Tazkia Amaradien, mahasiswa Program Studi Biologi FMIPA Universitas Brawijaya. (Foto: Istimewa)
MALANG POST – Mahasiswi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya (FMIPA UB), Sisilya Tazkia Amaradien, Program Studi Biologi angkatan 2022, berhasil meraih Juara 1 Videografi dalam ajang lomba kreatif yang diselenggarakan oleh RMI NU Kabupaten Malang.
Kompetisi ini dilaksanakan pada November 2025, dengan pengumuman pemenang pada 20 Desember 2025, dan penyerahan hadiah yang berlangsung pada 7 Januari 2026.
Ajang lomba tersebut menjadi ruang ekspresi bagi pelajar dan mahasiswa untuk menghadirkan karya video kreatif bernuansa positif. Khususnya yang sejalan dengan nilai-nilai keislaman dan dakwah digital.
Bagi Sisilya, keikutsertaannya dalam lomba ini tidak hanya didorong oleh keinginan berkompetisi, tetapi juga berangkat dari kegemaran pribadi di bidang editing konten visual yang telah lama ia tekuni.
Ketika mengetahui adanya lomba yang relevan dengan minat tersebut, ia melihatnya sebagai kesempatan untuk menyalurkan hobi sekaligus menghadirkan karya yang memiliki nilai kebermanfaatan.
“Awalnya memang karena hobi, aku senang ngedit. Terus tahu ada lomba seperti ini, jadi aku ikut. Kebetulan aku juga di pondok sebagai santri, jadi aku ingin memanfaatkan lomba ini untuk membuat karya-karya yang bisa mendakwahkan kebaikan ke banyak orang. Kalau juara itu bonus,” ungkapnya.
Proses pengerjaan karya dilakukan secara mandiri oleh Sisilya, mulai dari penyusunan konsep, pengambilan footage, hingga tahap editing akhir.
Ia mengaku harus berpacu dengan waktu, terutama karena pengerjaan dilakukan mendekati tenggat pengumpulan karya.
“Kurang lebih sekitar lima jam, dikerjakan malam hari saat deadline,” tuturnya.
Meski dikerjakan dalam waktu yang relatif singkat, Sisilya menilai proses tersebut justru memberikan pengalaman yang sangat berharga.
Menurutnya, tahapan produksi yang harus dijalani secara mandiri menuntut kemampuan manajemen waktu, fokus, dan konsistensi, terutama ketika harus menggabungkan beberapa peran sekaligus.
Sisilya menceritakan bahwa karya videonya mengangkat pesantren sebagai ruang tumbuh, di mana ilmu, iman, dan karakter berkelindan dalam denyut kehidupan sehari-hari.
Dari fajar yang diawali doa, kajian yang menajamkan pikiran, hingga kebersamaan yang menghangatkan hati.
“Menurut saya, setiap rutinitas sederhana di pesantren menjelma menjadi pelajaran tentang disiplin, kasih, dan makna hidup.”
“Sementara canda di asrama dan malam penuh cerita membentuk kenangan indah yang menempa diri menjadi pribadi yang lebih tangguh, rendah hati, dan bermakna,” jelasnya.
Lebih dari sekadar pencapaian personal, Sisilya memaknai prestasi ini sebagai bagian dari proses belajar dan pengembangan diri.
Menurutnya, bahwa mengikuti lomba kreatif tidak selalu harus berorientasi pada kemenangan, melainkan pada pengalaman, proses, dan nilai yang dapat dibagikan kepada orang lain.
Melalui pencapaian ini, Sisilya juga menyampaikan pesan dan motivasi kepada mahasiswa UB lainnya agar tidak ragu mengikuti berbagai ajang perlombaan, khususnya yang memberikan ruang untuk berekspresi dan berkarya secara positif.
“Untuk teman-teman UB lainnya, jangan ragu ikut lomba dan menunjukkan karya kalian. Menang itu bonus; yang paling penting adalah proses dan pengalaman yang didapat, serta seberapa banyak manfaat yang bisa kita tebarkan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa mahasiswa perlu berani mengeksplorasi ide-ide baru dan tidak takut tampil berbeda. Menurutnya, kreativitas sering lahir dari keberanian untuk keluar dari zona nyaman dan mencoba pendekatan yang tidak biasa.
“Terus berkarya, eksplor ide, dan jangan takut untuk beda atau out of the box,” imbuhnya.
Ke depan, Sisilya berharap kegiatan dan lomba serupa dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan.
Ia menilai bahwa ajang kreatif seperti ini memiliki peran penting sebagai wadah bagi siswa dan mahasiswa untuk menyalurkan bakat, mengasah keterampilan, sekaligus berkontribusi dalam menghadirkan konten positif di ruang digital.
“Semoga ke depannya lomba seperti ini bisa terus ada dan menjadi ruang bagi para siswa dan mahasiswa untuk menyalurkan bakatnya, serta menambah konten-konten positif di media sosial,” pungkasnya. (M Abd Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)




