Dirut Perumda Tugu Tirta, Priyo Sudibyo bersama segenap direksi dan pejabat PDAM dan awak media foto bersama dalam acara silaturahmi bersama awak media. (Foto: Iwan Irawan/Malang Post)
MALANG- POST – Perusahaan umum daerah (Perumda) Tugu Tirta Kota Malang, berhasil menyelesaikan permasalahan yang sudah terpendam sejak 2026 lalu. Yakni terkait sanksi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur.
Sanksi yang terkait pencemaran lingkungan tersebut, berhasil dicabut setelah Tugu Tirta mengembalikan Rp18 miliar ke pihak Pemprov Jatim. Akhirnya saat ini, Tugu Tirta sudah bebas dari sanksi administratif dan dinyatakan bebas limbah B3 dari DLH Jawa Timur.
“Ini bentuk keseriusan kami dalam membenahi internal dan manajemen keseluruhan. Perlahan tapi pasti, bisa diwujudkan lebih baik lagi.”
“Bukan itu saja, Tugu Tirta juga menjadi percontohan pengelolaan PDAM terbaik di Indonesia oleh BPK RI maupun KPK. Bahkan karena itu, Tugu Tirta dapat bantuan dari pemerintah pusat, berupa dua sistem penyediaan air minum (SPAM) di dua titik. Yakni Merjosari Lowokwaru dan Sumbersareh Sukun,” kata Direktur Utama Perumda Tugu Tirta, Priyo ‘Bogank’ Sudibyo, Jumat (13/3/2026) kemarin.

Dirut Perumda Tugu Tirta, Priyo Sudibyo didampingi Dirtek dan Direktur Keuangan serta segenap manajer, saat bersilaturahmi dengan awak media se Malang Raya, Jumat (13/03/2026). (Foto: Iwan Irawan/Malang Post)
Sementara itu, khusus menghadapi Lebaran dan Hari Raya Nyepi, pelayanan air dari Perumda Tugu Tirta Kota Malang, terus ditingkatkan dan berlangsung 24 jam. Petugas piket stanby on call 24 jam, untuk menangani semua persoalan air PDAM di pelanggan.
Pria yang aktif di ormas kepemudaan ini menyebut, Tugu Tirta menyiapkan skema seluruh lini pelayanan tetap berjalan. Meliputi unit produksi, distribusi jaringan sampai tim teknis lapangan, selalu standby on call, agar layanan setiap saat berjalan sesuai harapan semua pihak.
“Untuk itu, melalui skema layanan siaga selama libur Lebaran dan Hari Raya Nyepi, pelanggan dapat menikmati libur lebaran dan Nyepi dengan aman dan nyaman. Seluruh kebutuhan air PDAM, akan terlayani tanpa ada kendala apapun,” tukasnya.
Karenanya, Bogank berharap sekiranya ada pengaduan atau membutuhkan layanan tentang PDAM, masyarakat bisa langsung menghubungi petugas piket melalui hotline call. Ada tiga shift petugas jaga yang disiapkan selama 24 jam. Termasuk jika dibutuhkan kehadiran petugas.
“Untuk menjaga suplai air minum, kami juga hadirkan SPAM sebesar 210 lps yang bersumber dari Kota Batu. Untuk melayani pelanggan yang dialiri dari SPAM tersebut. (Iwan Irawan/Ra Indrata)




