MALANG POST – Intensitas hujan tinggi yang mengguyur Kota Batu kembali memicu bencana hidrometeorologi. Kali ini, tanah longsor as terjadi di Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji. Sebuah tebing setinggi enam meter runtuh dan menghantam bagian belakang rumah warga pada Sabtu (31/1/2026) malam.
Peristiwa tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. Longsor menimpa rumah milik Iman Taukit yang berada di RT 04 RW 10 Dusun Brau. Material tanah yang runtuh memiliki dimensi sekitar enam meter dengan lebar empat meter dan langsung menerjang tembok dapur serta kamar mandi rumah korban.
Meski kerusakan fisik cukup jelas terlihat, beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Saat longsor terjadi, penghuni rumah berada di bagian depan sehingga terhindar dari material yang ambruk secara tiba-tiba.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Batu, Suwoko menjelaskan, laporan kejadian tersebut diterima Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD pada Minggu (1/2/2026) sekitar pukul 07.50 WIB. Setelah menerima laporan, tim reaksi cepat (TRC) BPBD langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat.
“Hujan deras yang mengguyur sejak Sabtu malam mengakibatkan tanah di bagian belakang rumah warga menjadi labil hingga akhirnya longsor. Material longsoran langsung mengenai tembok dapur dan kamar mandi,”terang Suwoko, Minggu (1/2/2026).

KERJA BAKTI: Persone BPBD Kota Batu bersama petugas gabungan dan masyarakat saat kerja bakti membersihkan sisa-sisa material tanah longsor. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Sebagai langkah awal, BPBD Kota Batu bersama perangkat desa, relawan, serta warga setempat melakukan kerja bakti membersihkan material longsor. Pembersihan dilakukan secara manual mengingat kondisi medan yang cukup sempit dan berdekatan dengan permukiman warga.
Selain itu, BPBD juga memberikan bantuan darurat berupa terpal untuk menutup area tebing yang runtuh. Langkah tersebut dilakukan guna mencegah air hujan kembali masuk ke area bekas longsoran dan meminimalkan risiko longsor susulan. Bantuan logistik juga disalurkan untuk mendukung kegiatan kerja bakti masyarakat di lokasi kejadian.
“Kami sudah melakukan kaji cepat di lapangan. Untuk penanganan sementara, kami pasang terpal di area tebing yang longsor dan menyalurkan logistik untuk mendukung kerja bakti warga,” imbuh Suwoko.
Ia menambahkan, wilayah Kecamatan Bumiaji, khususnya Desa Gunungsari, memiliki karakteristik topografi perbukitan yang rawan terjadi longsor, terutama saat musim penghujan dengan intensitas curah hujan tinggi seperti saat ini. Karena itu, kewaspadaan masyarakat menjadi hal yang sangat penting.
BPBD Kota Batu pun mengimbau warga untuk segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda awal potensi longsor, seperti rekahan tanah, pergeseran tebing, atau aliran air yang tidak biasa di sekitar permukiman.
“Jika warga melihat retakan tanah atau gejala mencurigakan lainnya, segera laporkan ke perangkat desa atau BPBD. Langkah cepat bisa mencegah dampak yang lebih besar,” pungkas Suwoko. (Ananto Wibowo)




