DI KABUPATEN: Bupati Malang, HM Sanusi, saat mendampingi Menteri KKP, berkunjung ke Desa Pujiharjo, untuk mengetahui progres pembangunan KNMP. (Foto: Prokopim Sekda Kab. Malang).
MALANG POST – Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono, berkunjung ke wilayah Kabupaten Malang, Rabu (4/3/2026) pagi. Kunjungan ini dalam rangka meninjau sejauh mana progres pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Program ini mencakup pembangunan sarana prasarana sebanyak 20 intervensi. Diantaranya cold storage, pabrik es, dermaga dan SPBU nelayan. Yang dibangun untuk mengoptimalkan potensi perikanan yang tinggi di wilayah tersebut.
Masyarakat nelayan setempat pun menyambut baik program dari Pemerintah Pusat ini, lantaran diakui bakal sangat mendukung peningkatan taraf hidup dan sarana kerja mereka.
”Kunjungan ke Desa Pujiharjo bersama-sama Pak Bupati Malang ini, merupakan rangkaian pemantauan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih.”
“Sebelumnya, saya meninjau proyek serupa di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat, dan akan melanjutkan ke Jawa Tengah, hingga Daerah Istimewa Yogyakarta,” jelas Menteri KKP Trenggono, didampingi Bupati Malang, HM Sanusi, saat ditemui awak media, Rabu (4/3/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Trenggono mengevaluasi langsung progres pembangunan KNMP Desa Pujiharjo yang terletak di muara dari Pantai Sipelot, yang dinilainya memang masih belum rampung 100 persen.
Pihaknya ingin memastikan yang KNMP dibangun sesuai standar dan kualitas, supaya nanti bisa berfungsi secara layak dan baik.
Tak ketinggalan, Menteri KKP dan Abah Sanusi, sapaan akrab Bupati Malang, juga memantau gedung pabrik es yang sedang berproduksi dan gedung cold storage yang juga sudah beroperasi.

TERBAIK: Menteri KKP saat berada di KNMP, meminta agar pembangunan kampung nelayan benar-benar maksimal dan terpadu. (Foto: Prokopim Sekda Kab. Malang).
Kampung nelayan Pujiharjo dihuni 2500 KK, dengan jumlah nelayan 900 orang dan 300 unit kapal, berkomoditas ikan Tongkol, Lemuru dan Layur.
”Saya mencatat sejumlah pekerjaan memang harus segera diselesaikan. Seperti ketersediaan air bersih dengan butuh sumur bor, karena saat ini masih dalam kondisi air payau. Serta persoalan sedimentasi di area tambatan perahu dan pemecak ombak.”
“Tadi saya panggil kontraktornya untuk dikoreksi dengan baik. Soal air bersih ini harus betul-betul diselesaikan. Sedimentasi tambatan perahu juga segera kita kerjakan,” pesan Menteri Trenggono.
Meski belum sepenuhnya selesai, Menteri KKP menyebut beberapa fasilitas justru telah beroperasi. Hanya saja, sarana Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) masih dalam tahap koordinasi untuk segera dibangun.
Menteri yang berasal dari kalangan profesional itu tetap bangga dengan animo dan semangat tinggi masyarakat nelayan terhadap perkembangan proyek ini. Karenanya, pihaknya juga menegaskan fasilitas yang belum lengkap bakal segera dipenuhi.
”Pengelolaan Kampung Nelayan Merah Putih ini nantinya dijalankan Koperasi Merah Putih secara profesional, dengan pendampingan dan koordinasi bersama Kementerian Koperasi.”
“Jika kepengurusan dinilai tidak mampu menggerakkan koperasi ini, Pak Bupati Malang bisa melakukan evaluasi dan menggantinya.”
“Tahun ini kita rencanakan seribu Kampung Nelayan Merah Putih di seluruh Indonesia. Syaratnya tentu disesuaikan dengan kebutuhan dan jumlah kapal nelayan di masing-masing wilayah. Di Pujiharjo memiliki 300 unit kapal dan 580 nelayan aktif,” tegasnya. (PKP/Ra Indrata)




