MALANG POST – Sejak didirikan pada 1972 di Kabupaten Sidoarjo, oleh Kwee Siong Sian (yang kemudian dikenal sebagai Surya Pramana), Mi Burung Dara, selalu konsisten menyasar kalangan rumah tangga, menengah ke bawah dan sektor UMKM.
Lewat mi kering berbentuk pipih dan keriting, yang dijual dalam kemasan sederhana, produser mi kering dalam naungan PT Suprama (Surya Pratista Utama), sudah menjadi ‘mi wajib’ bagi segmen pasar tradisional dan para pedagang mi ayam atau mi bakso.
Tapi seiring perkembangan zaman dan kebutuhan pasar, Mi Burung Dara yang sejak 2000-an mulai menerapkan standar kualitas internasional dan sertifikasi Halal MUI, mulai mencoba masuk segmentasi Gen-Z.
Salah satu caranya adalah menggandeng Habib Husein Ja’far Al Hadar atau akrab disapa Habib Ja’far, menjadi brand ambassador. Mendampingi Inul Daratista, yang sudah menjadi brand ambassador legendaris.
“Kami awalnya ngobrol-ngobrol santai saja. Tidak ada obrolan bisnis atau kerja sama. Malah kami bahas hal-hal lain di luar bisnis.”
“Jadi pertemuan pertama itu murni silaturahmi. Dari ngobrol biasa itu, sampai akhirnya terasa dekat hingga berkembang semakin erat,” cerita Habib Ja’far, ketika ditemui usai Halal Bihalal di Aria Gajayana, Jumat (10/4/2026) malam.

CERITA: Habib Ja’far bersama Tjun Sulestio, saat menegaskan kolaborasi PT Suprama, dengan menjadikan Habib Ja’far sebagai brand ambassador Mi Burung Dara. (Foto: Ra Indrata/Malang Post)
Namun tanpa disadari, dari pertemuan yang sangat sederhana tersebut, berubah menjadi kolaborasi besar. Bahkan kini sudah menjangkau berbagai platform. Mulai dari digital, televisi sampai banyak even berskala nasional.
“Ini bukan karena faktor popularitas brand semata. Tapi karena ada kesamaan nilai, yang membuat kami saling cocok dan saling menghargai.”
“Kalau value-nya sudah ketemu, saat kami jalan bareng, tidak lagi harus hitung-hitungan. Pekerjaan itu bukan cuma cari uang, tapi juga bisa jadi ladang ibadah dan dakwah,” ujar keturunan ke-38 dari Nabi Muhammad SAW ini.
Penunjukkan Habib alumni S2 Ilmu Al-Quran dan Tafsir di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini sebagai sebagai brand ambassador, tidak lepas dari strategi bisnis Mi Burung Dara, untuk bisa menjangkau generasi muda (Gen Z dan Milenial). Agar mereka lebih mengenal brand Mi Burung Dara, melalui pendekatan yang lebih segar dan religius, namun tetap santai.
“Saya memang selalu selektif dalam memilih mitra kerja. Bahkan sebelum menerima tarawan kerja sama dengan Mi Burung Dara, saya harus memastikan langsung bagaimana kualitas produk yang ditawarkan,” beber pria kelahiran Bondowoso pada 1988 lalu.
Karena itulah, hingga saat ini, hubungan antara Habib Ja’far dengan Mi Burung Dara, sudah
melampaui relasi profesional. Bahkan Mi Burung Dara, sudah dianggap sebagai bagian dari kesehariannya.
Kedekatan itu ditunjukkan secara nyata, dengan menyertakan produk tersebut dalam paket hantaran (hampers) di berbagai hari besar keagamaan. Mulai dari Natal, Idulfitri hingga Paskah.
“Setiap saya memberikan hampers untuk semua teman-teman saya, baik yang Islam maupun Non Islam, selalu menyertakan produk Mi Burung Dara,” tandasnya.

SILATURAHMI: Habib Ja’far ketika memberikan tausiah saat halal bihalal PT Suprama bersama para mitra dari sektor hotel, restoran dan katering serta chef profesional. (Foto: Ra Indrata/Malang Post)
Sementara itu, Chief Operations Officer (COO) PT Suprama, Tjun Sulestio, menyebut, untuk bisa memperlebar segmen pasar. Utamanya dengan mulai menyasar Gen Z maupun Gen Alpha, tidak hanya dengan memperbanyak produk mi kering tradisional. Tetapi juga mulai menghadirkan mi instan premium.
“Salah satunya dengan menggandeng Habib Ja’far menjadi brand ambassador. Karenanya, pendekatan kami dengan Habib, selalu mengedepankan nilai, kedekatan dan inovasi.”
“Dengan begitu, kolaborasi ini kami harapkan bisa membawa Mi Burung Dara tetap eksis di tengah persaingan industri yang semakin ketat. Sekaligus menjangkau generasi berikutnya,” kata Tjun, saat mendampingi Habib Ja’far.
Khusus untuk mi instan dengan bumbu siap saji, yang khusus dirancang guna menyentuh Gen Z dan Gen Alpha, PT Suprama meluncurkan mi instan goreng premium bernama Best Wok. Yang sempat viral karena rasa dan teksturnya, dinilai mampu bersaing ketat dengan pemimpin pasar.
“Kalau total, kami punya sekitar 18 jenis produk mi. Untuk varian mi instan sendiri, ada beberapa. Seperti original, hot and spicy dan blackpepper seafoad. Lalu juga ada mi goreng original dan mi instan dengan rasa lokal, yang memang menyasar segmen anak muda,” tegasnya.
Di sisi yang lain, Mi Burung Dara juga terus memperkuat strategi mereka, tidak hanya dari sisi branding, tetapi juga distribusi.
Produk Mi Burung Dara kini mudah ditemukan, baik di jaringan ritel modern ataupun café-cafe. Selain juga memperkuat kemitraan bersama jaringan chef profesional. Salah satunya dengan berkolaborasi bersama Indonesia Chef Association. (Ra Indrata)




