MALANG POST – Operasi Keselamatan Semeru 2026 yang digelar Satlantas Polres Batu sejak 2 hingga 15 Februari lalu mencatat ribuan pelanggaran lalu lintas. Selama dua pekan pelaksanaan operasi, sebanyak 2.022 pengendara terekam kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) karena melanggar aturan.
Kasat Lantas Polres Batu AKP Kevin Ibrahim mengungkapkan, ribuan pelanggar yang tertangkap kamera tersebut terdiri dari pengendara roda dua maupun roda empat. Selain penindakan berbasis ETLE, petugas di lapangan juga memberikan teguran langsung kepada 2.283 pengendara.
“Pelanggaran yang tertangkap kamera ETLE maupun yang mendapat teguran rata-rata karena melanggar traffic light, tidak menggunakan helm, serta tidak memakai sabuk pengaman,” ujar Kevin, Selasa (17/2/2026).
Jika ditotal, selama Operasi Keselamatan Semeru 2026 terdapat 4.305 pelanggaran lalu lintas di wilayah hukum Polres Batu. Angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan Operasi Keselamatan Semeru 2025 lalu.

RAMP CHEK: Personel Satlant Polres Batu saat melakukan ramp chek acak ke sejumlah bus pariwisata, sebagai salah satu bagian dalam Ops Keselamatan Semeru 2026. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Sebagai perbandingan, pada operasi serupa tahun 2025 tercatat 5.645 pelanggaran. Rinciannya, sebanyak 5.262 pelanggaran diberikan sanksi teguran dan 383 pelanggar tertangkap melalui ETLE. Artinya, tahun ini terjadi penurunan 1.340 pelanggaran atau sekitar 23,7 persen dibanding tahun sebelumnya.
Kevin menyebut, penurunan tersebut menjadi indikator meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas, meski pelanggaran masih didominasi oleh kelalaian dasar yang seharusnya bisa dihindari.
Operasi Keselamatan Semeru 2026 digelar serentak sebagai bagian dari upaya menciptakan situasi lalu lintas yang aman dan tertib menjelang Hari Raya Idul Fitri. Dalam pelaksanaannya, kepolisian tidak hanya mengedepankan penindakan, tetapi juga langkah preemtif dan preventif.
Langkah preemtif dilakukan melalui sosialisasi dan edukasi tertib berlalu lintas dengan pendekatan humanis kepada masyarakat. Petugas turun langsung memberikan imbauan, baik di jalan raya maupun melalui berbagai kanal komunikasi publik.

Sementara itu, langkah preventif diwujudkan melalui patroli di titik-titik rawan kecelakaan, pemeriksaan kelengkapan kendaraan, hingga rampcheck untuk memastikan kondisi kendaraan laik jalan.
“Kami ingin membangun budaya tertib berlalu lintas. Penindakan tetap ada, tapi yang lebih utama adalah mencegah terjadinya pelanggaran dan kecelakaan,” tegas Kevin.
Satlantas Polres Batu berharap momentum Operasi Keselamatan Semeru ini tidak hanya berdampak sesaat, tetapi mampu membentuk disiplin berkendara yang berkelanjutan. Terlebih menjelang arus mudik dan balik Lebaran, ketika mobilitas kendaraan dipastikan meningkat signifikan.
Dengan tren pelanggaran yang menurun, pihaknya optimistis tingkat keselamatan di jalan raya Kota Batu juga dapat terus membaik. “Namun demikian, kepatuhan tetap menjadi kunci. Sebab, satu kelalaian kecil di jalan bisa berujung fatal,” tutupnya. (Ananto Wibowo)




