MALANG POST – Pemerintah Kota Batu, melalui Dinas Pariwisata, mematok target jumlah wisatawan sepanjang libur Lebaran 1447 H ini, hingga 1,1 juta kunjungan. Karena liburan tersebut, berdekatan dengan libur perayaan Nyepi. Yang menyebabkan banyak wisatawan meninggalkan Bali dan bergeser ke Kota Batu.
Penegasan itu disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto, ketika menjadi narasumber talk show di program Idjen Talk, yang disiarkan langsung Radio City Guide 911 FM, Rabu (25/3/2026).
“Untuk meningkatkan jumlah kunjungan, kami juga berkoordinasi dengan PHRI, Polres Batu, pelaku wisata dan jajaran samping lainnya. Guna memastikan keamanan, keselamatan, kesiapan wahana dan kenyamanan pengunjung,” katanya.
Selain itu, tambah Onny, upaya promosi juga selalu dilakukan melalui media sosial. Serta menguatkan strategi melalui pengembangan paket wisata. Baik dalam bentuk kerjasama hotel dengan destinasi wisata, maupun paket desa wisata dengan perhotelan.
Ketua PHRI Kota Batu, yang juga Dirut Selecta Kota Batu, Sujud Hariadi, menyebut, untuk tahun ini, jumlah okupansi hotel di Kota Batu tahun berada di kisaran 70 – 80 persen. Masih sama seperti libur Idulfitri tahun lalu.
“Libur lebaran tahun ini, lebih panjang dibanding tahun sebelumnya, serta berdekatan dengan libur Nyepi. Karenanya, kami terus memaksimalkan upaya meningkatkan kunjungan wisata sejak Sabtu lalu (21/3) hingga Sabtu depan (28/3),” tandasnya.
Salah satu upaya yang dilakukan, tambah Sujud, meliputi memperbanyak paket-paket yang ditawarkan. Salah satunya bundling staycation dengan tiket destinasi wisata, bundling paket halal bihalal dan menginap. Serta tidak menaikan tarif hotel meskipun saat high season.
Sementara itu, Pengamat Ekonomi Pariwisata sekaligus Dosen Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Malang, Dr Aang Afandi menyebut, SE., MM., membenarkan ada beberapa strategi yang bisa dilakukan sektor perhotelan maupun pelaku wisata, untuk meningkatkan kunjungan. Diantaranya menyajikan paket bundling. Salah satunya bundling halal bihalal di resto dan diskon menginap di hotel.
Selain itu, katanya, PHRI juga bisa berkoordinasi dengan pengelolaan even sektor pendidikan, dengan memanfaatkan momen pendaftaran masuk perguruan tinggi maupun sekolah, untuk promo staycation.
“Contohnya, jika rombongan keluarga pelajar tersebut menunjukan kartu pendaftaran di salah satu sekolah di Malang , maka bisa mendapat promo menginap atau wisata 10 – 20 persen,” kata Aang.
Menurutnya, branding Malang Raya sebagai kota pendidikan bisa dimanfaatkan untuk mendongkrak okupansi hotel maupun resto.
Selain itu, produk wisata yang otentik dengan kelokalan suatu daerah atau mampu merepresentasikan Malang Raya, juga bakal menjadi nilai tambah dalam menarik minat wisatawan. (Yolanda Oktaviani/Ra Indrata)




