MALANG POST – Malang Raya sudah mulai masuk pancaroba. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk waspada.
Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG, Ahmad Lutfi, saat menjadi narasumber talk show di program Idjen Talk, menyampaikan, saat ini wilayah Malang memasuki periode pancaroba yang ditandai dengan cuaca tidak menentu.
Sementara berdasarkan prediksi BMKG, musim kemarau dimulai bertahap mulai akhir April sampai akhir Juni 2026.
“Untuk wilayah Malang Selatan, diprediksi masuk musim kemarau lebih awal. Sedangkan wilayah Ngantang dan Pujon masuk musim kemarau pertengahan Mei,” katanya di acara yang disiarkan langsung Radio City Guide 911 FM, Sabtu (14/3/2026) kemarin.
Luthfi juga mengingatkan masyarakat, untuk waspada terhadap cuaca ekstrem dalam sepuluh hari ke depan. Termasuk potensi hujan deras disertai angin kencang dan petir.
“Cuaca ekstrem ini menunjukkan anomali, dimana hujan deras terjadi malam hari,” tegasnya.
Sementara itu, Kalaksa BPBD Kabupaten Malang, Purwoto, menyampaikan, menghadapi fenomena alam seperti hujan, angin kencang dan petir yang sulit dikendalikan, kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci utama untuk meminimalkan risiko bencana.
Purwoto menjelaskan, pihaknya juga sudah memetakan daerah rawan bencana. Seperti bencana longsor rawan terjadi di Pujon, Ngantang dan Kasembon.
Untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, BPBD Kabupaten Malang rutin melakukan kegiatan sinergi bersama kecamatan dan anggota DPRD minimal 2-3 kali seminggu.
“Selain itu, alat Early Warning System (EWS) juga sudah terpasang di 14 titik rawan bencana. Termasuk EWS tsunami di pantai selatan,” sebutnya. (Anisa Afisunani/Ra Indrata)




