MALANG POST – Kerusakan Jalan Suropati di Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu, memicu keluhan warga. Kesal karena jalan tak kunjung diperbaiki secara permanen, warga akhirnya meluapkan protes dengan cara tak biasa. Mereka menyemprotkan tulisan peringatan di atas aspal yang rusak menggunakan pilox berwarna putih.
Pantauan di lokasi pada Senin (9/3/2026), tulisan mencolok bertuliskan “ati-ati sam yo” terlihat di beberapa titik jalan. Coretan tersebut dibuat tepat di bagian jalan yang bergelombang dan berlubang agar mudah terlihat oleh pengendara yang melintas.
Tulisan itu tampak jelas di permukaan aspal yang rusak, terutama di sekitar area jembatan. Di lokasi tersebut kondisi jalan terlihat cukup memprihatinkan. Permukaan aspal bergelombang, beberapa bagian bahkan berlubang cukup dalam sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan, baik pengendara roda dua maupun roda empat.
Salah satu warga setempat, Kandap mengatakan aksi penyemprotan tulisan peringatan itu dilakukan warga pada Minggu malam (8/3/2026). Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk kekesalan warga karena kerusakan jalan sudah berlangsung lama namun belum mendapat perbaikan permanen.
“Sudah lama rusak. Yang paling parah itu di sekitar jembatan. Takutnya kalau terus dibiarkan bisa ambrol,” ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi jalan semakin mengkhawatirkan karena cuaca belakangan kerap diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Air hujan membuat struktur aspal semakin rapuh dan lubang di badan jalan bertambah besar.
“Jalannya sudah bergelombang, sekarang cuaca juga sering ekstrem. Kalau tidak segera diperbaiki bisa makin parah,” keluhnya.

CORET-CORET: Warga Jalan Suropati mencoret-coret jalan rusak, sebagai bentuk protes kepada dinas terkait karena tak kunjung dibenahi. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Menurut Kandap, selama ini perbaikan yang dilakukan hanya bersifat sementara. Biasanya petugas hanya melakukan penambalan di bagian pinggir jalan tanpa menyentuh kerusakan utama yang berada di tengah badan jalan.
“Hanya ditambal pinggirannya saja. Padahal yang rusak itu di tengah jalan. Jadi tetap saja berbahaya,” imbuhnya.
Coretan pilox putih tersebut sengaja dibuat agar terlihat mencolok dan menjadi penanda bagi pengendara agar lebih berhati-hati saat melintas. Warga berharap langkah sederhana itu bisa mengurangi risiko kecelakaan sebelum ada perbaikan dari pemerintah. Selain itu, aksi tersebut juga dimaksudkan sebagai bentuk protes sekaligus cara menarik perhatian pihak terkait agar segera melakukan penanganan.
Warga Pesanggrahan lainnya, Arif juga menyampaikan kekecewaannya terhadap lambannya penanganan kerusakan jalan oleh dinas terkait, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu. Menurutnya, sering kali perbaikan baru dilakukan setelah kondisi jalan menjadi viral di media sosial atau ramai diberitakan.
“Kadang baru dikerjakan setelah viral dulu. Padahal kerusakan ini sudah lama dikeluhkan warga,” ujarnya.
Arif menilai kondisi tersebut cukup memprihatinkan mengingat Kota Batu dikenal sebagai salah satu kota wisata di Jawa Timur yang setiap hari dilalui banyak wisatawan. Dengan mobilitas kendaraan yang cukup tinggi, menurutnya kualitas infrastruktur jalan seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
“Ini Kota Wisata. Infrastruktur jalan yang bagus itu seharusnya jadi prioritas karena dilalui banyak orang,” katanya.
Ia juga berharap pemerintah tidak hanya melakukan perbaikan tambal sulam yang bersifat sementara, melainkan melakukan perbaikan menyeluruh agar jalan bisa kembali aman dilalui. Warga khawatir jika kerusakan terus dibiarkan, kondisi jalan akan semakin memburuk dan berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.
Karena itu mereka berharap pemerintah segera turun tangan melakukan perbaikan permanen, terutama di titik-titik yang dinilai paling rawan seperti di sekitar area jembatan. “Harapannya segera diperbaiki total. Jangan hanya ditambal sebentar lalu rusak lagi,” pungkasnya.
Nampak setelah menuai protes warga, pada Senin siang petugas DPUPR Kota Batu mulai melakukan perbaikan di kawasan jalan tersebut. (Ananto Wibowo)




