KHUSUS ANAK: Indah Casila Sakti menunjukkan produk khusus Casila Indonesia, yang menyasar kebutuhan anak-anak. (Foto: Ra Indrata/Malang Post)
MALANG POST – Pasangan suami istri, Arif Susanto dan Indah Casila Sakti, bukanlah couple yang punya background desainer. Bahkan latar belakang pendidikannya, sangat jauh dari urusan busana muslim.
Ketika bertemu di Jakarta sekitar 2013 lalu, Indah Casila adalah mahasiswa pendidikan apoteker. Sedangkan Arif, menekuni kuliah di bidang teknologi.
Tetapi karena kebutuhan untuk menambah uang kuliah, Indah mencoba membangun bisnis dengan menjadi reseller produk-produk busana busana muslim. Utamanya gamis dan syar’i untuk anak-anak.
Setelah keduanya menikah pada 2014, mulailah bisnis itu semakin dikembangkan. Memanfaatkan ‘disiplin ilmu’ yang dimiliki Arif, keduanya mulai masuk ke dunia penjualan online, dengan memanfaatkan media sosial.
Ketika itu, mereka masih belum punya official store sendiri. Lantaran masih sekadar menjadi mitra atau reseller, yang menjual brand milik orang lain. Wajar jika produk yang dijual, masih sekadar yang disediakan pemilik barang.
Pun dengan jenis produk, dipilih yang sedang nge-trend saat itu. Atau paling tidak, yang mudah dijual dengan harga yang biasa-biasa saja.
“Kondisi itu terus kami lakukan hingga kami memutuskan kembali ke Malang. Kebetulan orang tua ada di Kabupaten Malang,” jelas Arif yang saat ini juga tercatat sebagai dosen Universitas Muhammadiyah Malang.

OWNER: Pasangan Arif Susanto dan Indah Casila Sakti, saat berada di show room Casila Indonesia di Poncokusumo. (Foto: Ra Indrata/Malang Post)
Titik balik dari bisnis jualan busana muslim itu, baru mereka lakukan saat berada di Malang. Lewat tekad membuat brand sendiri. Setelah melakukan banyak riset tentang kebutuhan busana muslim yang segmented, maka lahirlah brand dengan nama Casila.
“Baru sekitar 2022, kami membangun brand sendiri, dengan memproduksi sendiri baju-baju muslim yang kami jual. Tapi tetap dengan model busana syar’i untuk perempuan,” tambah Indah.
Namun dalam perkembangannya, segmentasi itu ternyata masih cukup lebar. Pesaing untuk busana syar’i meski tidak banyak, namun juga tidak bisa dibilang sedikit. Ditambah usia busana syar’i untuk perempuan dianggap cukup lama.
“Banyak pelanggan yang memakai produk Casila itu sampai bertahun-tahun. Karena memang modelnya masih terus up to date, bahan baku yang kami pakai, juga bisa tahan lama,’’ beber ibu empat putra ini.
Hingga kemudian, keduanya memilih untuk lebih fokus pada segmen khusus. Yakni busana syar’i untuk anak-anak. Plus busana couple syar’i antara ibu dan anak.
Itu pun masih belum cukup. Lebih diperkhusus lagi dengan menyediakan busana umrah couple untuk ibu dan anak.
“Pilihan menyediakan busana syar’i untuk anak itu, juga dari hasil riset kami. Karena kalau dewasa, biasanya beli satu untuk bertahun-tahun.”
“Tapi kalau untuk anak, belinya pasti lebih dari satu. Selain itu, ketika anak bertambah usia, sang ibu pasti akan membelikan lagi busana yang baru, untuk disesuaikan dengan usianya,” sebut Indah.
Ketika fokus produksi kepada ibu dan anak itulah, Casila mulai mengenal Shopee. Tepatnya sejak 2023, saat Arif yang memang kebagian ngurusi teknologi, bergabung dengan Shopee lewat Toko Casila Official Store.
“Sebenarnya titik balik paling kami rasakan, ketika terjadi pandemi Covid-19. Ketika banyak mitra dan reseller kami mulai gulung tikar.”
“Padahal sebelumnya, produksi kami sudah mulai pada hitungan puluhan ribu setiap minggunya. Bahkan sampai tembus ke Singapura, Malaysia dan Jepang,” tambah Arif.
Tetapi saat bergabung denga Shopee dan menjadikan iklan Shopee sebagai fitur utama untuk meningkatkan penjualan, produk Casila Indonesia pun semakin meledak di pasar.

PRIMADONA: Selain memasarkan produk Casila Indonesia dan sister brand lainnya secara online, brand busana syar’i ini juga menyediakan penjualan secara offline di Poncokusumo. (Foto: Ra Indrata/Malang Post)
Jenis produk pun mulai bertambah. Meski masih tidak jauh-jauh dari kebutuhan busana syar’i untuk ibu dan anak. Seperti gamis, kerudung hingga mukena.
“Karena kami sudah mulai menemukan pola untuk jualan. Tepatnya ketika masuk Lebaran 2024, kami sudah bisa menjual produk Casila Indonesia dalam hitungan ribuan perbulan,” tuturnya.
Puncaknya sejak 2025 dan hingga triwulan pertama 2026 ini, utamanya ketika sudah bersama-sama Shopee, produk Casila Indonesia yang dibuat oleh empat tim penjahit yang ada di Malang Raya, benar-benar mampu mewarnai khasanah busana syar’i di Indonesia.
“Salah satunya busana syar’i dengan model segitiga di depan bawah, sudah menjadi trade mark di Indonesia. Karena sebelumnya, busana syar’i yang standar saja. Kalau tidak datar, dibuat melingkar di bawah,’’ beber Indah di show room Casila Indonesia di Poncokusumo, Kabupaten Malang.
Untuk memperkuat positioning serta memperluas jangkauan pasar Casila Indonesia, mereka benar-benar memanfaatkan afiliator dan influencer. Selain dari sisi produk yang dibuat sangat simpel namun timeless.
Sedangkan untuk mempertahankan posisi merek Casila yang menyasar menengah ke atas, mereka melahirkan sister brand untuk mewadahi kalangan umum hingga menengah ke bawah. Lahirlah merek Babykulucu, Kusukasi dan Al-Hafizku.
“Jadi kami punya trend tersendiri, yang berbeda dari trend di pasar. Desainnya juga kami sendiri yang buat. Penjahitnya memanfaatkan tenaga kerja lokal Malang Raya. Termasuk delapan karyawan yang ada di show room kami,” jelas Indah.
Shopee pun, sebutnya, memiliki kontribusi sekitar 50 persen dari omzet seluruh kanal penjualan Casila Indonesia. Bahkan dalam tiga bulan pertama di 2026, penjualan Casila Indonesia, sudah mencapai 40 persen dari total penjualan sepanjang 2025.
“Ya. Bahkan kami juga sudah melayani pesanan dari manca negara. Seperti dari Malaysia, Thailand dan Filipina. Semuanya menggunakan program Ekspor Shopee Flexi,” kata Arif.
“Menariknya, banyak pelanggan loyal kami, tetap menganggap Casila itu produk dari Jakarta. Padahal seluruh produk kami, dibuat di Malang Raya. Dengan show room dan gudang ada di Poncokusumo,” tambah Indah sembari tersenyum. (Ra Indrata)




