MALANG POST – Warga ceria tersenyum dan berterimakasih, tampak saat Relawan Kresna 384 Wagir, Minggu (1/3/2026) sore, berbagi takjil gratis kepada pengendara di jalan Raya Kebonagung, Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang.
Kegiatan dilaksanakan Komunitas Relawan Siaga Bencana ini telah berlangsung lebih dari 9 tahun.
Pukul 16.46 WIB, seorang anggota Kresna mulai mengingatkan pemakai jalan untuk memperlambat laju kendaraan. Selain puluhan anggota Kresna, hadir pula anggota Babinsa Koramil dan Polsek Pakisaji.
“Untuk bulan Ramadan kali ini, ini yang pertama tapi nanti akan kami laksanakan kembali. Bagi takjil ini rutin kami laksanakan selama 10 tahunan, ” urai Suprayitno, Ketua Kresna 384 Wagir. Prayit menyebut, ada 20-an anggota yang datang mengikuti bagi takjil gratis.
Di sela-sela, pembagian takjil, ada kendaraan berisi rombongan suster atau non muslim, melintasi kegiatan Kresna.
Dari balik jendela melambaikan tangan, menyapa anggota Kresna. “Terimakasih, ” katanya sambil melempar senyum ramah.
Selain berbagi takjil gratis, menurut Suprayitno, Kresna memiliki program lain. Diantaranya berbagi pada anak yatim piatu, bakti sosial lain seperti membantu para korban bencana alam dan kegiatan kemanusiaan lainnya.
“Tidak hanya kegiatan ini (bagi takjil gratis–red), kami pada intinya melaksanakan kegiatan kemanusiaan, bakti sosial, seperti menyantuni anak yatim piatu, gotong royong di lokasi bencana dan kegiatan kemanusiaan lainnya, ” urai Suprayitno.
Kresna 384, Komunitas Relawan Siaga Bencana, berawal dari ide warga yang ingin membentuk komunitas agar bermanfaat bagi masyarakat saat terjadi bencana alam.

Komunitas relawan ini kemudian tumbuh dan berkembang dengan bertambahnya anggota. Kegiatan kemanusiaan yang dilaksanakan pun kian beragam.
Berbagi makanan atau takjil untuk berbuka puasa merupakan salah satu amalan yang sangat populer di bulan suci Ramadan.
Selain menjadi tradisi kebaikan di tengah masyarakat, amalan ini juga memiliki dasar hukum dan keutamaan yang jelas dalam syariat Islam.
Hukum berbagi makanan atau takjil untuk buka puasa di bulan Ramadhan adalah sunnah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkad) dan bernilai pahala setara dengan orang yang berpuasa.
Amal ini menjanjikan pahala besar tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang yang berpuasa. Berikut rincian hukum dan keutamaannya:
- Pahala Setara dengan Orang yang Berpuasa.
Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa yang memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi). - Berlaku untuk Siapa Saja.
Berbagi makanan buka puasa sangat dianjurkan, baik kepada fakir miskin, kerabat, maupun orang lain, bahkan meskipun hanya dengan sebutir kurma atau seteguk air. Nilai kebaikan tidak diukur dari besar kecilnya pemberian, melainkan dari keikhlasan. - Sedekah Paling Utama di Bulan Ramadhan.
Bersedekah di bulan Ramadan, termasuk memberi makan untuk berbuka, merupakan salah satu bentuk sedekah yang paling utama dibandingkan bulan lainnya. Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan, sehingga setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya. - Waktu yang Bernilai Berlipat Ganda.
Memberi makan berbuka puasa pada bulan Ramadhan, terutama kepada mereka yang kekurangan, memiliki nilai pahala yang berlipat ganda. Selain membantu sesama, amalan ini juga memperkuat ukhuwah dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Berbagi buka puasa bukan hanya tradisi, tetapi amalan mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam. Dengan memperbanyak sedekah dan memberi makan orang yang berpuasa, seorang Muslim dapat memaksimalkan ibadah dan meraih keberkahan di bulan suci Ramadhan. (Januar Triwahyudi)




