GAGAL: Joel Vinicius beberapa kali mendapatkan peluang. Sayang tak satu pun gol bisa dibuat mantan pemain Borneo FC tersebut. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Drama tujuh gol tersaji di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jumat (6/3/2026) malam. Ketika Arema FC menjamu Bali United di pekan ke-24 Super League musim 2025/2026.
Sayangnya dari tujuh gol itu, empat diantaranya dicetak oleh tim tamu. Menjadikan Arema harus rela menyerahkan tiga poin kepada Bali United. Sekaligus gagal revans, atas kekalahan mereka di putaran pertama.
Empat gol kemenangan tim tamu, dicetak Teppei Yachida menit ke-22 dan 66, Diego de Jesus Campos Ballestero menit ke-27 dan gol bunuh diri Betinho, saat laga berada di injury time. Tepatnya menit 90+4.
Sementara gol tuan rumah diborong oleh Dalberto Luan Belo. Yakni di menit ke-61 dan 78. Serta gol bunuh diri Kadek Arel Priyatna, juga di waktu tambahan atau menit ke-90+5.
Jelas hasil minor di kandang Singo Edan itu, juga menjadikan Gianluca Claudio Pandeynuwu, menjadi tidak enak tidur. Betapa tidak, kiper yang baru didatangkan di putaran kedua itu, tampil untuk kali pertama setelah ditebus dari Persis Solo.
Tapi apa mau dikata, gawang yang dikawal kiper kelahiran tahun 1997 tersebut, harus kebobolan empat kali. Sebuah ‘rekor’ gol terbesar yang bersarang ke gawang Arema hingga pekan ke-24.
Kehilangan Wallison Maia dan Matheus Blade, menjadi salah satu alasan keroposnya benteng Arema. Apalagi gol-gol yang tercipta, semuanya terjadi berkat counter attack cepat yang dibuat Laskar Tridatu.
Gol yang dibuat Campos, juga berasal dari counter attack. Sementara Hansamu Yama Pranata, tidak mampu menahan pergerakan pemain bernomor punggung 99. Pun dua gol yang dibuat pemain Jepang, Yachida, prosesnya tidak berbeda jauh.
Pemain bertahan Arema, terlalu sering kalah adu sprint ketika skema counter attack dilakukan Bali United. Para defender yang sering membantu serangan, justru tidak bisa kembali dengan cepat, untuk menempati posisi semula.
Bahkan hampir sama saat Arema dikalahkan Borneo FC. Di babak pertama, gawang Gianluca sudah kebobolan dua gol terlebih dahulu. Bahkan hanya butuh waktu lima menit bagi Bali United, untuk memulai kemenangannya.
Dalberto Luan Belo, yang kembali bermain sebagai striker sayap, sebenarnya sempat memunculkan asa. Karena di menit ke-61, bisa memperkecil ketertinggalan Arema. Lewat gol tendangan kerasnya dari dalam kotak penalti.
Tetapi karena kesalahan sendiri, yang membiarkan hampir semua pemain bertahan ikut naik menyerang, dalam skema counter attack lima menit berselang, Arema kembali dihukum oleh Yachina. Tendangan sambil memutarnya, masuk ke pojok kanan gawang, tanpa bisa dijangkau Gianluca.
Kedudukan sebenarnya sempat di posisi 2-3, tetapi Arema masih kalah. Namun tendangan langsung dari kiper Bali United Mike Hauptmeijer, yang langsung menuju ke pertahanan Arema, justru menjadi malapetaka.
Dalam sebuah adu duel di udara untuk menyelamatkan gawang, Betinho berebut bola dengan Boris Kopitovic. Bermaksud untuk memberikan umpan heading kepada Gianluca, Betinho justru menanduk bola ke arah gawang yang kosong. Karena Gianluca juga sudah maju untuk menjemput bola.
Hanya satu menit dari gol bunuh diri Betinho Filho, kali ini giliran Kadek Arel yang juga melakukan gol bunuh diri.
Tendangan keras dari pemain Arema di luar kotak penalti, dicoba untuk dihalau dengan kaki kanannya. Sayang bola tidak mental keluar, melainkan melintir masuk ke gawang. Melewati tangan Mike Hauptmeijer yang sudah mencoba memblok.
Sayangnya gol itu menjadi yang terakhir dalam pertandingan yang dipimpin Wasit Dika Rahmat Hidayat. Meski injury time sembilan menit sudah habis, bahkan lebih beberapa menit, namun Arema tidak lagi bisa menciptakan gol. Skor akhir 3-4 untuk kekalahan Singo Edan. (Ra Indrata)




