RAKER: Ketua Umum Pengkot Pertina Kota Malang, M Anas Muttaqin, memberikan sambutan saat Raker di GOR Tirtasari, Selasa (3/10/2026). (Foto: Eka Nurcahyo/Malang Post)
MALANG POST — Pengurus Kota (Pengkot) Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Malang menggelar Rapat Kerja (Raker) di GOR Tirtasari, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sukun, Selasa (3/11/2026). Forum ini menjadi momen perdana kepengurusan di bawah kepemimpinan M. Anas Muttaqin yang terpilih dalam Musyawarah Kota (Muskot) pada Agustus 2026 lalu.
Anas Muttaqin yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi C DPRD Kota Malang menyampaikan bahwa raker ini diharapkan mampu meningkatkan komunikasi antarilmuan, pengurus, dan insan tinju guna mengembalikan Kota Malang sebagai barometer olahraga tinju di Indonesia. Anas juga menjelaskan bahwa rapat kerja ini bertujuan untuk menentukan arah organisasi demi mewujudkan prestasi terbaik bagi para petinju Kota Malang.
Salah satu agenda terdekat adalah Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XV Jatim di Kabupaten Ngawi. Kota Malang menerjunkan 10 petinju pada ajang yang untuk pertama kalinya mempertandingkan cabang olahraga (cabor) tinju tersebut.
Peluang petinju Kota Malang untuk meraih medali emas di ajang Popda ini dinilai sangat besar. Pesaing utamanya adalah Kabupaten Sidoarjo, Kota Surabaya, Kota Batu, Kota Blitar, serta tuan rumah Kabupaten Ngawi.
“Kontingen tinju Kota Malang akan bertolak ke Ngawi lusa. Kami meminta adik-adik bisa menjadi juara sehingga mengharumkan nama Kota Malang,” ujar Anas yang juga merupakan politisi PKB tersebut.

Suasana raker Pertina Kota Malang. (Foto: Eka Nurcahyo/Malang Post)
Anas mengungkapkan bahwa para atlet tinju yang turun di Popda telah melewati proses seleksi yang ketat. Hasilnya, 10 petinju ini siap diturunkan di Popda dengan didampingi dua pelatih, yaitu Tousison dan Muzaki.
Dalam raker tersebut, Anas juga menyatakan kesiapannya untuk mengembangkan dan memajukan olahraga tinju Kota Malang melalui penyelenggaraan pertandingan secara rutin. Misalnya, melalui agenda silaturahmi antar-sasana maupun menggelar pertandingan di tempat-tempat strategis yang dapat menarik perhatian masyarakat.
Tentu saja langkah ini perlu didukung oleh fasilitas yang memadai. Salah satunya adalah ketersediaan ring tinju portabel ukuran 4×4 meter atau 5×5 meter yang mudah dibongkar pasang dan ditempatkan di mana saja ketika Pertina melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
Anas turut meminta para senior, baik petinju maupun insan tinju, untuk memberikan saran dan masukan bagi pengurus baru agar harapan menjadikan Kota Malang sebagai barometer tinju nasional dapat segera terwujud. Paling tidak, pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim 2029 mendatang, Kota Malang dapat keluar sebagai juara umum.
“Tentu ini semua membutuhkan dukungan dari KONI Kota Malang. Tahun ini, anggaran pembinaan cabor tinju dari KONI Kota Malang hanya Rp25 juta setahun. Semoga ke depan anggarannya bisa meningkat sehingga harapan agar Kota Malang kembali menjadi juara umum di Porprov dapat terwujud,” tutur Anas.
Pada rapat kerja tersebut, susunan pengurus Pertina Kota Malang periode 2026–2030 juga resmi diumumkan. Kepengurusan baru ini merupakan kolaborasi antara wajah-wajah baru dan senior dalam kancah pertinjuan Kota Malang.
Pelantikan pengurus baru Pertina Pengkot Malang akan digelar bersamaan dengan perhelatan Malang Super Fight (MSF) ke-27 di Mall Olympic Garden (MOG) pada 14–15 November 2026. Pada saat yang sama, pengurus Komisi Tinju Indonesia (KTI) yang diketuai oleh Ade Herawanto juga akan dilantik. Perhelatan MSF ke-27 tersebut akan mempertandingkan kategori tinju amatir dan profesional (ampro). (Eka Nurcahyo)




