TERTINGGI: Survei penjualan eceran yang dilakukan Bank Indonesia Malang, menunjukkan omzet penjualan kendaraan masih yang tertinggi. (Foto: Istimewa)
Malang POST – Penjualan eceran pada November 2025, diprakirakan tetap akan tumbuh. Mencapai 4,03 persen (month to month, mtm).
Hasil itu didapatkan dari Survei Penjualan Eceran (SPE). Salah satu survei yang dipublikasikan secara bulanan. Digunakan sebagai indikator untuk mengetahui perkembangan kondisi ekonomi di wilayah kerja Bank Indonesia Malang.
Tiga kelompok komoditas dengan prakiraan peningkatan omzet penjualan tertinggi secara bulanan, adalah kelompok kendaraan yang tumbuh sebesar 6,18 persen (mtm), kelompok makanan, minuman dan tembakau tumbuh sebesar 3,95 persen (mtm). Serta kelompok peralatan dan komunikasi di toko tumbuh di level 2,76 persen (mtm).
Peningkatan penjualan kelompok kendaraan, disumbang oleh sub sektor mobil sebesar 6,65 persen (mtm).
“Responden SPE mengonfirmasi, pada periode November–Desember, beberapa dealer menawarkan program DP 0 persen, potongan harga, serta skema bunga ringan melalui kerja sama dengan lembaga pembiayaan,” jelas Febrina, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang, dalam rilis yang diterima Malang Post, Jumat (12/12/2025).

KEPALA Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang, Febrina. (Foto: Ra Indrata/Malang Post)
Insentif ini, sebutnya, menjadi katalis positif yang mendorong peningkatan transaksi dan berkontribusi pada kenaikan omzet penjualan kendaraan.
Selanjutnya, kategori kelompok makanan, minuman dan tembakau tumbuh sebesar 3,95 persen (mtm), meningkat jika dibandingkan dengan periode sebelumnya yang terkontraksi -3,95 persen (mtm).
Pertumbuhan penjualan kelompok komoditas ini, di sumbang oleh sub sektor bahan makanan sebesar 5,66 persen (mtm).
“Hal tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan konsumenterhadap bahan makanan untuk pembuatan kue kering menjelangperayaan Natal dan Tahun Baru,” tandas alumni UGM Yogyakarta.
Kelompok peralatan dan komunikasi di toko, diprakirakan tumbuh 2,76 persen (mtm). Pertumbuhan ini ditopang oleh meningkatnya permintaan pada sub-sektor elektronik (audio/video), yang tumbuh 7,68 persen (mtm).
Kenaikan permintaan tersebut, masih sebut Febrina, dipengaruhi oleh meningkatnya konsumsi konten digital dan layanan streaming, sehingga mendorong kebutuhan masyarakatuntuk memperbarui atau meningkatkan perangkat audio dan video.”
“Bank Indonesia berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Pusat dan Daerah, dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Malang,” tegas Febrina. (*/Ra Indrata)




