MALANG POST – Perlindungan terhadap kelompok rentan, terutama kalangan lanjut usia (lansia), mendapat perhatian serius Pemkot Batu. Tak hanya berhenti pada jargon, komitmen itu diwujudkan melalui pembentukan Komisi Daerah Lanjut Usia (Komda Lansia) periode 2025–2028.
Komda Lansia ini ditegaskan melalui Surat Keputusan Wali Kota Batu tertanggal 5 Agustus 2025. Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, ditunjuk langsung sebagai Ketua Komda Lansia.
Penunjukan ini sekaligus sebagai tindak lanjut amanat undang-undang, sekaligus menjadi langkah nyata meningkatkan perlindungan dan pemberdayaan warga lanjut usia.
“Komda Lansia ini hadir sebagai wadah koordinasi kebijakan dan program penanganan lansia secara terpadu. Tugasnya menyinergikan kebijakan pusat dan daerah agar pelayanan benar-benar berdampak di lapangan,” tutur Heli, Selasa (9/9/2025).
Menurut dia, organisasi ini tak hanya mengoordinasikan kebijakan, tapi juga memberikan saran, memantau dan mengevaluasi program kepada kepala daerah.
Selain itu, Komda Lansia bertugas menghimpun sumber daya daerah, masyarakat dan pemerintah pusat untuk mendukung pelayanan bagi kelompok rentan tersebut.
Heli menjelaskan, program yang disusun tidak berhenti pada pola bantuan saja. Pemkot Batu ingin mendorong pemberdayaan lansia melalui berbagai kegiatan, seperti posyandu lansia, aktivitas sosial, hingga inovasi pelayanan. Salah satunya wacana pengembangan model rumah kasih sayang bagi lansia kurang beruntung.
‘Ini untuk memastikan setiap program benar-benar selaras dengan kebutuhan di lapangan. Fokus kami pada pemenuhan hak-hak dasar masyarakat, terutama kelompok lansia,” ujarnya.

KOMDA LANSIA: Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto saat memimpin rapat dengan para pengurus Konda Lansia Kota Batu yang baru saja dibentuk. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Agar program lebih tepat sasaran, data akurat mengenai jumlah dan kondisi lansia bakal diprioritaskan. Untuk itu, Pemkot Batu memperkuat koordinasi dengan desa dan kelurahan, serta melibatkan karang taruna dan PKK dalam pendataan maupun edukasi lansia.
Tak berhenti di situ, Pemkot Batu juga menyiapkan pembentukan satuan tugas (satgas) desa siaga lansia. Satgas ini akan melibatkan perangkat desa, puskesmas, hingga lembaga sosial. Dengan begitu, penanganan masalah kesehatan dan sosial bagi warga usia senja bisa lebih cepat dan efektif.
“Jangan sampai ada warga yang luput dari perhatian. Dengan satgas, pemetaan masalah bisa langsung direspons di tingkat desa,” tutur Heli.
Selain aspek kesehatan, Pemkot Batu juga membuka peluang memberikan dukungan bantuan sosial. Mulai dari Bantuan Langsung Tunai (BLT) melalui kecamatan, hingga opsi perawatan jangka panjang di lembaga sosial seperti panti jompo. Meski begitu, Heli menegaskan prinsip kemanusiaan tetap menjadi pijakan utama.
“Kalau memang dibutuhkan, kita akan fasilitasi. Tapi keluarga tetap harus dilibatkan,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Heli juga menyampaikan, langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari penguatan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Pemkot Batu ingin memastikan bukan hanya aspek kuratif (pengobatan), tetapi juga preventif (pencegahan) dan promotif (peningkatan kualitas hidup).
“Target kami jelas. Tidak boleh ada lansia di Kota Batu yang tidak mendapatkan layanan kesehatan maupun perhatian sosial. Semua harus diperlakukan sama,” tegasnya.
Dengan terbentuknya Komda Lansia, Heli berharap seluruh program lintas dinas bisa berjalan lebih sinergis. Sekaligus menjadikan Kota Batu sebagai kota ramah lansia, sejalan dengan visi MBatu Sae. (Ananto Wibowo)




