MALANG POST – Upaya memperlancar akses menuju kawasan wisata di Desa Tulungrejo terus dilakukan. Salah satunya melalui proyek pelebaran jembatan di Dusun Gerdu, Kecamatan Bumiaji. Infrastruktur yang sebelumnya menjadi titik sempit lalu lintas tersebut kini diperlebar agar mampu menampung arus kendaraan warga maupun wisatawan.
Pengerjaan proyek ini dilakukan secara maraton dengan sistem kerja 24 jam. Manajemen wisata Mikutopia bersama Pemerintah Desa Tulungrejo mengerahkan puluhan pekerja agar pembangunan bisa segera rampung dan akses wisata kembali normal.
Kepala Desa Tulungrejo, Suliono, menjelaskan bahwa pelebaran jembatan dilakukan sebagai tindak lanjut rekomendasi dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Batu. Dimensi jembatan yang sebelumnya terbatas kini ditingkatkan secara signifikan.
“Sebelumnya panjang jembatan 6 meter dengan lebar 6 meter. Kami menambah lebar 4 meter sehingga total menjadi 10 meter. Kalau sebelumnya hanya cukup satu mobil melintas, sekarang dua mobil bisa lewat bersamaan,” jelasnya.
Menurut dia, proyek tersebut melibatkan sekitar 40 pekerja yang dibagi menjadi dua sif kerja. Sif pertama berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 22.00 WIB. Sedangkan sif kedua melanjutkan pekerjaan dari pukul 22.00 hingga 07.00 WIB.
Dengan sistem kerja bergantian tersebut, pembangunan dapat terus berjalan tanpa henti selama 24 jam. “Semua proses pengerjaan juga mengikuti arahan teknis dari Dinas PUPR Kota Batu,” ujarnya.

LEBARKAN: Proses pengerjaan pelebaran jembatan di Dusun Gerdu, Desa Tulungrejo, guna memperlancar arus warga dan wisatawan. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Suliono menambahkan, selama proses pembangunan pihaknya juga memperhatikan faktor cuaca. Hal ini penting karena jembatan berada di atas aliran sungai yang debit airnya dapat berubah sewaktu-waktu saat hujan turun.
“Alhamdulillah sejauh ini tidak ada kendala berarti. Tapi kami tetap mengantisipasi kondisi cuaca. Karena itu pengerjaan dimulai dari sisi barat terlebih dahulu mengingat cuaca saat ini cukup tidak menentu,” katanya.
Meski pengerjaan dipacu cepat, kualitas konstruksi tetap menjadi prioritas. Bahkan jumlah tiang pancang yang digunakan diperkuat melebihi rekomendasi awal demi memastikan ketahanan jembatan.
“Rekomendasi awal dua tiang pancang, kami tingkatkan menjadi empat agar struktur jembatan lebih kuat dan aman,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Batu, termasuk Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batu, serta berbagai pihak yang telah mendukung percepatan pembangunan infrastruktur tersebut.
Di sisi lain, proyek pelebaran jembatan ini juga disambut positif oleh wisatawan. Salah satunya Rizky Firmansyah yang menilai perbaikan infrastruktur tersebut sangat penting untuk menunjang kelancaran akses menuju kawasan wisata di wilayah Bumiaji.
“Kalau jembatan sudah dilebarkan, tentu akses warga dan wisatawan akan jauh lebih lancar. Harapannya, dampaknya juga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa sebelumnya jembatan tersebut kerap menjadi titik kemacetan, terutama saat musim liburan ketika arus wisatawan meningkat. Kondisi jembatan yang sempit membuat kendaraan harus bergantian melintas.
“Dulu sering macet karena jembatan sempit. Bahkan sempat diberlakukan sistem buka-tutup kendaraan. Dengan pelebaran ini semoga ke depan tidak ada lagi kemacetan dan arus lalu lintas bisa lebih lancar,” katanya.
Pelebaran jembatan ini diharapkan tidak hanya memperbaiki konektivitas warga, tetapi juga memperkuat akses menuju kawasan wisata di Desa Tulungrejo yang selama ini menjadi salah satu pintu masuk destinasi wisata di wilayah utara Kota Batu. (Ananto Wibowo)




