengakhiri musim di posisi terbaik di klasemen Super League.
Sementara dari hasil menang 3-0 atas PSM Makassar, menjadikan posisi di klasemen naik ke peringkat 10. Dengan mengumpulkan 42 poin dari hasil 11 kali menang, sembilan kali seri dan 12 kali kalah.
Sedangkan PSM Makassar, meski kalah 0-3 dari Arema, tapi posisinya di papan klasemen sudah aman dari ancaman degradasi.
Dari 34 poin yang dikumpulkan, sudah tidak lagi mampu dikudeta Persis Solo yang berada di peringkat ke-16. Meski masih ada dua laga sisa, tetapi Persis yang saat ini meraih 28 poin, tetap masih kalah head to head dengan PSM Makassar. (Ra Indrata)




