
JAWARA: Ganes Danastri Pratista Aura Afra, yang berhasil meraih juara pertama tingkat nasional dan juara tiga tingkat Asia Pasific. (Foto: Istimewa)
MALANG POST – Tiga atlet Karate asal Malang, mengikuti Kejuaraan International Asia-Pasifik Karate Championship, yang di gelar di Tangerang Selatan, pada Jumat (31/8/2025) hingga Minggu (3/8/2025). Mereka bertarung dengan membawa bendera Jawa Timur.
Hasilnya, Ganes Danastri Pratista Aura, M. Rojul Uzzi dan M. Rizalu Khudzifa, berhasil mempersembahkan medali emas dan perunggu, untuk level nasional. Sedang untuk level Asia Pasific, berhasil diraih satu medali perak dan tiga perunggu.
“Sebuah kebanggan bagi kami, bisa ikut serta dalam kejuaraan bergengsi ini. Kami turun mewakili Jatim,” kata Koordinator Pembinaan Prestasi (Binpres) GABDIKA Shito Ryu Kai, Jatim, M. Alfiah Qotadah, saat dikonfirmasi, Senin (4/8/2025) kemarin.
Pria yang akrab disapa Fia ini menjelaskan, tiga atlet yang diikutkan di kejuaraan International Asia-Pasifik Karate Championship itu, Rojul dan Rizalu dari Kabupaten Malang dan Ganes dari Kota Malang.
Keberhasilan para karateka tersebut, kata Fia, tidak luput dari jerih payahnya mereka yang tak kenal lelah dalam berlatih.
“Kami telah mempersiapkan ini semua sedemikian ketat dan berat. Bahkan di dua Minggu terakhir, anak-anak kami gembleng teknik,” tukasnya.

TERBAIK: Ketua Pengda Gabdika Shito Ryu Kai Jatim, Kh. Joehari Salam, bersama tiga karateka asal Malang yang mampu mempersembahkan sembilan medali di kejuaraan internasional. (Foto: Istimewa)
Sedangkan Ganes Danastri Pratista Aura Afra, atau yang akrab disapa Ganes, berhasil keluar sebagai juara 3 di Kejuaraan tingkat internasional Asia Pasific.
Siswa SMAN 3 Kota Malang ini, tampil sebagai wakil Provinsi Jawa Timur, dalam kompetisi bergengsi yang bertajuk: ‘International Asia-Pasific Hayashi-Ha Shitoryukai Karate Championship’.
Event yang diikuti 13 negara di Asia Pasific tersebut, di gelar di Tangerang Selatan. Ganes Danastri Pratista Aura Afra, yang juga atlet Porprov IX Jatim 2025 ini, turun di kelas Kata Perorangan Under 21 putri.
Selain di kejuaraan International Asia-Pasific Hayashi-Ha Shitoryukai Karate Championship, Ganes juga berhasil menyabet juara 1 untuk tingkat Nasional.
Ganes mengatakan, event ini merupakan kejuaraan bergengsi dan memiliki tantangan tersendiri. Apalagi lawan-lawannya adalah karateka dari negara lain.
“Di event ini, musuh terberat adalah dari Jepang. Tapi Alhamdulillah, saya bisa meraih juara 3 internasional dalam kompetisi Asia Pasific dan juara 1 tingkat nasional,” katanya.
Ganes menegaskan, konsisten dan menjaga fokus serta ketenangan adalah kunci untuk bertahan di dunia karate.
“Kemenangan ini tidak hanya untuk saya tapi untuk tim dan semua orang yang telah mendukung saya. Terima kasih,” tukasnya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Daerah Gabungan Beladiri Karate-Do Indonesia (Gabdika) Shito Ryu Kai Jawa Timur (Jatim), Kh. Joehari Salam mengatakan, keberhasilan ini sebagai kado HUT ke-80 RI.
Pria yang akrab Abah Joe ini mengapresiasi dan bersyukur atas raihan prestasi dari ketiga atletnya, yang telah berjuang dengan gigih dan berhasil mengkoleksi sembilan medali di ajang bergengsi tingkat Internasional itu.
“Sebagai Ketua Pengda Gabdika Jatim, saya bersyukur dan angkat topi setinggi tingginya atas prestasi gemilang atlet-atlet dari Malang Jatim, yang bisa membuktikan kualitas dan prestasi gemilang di even Internasional.”
“Saya juga sampaikan terimakasih tiada terhingga kepada para Pelatih dan Pengurus yang telah bersusah payah mencetak atlet-atlet yang hebat,” tambahnya.
Abah Joe menjelaskan, di International Asia-Pasific Karate Championship tersebut, Gabdika Shito Ryu Kai Jatim hanya menurunkan tiga atlet Karate yang berasal dari Kota Malang dan Kabupaten Malang.
“Bisa dibayangkan betapa gigih dan semangat juang mereka, hanya tiga atlet, tapi bisa memperoleh sembilan medali. Baik medali emas, perak dan perunggu,” tegasnya.
Selain semangat juang para atlet, tambah Abah Joe, wasit dan juri internasional sangat obyektif dan sportif dalam memberikan nilai. Berbeda dengan wasit dan juri di daerah yang biasanya selalu memenangkan anak didiknya atau dari Ryuhanya meskipun masih kurang bagus dari pada lawan-lawannya.
“Wasit/Juri Internasional sangat obyektif dan sportif. Yang kami sesalkan wasit-juri di daerah-daerah biasanya selalu memenangkan anak didiknya atau dari Ryuhanya meskipun jauh lebih bagus lawan-lawannya. Itu yang membuat atlet-atlet negeri ini sulit menang jika berlaga di event-event regional ataupun Internasional,” tukasnya.
Sebagai informasi, di event International Asia-Pasific Karate Championship tersebut diikuti sekitar 900 atlet dari 12 negara. Termasuk Indonesia, Malaysia, Jepang, dan Australia, India, Nepal, Singapura, serta Amerika Serikat. (*/Ra Indrata)