MALANG POST – Saimin (76), warga Desa Pait, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, dilaporkan hilang setelah berpamitan pergi ke sawah pada Selasa (3/11/2026). Hingga Rabu (4/11/2026), keberadaan kakek lanjut usia tersebut masih belum ditemukan.
Pencarian telah dilakukan oleh pihak keluarga bersama warga, kepolisian, TNI, dan Perhutani. Namun, hingga kini belum ada tanda-tanda keberadaan Saimin. Petunjuk sementara mengarah ke kawasan hutan mahoni setelah sejumlah saksi mengaku terakhir melihat korban berjalan menuju area tersebut.
Kapolsek Kasembon, AKP Sugihartono, mengatakan bahwa Saimin awalnya berangkat ke sawah di kawasan Dusun Pait Utara pada Selasa pagi dengan mengendarai sepeda motor. Kendaraan tersebut kemudian diparkir di sebuah gubuk dekat area persawahan.
Keluarga semula tidak menaruh curiga karena aktivitas tersebut merupakan rutinitas harian korban. Namun, hingga sore hari, Saimin tak kunjung pulang ke rumah seperti biasanya.
“Jadi seperti aktivitas biasa, awalnya pamit pergi ke sawah atau kebun naik sepeda motor,” kata Sugihartono, Rabu (4/11/2026).
Kecurigaan keluarga semakin besar ketika waktu menunjukkan sekitar pukul 17.00 WIB, tetapi Saimin belum juga kembali. Anak korban kemudian menyusul ke sawah untuk mencari keberadaannya. Setibanya di lokasi, keluarga hanya menemukan sepeda motor milik korban yang terparkir di dekat gubuk.
Pencarian pun diperluas dengan meminta bantuan warga sekitar. Sekitar pukul 18.00 WIB, warga mulai menyisir sejumlah lokasi yang diduga menjadi jalur terakhir korban.

HILANG: Warga Desa Pait, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang dilaporkan hilang usai pamit ke sawah, baru sepeda motornya yang ditemukan. (Foto: Istimewa)
Dalam proses pencarian tersebut, anak Saimin bertemu dengan dua warga bernama Jianto dan Priyono. Keduanya mengaku sempat melihat korban di lokasi berbeda. Salah satu saksi melihat Saimin berjalan menuju kawasan hutan mahoni, sementara saksi lainnya mengaku terakhir bertemu korban di area hutan kopi yang mengarah ke hutan mahoni.
Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan mendatangi lokasi yang dimaksud. Namun, saat dilakukan pengecekan, korban sudah tidak ditemukan.
“Lokasi pertemuan itu kurang lebih sekitar tiga kilometer dari posisi sepeda motor terparkir. Namun, ketika anaknya bersama Pak Jianto dan Priyono menghampiri tempat Saimin terakhir terlihat, ternyata korban sudah tidak ada,” terang Sugihartono.
Karena pencarian mandiri oleh keluarga dan warga belum membuahkan hasil, kejadian tersebut akhirnya dilaporkan ke Polsek Kasembon. Petugas kemudian melakukan penyisiran bersama unsur TNI dan Perhutani.
Penyisiran dilakukan sejak Selasa malam sekitar waktu magrib hingga Rabu dini hari. Kendati demikian, tim belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
“Kami melakukan pencarian mulai magrib sampai subuh tadi, tetapi masih belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban. Saat ini pencarian masih terus berjalan dan kami sudah berkomunikasi dengan tim SAR,” jelasnya.
Sugihartono menambahkan, pihak kepolisian juga terus berkoordinasi dengan tim SAR untuk memperluas area pencarian apabila korban belum ditemukan dalam waktu 24 jam.
Kekhawatiran keluarga semakin besar karena berdasarkan keterangan yang disampaikan kepada polisi, Saimin memiliki riwayat mudah lupa. Kondisi tersebut membuat keluarga khawatir korban tersesat saat berada di area persawahan maupun kawasan hutan.
Hingga Rabu (4/11/2026) siang, upaya pencarian masih terus dilakukan. Polisi bersama unsur terkait berupaya menyisir area persawahan, hutan kopi, hingga kawasan hutan mahoni yang menjadi petunjuk terakhir keberadaan Saimin. (Ananto Wibowo)




