MALANG POST – Pilihan destinasi wisata di Kota Batu kembali bertambah. Sebuah tempat wisata baru bernama Mikutopia segera hadir di lereng Gunung Arjuno, tepatnya di wilayah Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji.
Destinasi wisata dengan konsep dunia jamur berwarna-warni itu diproyeksikan menjadi alternatif tujuan liburan, terutama menjelang momentum libur panjang Idul Fitri tahun ini.
Sebelum resmi dibuka, pengelola akan lebih dulu menggelar uji coba operasional mulai 14 hingga 20 Maret 2026. Selama masa uji coba tersebut, pengunjung dari seluruh Indonesia dapat masuk secara gratis tanpa dipungut tiket masuk.
Manager Operasional Mikutopia, Panji Akbar R menjelaskan, masa uji coba ini menjadi tahap penting untuk memastikan seluruh fasilitas dan pelayanan berjalan optimal sebelum destinasi dibuka secara penuh.
“Uji coba ini kami lakukan untuk melihat kesiapan fasilitas, wahana, sekaligus pelayanan petugas kepada pengunjung. Kami juga ingin menerima masukan dari masyarakat untuk evaluasi sebelum operasional penuh,” ujar Panji, Kamis (12/3/2026).

PENUH WARNA: Wahana wisata baru di Kota Batu bernama Mikutopia, dengan mengusung konsep utama jamur yang penuh warna. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Selama sekitar satu pekan masa uji coba tersebut, masyarakat dipersilakan datang dan menjelajahi kawasan wisata yang berdiri di lahan lebih dari 10 hektare tersebut. Menurut Panji, kesempatan ini sekaligus menjadi cara pengelola memperkenalkan destinasi anyar tersebut kepada publik.
“Siapa pun boleh datang. Kami ingin masyarakat bisa melihat langsung tempat ini dan rasa penasaran yang selama ini ada bisa terjawab,” tambahnya.
Panji menjelaskan, uji coba operasional juga dimanfaatkan untuk mengukur kemampuan pelayanan di lapangan, mulai dari kesiapan sumber daya manusia (SDM), fasilitas pendukung, hingga alur kunjungan wisatawan.
Dengan begitu, ketika nanti tiket mulai diberlakukan secara normal, pengelola sudah mampu memberikan pengalaman wisata yang nyaman bagi pengunjung. “Kami ingin memastikan ketika tiket mulai diberlakukan tidak ada kendala di lapangan. Semua sudah kami evaluasi selama masa uji coba ini,” jelasnya.
Lebih jauh, Panji berharap kehadiran Mikutopia juga dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, terutama dalam membuka peluang kerja baru dan menggerakkan ekonomi lokal. “Harapannya wisata ini tidak hanya menjadi tempat hiburan, tetapi juga memberi peluang pekerjaan bagi masyarakat sekitar, khususnya warga Desa Tulungrejo,” katanya.
Ia menambahkan, konsep wisata yang diusung Mikutopia tidak sekadar taman bermain biasa. Sesuai namanya, destinasi ini mengusung tema dunia jamur imajinatif yang dipadukan dengan berbagai wahana permainan modern dan bangunan ikonik.
Saat ini, pengelola telah menyiapkan 24 wahana permainan. Beberapa di antaranya menjadi daya tarik utama, seperti bianglala setinggi 40 meter, roller coaster, hingga wahana ekstrem seperti pendulum.
Selain wahana permainan, kawasan wisata ini juga dilengkapi berbagai spot foto tematik dengan latar bangunan warna-warni serta lanskap alam lereng Arjuno. “Konsepnya dunia jamur impian. Jadi kami menonjolkan bangunan ikonik berupa jamur, wahana yang beragam, serta latar alam khas Kota Batu,” ujarnya.

Destinasi wisata tersebut diperkirakan mampu menampung sekitar 5.000 hingga 6.000 pengunjung dalam satu waktu. Pengelola juga menegaskan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam pengoperasian seluruh wahana.
Menurut Panji, seluruh wahana telah melalui proses pengujian sebelum dipasang di lokasi. “Setiap wahana sudah diuji sebelum dikirim ke sini. Kami berkomitmen memastikan keselamatan pengunjung menjadi yang utama,” tegasnya.
Setelah masa uji coba berakhir, tiket masuk normal rencananya mulai diberlakukan pada 21 Maret 2026 dengan harga Rp45 ribu per orang. Untuk wahana permainan, pengunjung bisa memilih dua sistem tiket. Pertama, tiket terusan yang memberikan akses hingga 20 wahana dengan tambahan Rp40 ribu pada hari kerja dan Rp50 ribu saat akhir pekan.
Sementara itu, bagi pengunjung yang ingin mencoba wahana tertentu saja, tersedia tiket reguler dengan harga sekitar Rp15 ribu per wahana. Ke depan, pengelola juga berencana menambah sejumlah fasilitas baru, termasuk wahana tambahan hingga area kolam renang yang ditargetkan rampung sebelum libur sekolah mendatang.
Tak hanya itu, Mikutopia juga akan menghadirkan unsur edukasi, terutama mengenai budidaya jamur yang selaras dengan tema wisata yang diusung. Area food court juga disiapkan untuk melengkapi fasilitas bagi pengunjung.
Dengan konsep tematik yang unik serta ragam wahana yang ditawarkan, Mikutopia diharapkan dapat menjadi magnet wisata baru sekaligus memperkaya pilihan destinasi rekreasi di Kota Batu. (Ananto Wibowo)




