TERTUNDUK: Striker muda asal Nigeria, Samuel Otusanya, masih belum mampu berbuat banyak di lini depan Arema FC, saat kalah 0-3 dari Madura United. (Foto: Cak Taufik/Arema Official)
MALANG POST – Pelatih interim Arema FC Andre Caldas memutuskan meliburkan sesi latihan tim selama beberapa hari usai kalah 0-3 dari Madura United di Pamekasan, Jumat (6/11/2026), demi memanfaatkan jeda FIFA Matchday untuk memulihkan ketahanan mental para pemain sebelum menghadapi PSS Sleman.
Pelatih interim Arema FC, Andre Caldas, mengambil keputusan berani, dengan meliburkan sesi latihan anak asuhnya selama beberapa hari, usai ditundukkan Madura United 0-3 di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, sebagai langkah krusial memulihkan kondisi mental bertanding para pemain.
Hasil pahit kembali menimpa skuad Singo Edan di panggung Super League 2026/2027 pekan kesembilan. Melakoni laga tandang pada Jumat (6/11/2026) malam, Arema FC dipaksa bertekuk lutut usai dilumat tiga gol tanpa balas oleh tuan rumah Madura United di Pamekasan. Kekalahan telak ini langsung memancing sorotan tajam dari publik pendukung Malang Raya.
Namun, alih-alih menggelar latihan berat pascalaga, pelatih interim Arema FC, Andre Caldas, justru menempuh langkah kontroversial. Arsitek tim asal Brasil tersebut secara resmi meliburkan seluruh aktivitas latihan fisik skuad Singo Edan selama beberapa hari ke depan.
Caldas menyadari betul bahwa keputusannya tersebut bakal memicu gelombang kritik dari kalangan suporter yang kecewa atas performa tim. Meski demikian, ia pasang badan dan siap mempertaruhkan keputusannya demi kepentingan pemulihan kondisi psikologis armada Singo Edan.
“Saya tahu pasti ada orang yang bertanya, ‘Mengapa memberi jatah libur jika hasil pertandingan terakhir tidak bagus?’ Namun, bagian penting dari proses untuk kembali kuat secara mental adalah beristirahat,” ujar Andre Caldas.
Akar Masalah Krusial di Sektor Mentalitas
Caldas mengungkapkan, masalah paling krusial di dalam skuad Arema FC saat ini, bukan sekadar urusan taktik di atas rumput hijau. Rancangan strategi menumpuk lima pemain bertahan, sejatinya sempat berjalan efektif meredam agresivitas Madura United hingga paruh babak pertama.
Namun, runtuhnya fokus dan ketahanan psikologis saat gawang kebobolan menjelang turun minum, merusak seluruh skema yang telah disiapkan. Para pemain kerap mendadak kehilangan orientasi bertanding, begitu mendapat tekanan gol dari lawan.
Kepanikan masal di barisan pertahanan, membuat skuad Singo Edan gagal mempertahankan ritme permainan, hingga peluit panjang berbunyi.
Oleh karena itu, Caldas menilai jeda kompetisi FIFA Matchday selama dua pekan, menjadi momentum emas untuk menyembuhkan luka mental para pemain.
Waktu libur yang diberikan, diwajibkan menjadi ruang perenungan mandiri bagi setiap individu pemain. Para pemain diminta merenungi kekurangan masing-masing, serta memikul tanggung jawab moral untuk bangkit bersama di laga berikutnya.
“Sepak bola adalah olahraga yang menuntut fisik dan mental sangat kuat. Pemain harus rehat, merenungkan tanggung jawabnya, dan kembali ke markas dengan kondisi fisik dan mental jauh lebih kuat,” tegas Caldas.
Dukungan Zijlstra dan Target Kebangkitan
Langkah berani yang diambil sang pelatih, mendapatkan dukungan penuh dari penyerang muda Arema FC, Mauro Zijlstra.
Mauro mengakui, pertandingan di Pamekasan berlangsung sangat berat bagi mental bertanding seluruh pilar tim.
Tekanan tinggi yang dilancarkan tuan rumah, membuat tim kesulitan keluar dari cengkeraman permainan lawan. Dua peluang emas Arema FC yang sempat membentur mistar gawang pun, gagal berbuah gol akibat tidak tenangnya penyelesaian akhir.
Mauro sepakat, jeda istirahat amat dibutuhkan guna menyegarkan kembali pikiran seluruh pemain sebelum bersiap meladeni PSS Sleman.
“Pertandingan kemarin sangat berat bagi kami. Sekarang ada waktu libur beberapa hari. Kami akan manfaatkan ini untuk membangun kembali kekuatan mental tim bersama-sama,” ungkap Mauro Zijlstra.
Dengan jatah libur latihan yang diberikan, Caldas optimistis mentalitas bertanding Singo Edan bakal kembali bugar. Arema FC menargetkan siap memetik hasil maksimal serta mengamankan poin penuh pada laga-laga lanjutan mendatang. (Ra Indrata)




