MALANG POST – Setelah sukses melaksanakan kegiatan pengabdian mengenai: “Edukasi dan Peningkatan Kesadaran tentang Dampak Media Sosial terhadap Kesehatan Mental pada Siswa SMA/Sederajat” di SMAN 2 Malang, Tim PengMas Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB), melanjutkan rangkaian program pengabdian kesehatan mental ke sekolah lain di Kota Malang.
Tim PengMas FKUB terdiri dari dosen dan mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Yaitu Rudy Salam, Dr. Anisyah Achmad, S.Si., Apt., Sp.FRS., Yunita Kurniawati, S.Psi., M.Psi., Psikolog dan mahasiswa, yaitu Fanny Loka, Rezka Rafida serta Icha Kherilina Saputri.
Kegiatan sebelumnya mendapat respon positif dari siswa dan guru di SMAN 2, sehingga dapat menjadi langkah awal dalam memperluas dampak literasi kesehatan mental di kalangan remaja.
Sebagai tindak lanjut, tim FKUB kembali menyelenggarakan sosialisasi dan edukasi dengan tema dampak media sosial terhadap kesehatan mental di SMAN 9 dan SMAN 5 Malang.
Di kedua sekolah tersebut, kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengetahui tingkat pemahaman awal siswa terkait penggunaan media sosial dan kesehatan mental. Selanjutnya, siswa mendapatkan materi interaktif mengenai dampak media sosial terhadap stres dan kecemasan dan strategi menjaga keseimbangan antara kehidupan online dan offline.

Penyampaian materi dikemas secara interaktif melalui diskusi, studi kasus, kuis berhadiah, serta sesi tanya jawab yang mendorong partisipasi aktif siswa. Para siswa terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan, aktif bertanya, serta berbagi pengalaman pribadi terkait penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari. Setelah sesi edukasi, kegiatan dilanjutkan dengan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta.
Para guru BK dari SMAN 2, 5, dan 9 menyambut baik kegiatan ini dan menilai bahwa edukasi kesehatan mental perlu dilakukan secara berkelanjutan. “Anak-anak sekarang hidup dalam era digital yang penuh tekanan. Edukasi seperti ini sangat membantu mereka memahami diri sendiri sekaligus membentuk kebiasaan digital yang sehat,” ujar guru BK SMAN 2.

Ketua tim PengMas FK UB menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program jangka panjang institusi untuk memperkuat literasi kesehatan mental di sekolah-sekolah menengah Kota Malang.
“Kami berharap apa yang kami sampaikan dapat membantu siswa-siswi lebih bijak dalam bermedia sosial serta mampu menjaga kesehatan mentalnya. Kedepannya kami juga membuka peluang kerja sama lanjutan dalam bentuk pendampingan, pelatihan peer educator, maupun pembuatan modul digital” jelasnya.
Sebagai penutup, para siswa mengikuti sesi creative challenge berupa lomba pembuatan poster atau video edukasi terkait media sosial dan kesehatan mental sebagai bentuk penguatan pesan edukasi.
Karya terbaik akan mendapatkan apresiasi dan dipublikasikan sebagai bentuk kampanye siswa terhadap isu kesehatan mental. Terlihat bahwa siswa-siswi antusias untuk mengikuti lomba tersebut.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya digital yang sehat serta meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga keseimbangan antara dunia nyata dan dunia maya. (*/Ra Indrata)




