MALANG POST – Panitia Pelaksana (Panpel) Arema FC bergerak cepat meluruskan polemik terkait keterlambatan bus penjemputan tim Persebaya Surabaya menuju sesi Official Training (OT), Senin (27/4/2026) sore.
Ketua Panpel Arema FC, Erwin Hardiyono, secara resmi menyampaikan permohonan maaf sekaligus memberikan klarifikasi detail guna meredam asumsi negatif di masyarakat menjelang laga panas Derbi Jawa Timur di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali.
Insiden ini dipicu oleh kendala teknis pada armada yang telah disiapkan, namun pihak Panpel menegaskan telah berupaya maksimal memberikan solusi instan agar persiapan tim tamu tidak terganggu secara signifikan.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Langkah klarifikasi ini diambil untuk meluruskan fakta di lapangan agar tidak berkembang menjadi spekulasi liar yang bisa memperkeruh suasana menjelang pertandingan,” ujar Erwin Hardiyono, Senin (27/4/2026).
Kronologi Kendala Teknis Armada
Koordinator Panitia Lokal, Rojak, membeberkan kronologi detail kejadian tersebut. Ia menyebutkan bahwa armada bus sebenarnya sudah siaga di hotel tempat tim Persebaya menginap sejak siang hari. Namun, saat akan digunakan, terjadi kendala pada fasilitas kendaraan.
“Pukul 14.00 WITA bus pertama sudah tiba di hotel. Namun, pada pukul 14.15 WITA diketahui ada masalah pada AC bus yang mati total. Demi kenyamanan pemain, kami langsung meminta bus pengganti dengan kualitas yang lebih baik segera dikirim ke lokasi,” ungkap Rojak.
Bus pengganti tersebut tiba di hotel pada pukul 14.55 WITA. Namun, karena mengejar waktu agar tidak terlambat mengikuti jadwal latihan, sejumlah pemain tim tamu terpantau sudah berangkat lebih awal menggunakan layanan taksi daring menuju Bali United Training Center.
Negosiasi Jadwal Lapangan dan Solusi
Panpel Arema FC menegaskan tetap berkomitmen memberikan layanan sesuai regulasi. Segera setelah mendapat laporan kendala dari Panpel Bali United pada pukul 15.30 WITA, pihak panitia langsung melakukan negosiasi ulang terkait durasi pemakaian lapangan.
“Sebagai bentuk tanggung jawab, kami negosiasikan agar jadwal OT mereka digeser menjadi pukul 17.00 – 18.00 WITA. Awalnya dijadwalkan pukul 16.00 WITA. Kami berupaya agar durasi latihan mereka tetap utuh satu jam,” jelas Rojak.
Pemilihan lokasi di Bali United Training Center sendiri merupakan upaya Panpel memenuhi permintaan Persebaya. Mengingat Stadion Dipta digunakan untuk laga Bali United vs PSM pada Senin malam, panitia awalnya menawarkan sesi OT pukul 20.00 WITA. Namun, karena manajer Persebaya meminta latihan sore hari, Panpel Arema FC akhirnya mengupayakan lapangan alternatif di pusat pelatihan Bali United tersebut.
Manajemen Persebaya Maklum
Dalam forum Match Coordination Meeting (MCM), Panpel Arema FC telah menyampaikan permohonan maaf secara langsung di hadapan manajemen tim Bajul Ijo. Pihak Persebaya pun telah memaklumi kejadian tersebut setelah menyadari bahwa kendala yang terjadi murni masalah teknis operasional bus, bukan faktor kesengajaan.
Erwin Hardiyono menambahkan bahwa persiapan laga usiran ini memang sangat menantang. Izin resmi dan rekomendasi kepolisian baru dikantongi pada 22 April 2026, sehingga Panpel hanya memiliki waktu efektif lima hari untuk melakukan mobilisasi dari Malang ke Bali.
“Kami berharap hal ini tidak dibesar-besarkan secara negatif. Semua sudah dicarikan solusi terbaik dan hubungan kedua pihak tetap kondusif serta saling menghormati menjelang pertandingan besok,” pungkas Erwin. (*/Ra Indrata)




