MALANG POST – Kepolisian Resor Malang bergerak cepat menerjunkan personel gabungan bersama Forkopimcam Pagelaran guna menanggulangi luapan air Sungai Lesti yang menggenangi pemukiman warga dan jalan desa di Desa Kademangan, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, Selasa (03/11/2026).
Kesigapan jajaran Kepolisian Resor Malang dalam merespons ancaman bencana alam akibat cuaca ekstrem kembali ditunjukkan di lapangan.
Menginjak awal November 2026, luapan air sungai dilaporkan sempat menerjang kawasan pemukiman di wilayah Malang Selatan.
Peristiwa luapan air Sungai Lesti meluap sejak Senin (2/11/2026) pagi hari.
Berdasarkan hasil penyisiran dan pemantauan langsung Polsek Pagelaran, genangan air menyasar kawasan Dusun Krajan, Desa Kademangan, Kecamatan Pagelaran.
Air sungai menggenangi dua unit bangunan warung dan satu rumah warga setinggi kurang lebih 20 sentimeter.
Tiga bangunan terdampak yang berada di RT 01 RW 01 Desa Kademangan tersebut masing-masing milik Daim (62), Sukardi (64), dan Sukri (60).
Kasi Humas Polres Malang, AKP M. Budiono, membeberkan bahwa personel polsek bersama jajaran TNI, pemerintah kecamatan, serta warga desa langsung menyisir TKP.
“Petugas langsung turun melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan unsur terkait. Kami ingin memastikan kondisi masyarakat tetap aman,” ujar AKP M. Budiono, Selasa (3/11/2026).
Buka Pintu Air dan Pemadaman PLN

Di lokasi kejadian, tim gabungan bergotong royong melancarkan aksi penanganan darurat secara langsung.
Petugas dan warga mengangkat tumpukan batang kayu serta sampah rumah tangga yang menyumbat di kolong jembatan desa.
Sumbatan material sampah menjadi penyebab utama tersumbatnya alur dan meluapnya air sungai ke badan jalan.
Polres Malang juga membangun komunikasi cepat dengan pengelola pintu air PJT Sengguruh.
Koordinasi dilakukan agar pihak PJT membuka pintu air guna mendongkrak sirkulasi dan menyedot debit air Sungai Lesti yang bervolume tinggi.
Selain itu, kepolisian berkoordinasi dengan PLN Rayon setempat untuk melancarkan pemadaman aliran listrik sementara.
Langkah ini diambil demi mencegah bahaya korsleting atau sengatan listrik yang membahayakan keselamatan warga di lokasi genangan.
“Keselamatan warga menjadi prioritas utama kami. Kami imbau masyarakat tidak mendekati tepi sungai saat debit air naik,” tegas Budiono.
Kerja Bakti dan Kondisi Surut

Aksi siaga bencana digelar maraton mulai pukul 08.36 WIB hingga pukul 12.35 WIB.
Seiring dibukanya saluran dan bersihnya jembatan dari sampah, luapan air Sungai Lesti berangsur-angsur surut total.
Personel gabungan bersama warga setempat langsung mengambil cangkul dan semprotan air untuk melancarkan kerja bakti.
Jalan desa yang sebelumnya tertutup genangan air serta endapan lumpur tebal dibersihkan secara bergotong royong agar akses lalu lintas warga kembali lancar.
Hingga penanganan lapangan tuntas dieksekusi, debit air Sungai Lesti dilaporkan sudah kembali pada ambang batas normal.
Polres Malang memastikan tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiil bangunan yang berarti dalam musibah ini.
Polres Malang berjanji akan terus menyiagakan jajaran Bhabinkamtibmas untuk memantau titik-titik rawan banjir di sepanjang daerah aliran sungai (DAS).
“Polres Malang bersama pemerintah daerah akan terus siaga memantau perkembangan situasi agar kondisi masyarakat aman,” pangkas Budiono. (HmsResma/Ra Indrata)




