Prosesi pelepasan jenazah almarhumah Hj Hanik, istri Walikota Malang, dari rumah duka. (Foto: Eka Nurcahyo/Malang Post)
MALANG POST – Mata Walikota Malang, Wahyu Hidayat, masih kelihatan sembab. Tanda dia mengalami duka yang mendalam usai istri tercintanya, Hj Hanik Andriani Wahyu Hidayat, tutup usia pada Kamis (20/11/2025) sekitar pukul 23.30 WIB.
Meski begitu, Pak Mbois–sapaan akrab Wahyu Hidayat–tetap berusaha tegar ketika melepas jenazah sang istri dari Masjid Quba di Jalan Terusan Ijen untuk dibawa ke tempat pemakaman umum (TPU) Kasin, Jumat sekira pukul 13.00 WIB. Sebelum proses pemakaman, jenazah almarhumah Hj Hanik terlebih dulu disholati di Masjid Quba seusai ibadah Sholat Jumat.
Masjid Quba pun dipadati pentakziah untuk ikut sholat jenazah berjamaah. Terpantau Pak Mbois, purna Walikota Malang Sutiaji dan Suyitno, Sekda Kota Malang, Erik Setyo Santoso, para kepala perangkat daerah bersama para pejabat lain serta para tokoh agama, para tokoh masyarakat serta berbagai elemen masyarakat, ikut Sholat Jenazah.
Jenazah almarhumah diberangkatkan dari rumah duka, yaitu Rumah Dinas (Rumdin) Walikota Malang Jalan Ijen 2, ke Masjid Quba sekitar pukul 11.00 WIB. Saat prosesi pelepasan ini, Pak Mbois meneteskan air mata.
Pentakziah dari berbagai kalangan mulai tokoh publik, pejabat, politisi, tokoh agama hingga masyarakat umum, tampak memadati rumah duka. Mereka menyampaikan duka cita dan penghormatan terakhir untuk mendiang yang dikenal peduli masyarakat kecil dan pelaku UMKM itu.
Prosesi pelepasan sekaligus doa dipimpin Ketua MUI Kota Malang, KH Isroqunnajah atau Gus Is. Di awal sambutannya, Gus Is menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian Hj Hanik. Ia mengajak masyarakat untuk mendoakan almarhumah.
“Di hari duka ini, mari doakan almarhumah, beliau sangat open kepada masyarakat kecil dan UMKM,” ujarnya.

Prosesi pemberangkatan jenazah almarhumah Hj Hanik dari Masjid Quba ke TPU Kasin. (Foto: Eka Nurcahyo/Malang Post)
Melihat rekam jejak semasa hidup, Gus Is meyakini almarhumah akan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Ia juga menyatakan kesaksian bahwa almarhumah merupakan orang baik.
“Saya bersaksi almarhumah orang baik. Kami turut berduka cita. Almarhumah orang baik, Insya Allah mendapat tempat terbaik,” ucapnya
Prosesi pelepasan diwarnai suasana haru. Tangis keluarga juga mengiringi derap langkah petugas Satpol PP yang memikul keranda jenazah almarhumah.
Pak Mbois pun menitikkan air mata saat keranda jenazah sang istri mulai diangkat. Sambil mengatupkan tangan, ia mengiringi keranda istri tercinta yang dipikul petugas.
Ny Hanik menghembuskan napas terakhir setelah mendapat perawatan medis di RSSA Malang pada Kamis (20/11/2025) sekitar pukul 23.30 WIB. Informasinya, mengetahui istri tercintanya tutup usia, Pak Mbois mengunggah pesan haru yang mencerminkan duka mendalam yang dirasakan keluarga.
Kabar duka itu disambut keprihatinan dan kesedihan mendalam dari warga Kota Malang. Mengingat sosok perempuan yang akrab disapa Hj Nanik itu dikenal aktif sebagai Ketua TP PKK Kota Malang, yang humble dan juga peduli terhadap perkembangan Kota Malang.
Untuk diketahui, Wahyu dan Hanik menikah pada tahun 1993. Dari pernikahannya, keduanya dianugerahi seorang anak dan seorang cucu.
Semasa hidup, Hanik dikenal sebagai pribadi yang sederhana dan kerap mendampingi sang suami dalam berbagai kegiatan pemerintahan.
Walaupun memiliki peran sebagai pendamping pejabat publik, Hanik tidak pernah meninggalkan tugasnya sebagai ibu rumah tangga.
Ia tetap memasak untuk keluarga, menyiapkan kebutuhan sang suami, serta memberi kehangatan bagi keluarga selama tinggal di Rumah Dinas Wali Kota Malang.
Sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kota Malang, Hanik selalu hadir sebagai sosok yang aktif dan berkomitmen penuh dalam program pencegahan stunting, pemberdayaan UMKM, hingga pendampingan PAUD di Kota Malang. (Eka Nurcahyo)




