SENIOR: Yujun Lee mencoba merebut bola yang dikuasai Julian Guevara. RANS Nusantara kalah telak 0-4 di i.League Cup di Stadion Kanjuruhan. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – RANS Nusantara FC, memetik pelajaran amat berharga usai mengakui keunggulan kasta Arema FC dengan skor 0-4 pada laga pembuka Ronde 1 Grup L Wilayah Timur i-League Cup 2026/2027 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Selasa (3/11/2026) sore.
Hasil pahit harus diterima skuad RANS Nusantara FC saat melakoni ‘Derby Kanjuruhan’ di ajang i-League Cup 2026/2027.
Bertanding di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Selasa (3/11/2026) sore, klub berjuluk The Phoenix tersebut menyerah empat gol tanpa balas dari Arema FC.
Empat gol yang bersarang di gawang RANS dilesakkan oleh hattrick Samuel Otusanya serta satu gol tambahan dari Hanif Sjahbandi.
Meski menelan kekalahan mencolok, pelatih kepala RANS Nusantara FC, Kas Hartadi, menyikapi hasil pertandingan dengan lapang dada.
Kas Hartadi menegaskan, keputusan merombak susunan pemain secara besar-besaran diambil, demi mengamankan kebugaran fisik pemain utama.
Jadwal pertandingan yang amat padat di kompetisi Championship (Liga 2) membuat tim pelatih wajib memutar otak.
Ia sengaja menerjunkan mayoritas pemain muda dan amunisi pelapis, yang selama ini sangat minim mengantongi jam terbang bertanding.
“Selamat untuk Arema atas kemenangannya. RANS memang banyak merotasi pemain untuk persiapan pertandingan Championship selanjutnya,” ujar Kas Hartadi dalam sesi jumpa pers usai laga.
Lengah di Bola Mati dan Pengalaman Pemain Muda
Membedah jalannya pertandingan 90 menit di Kanjuruhan, Kas Hartadi menyoroti dua gol awal Arema FC yang lahir dari skenario bola mati (set piece).
Gol pertama dan kedua yang dilesakkan Samuel Otusanya, murni tercipta akibat hilangnya konsentrasi barisan pertahanan RANS.
Para pemain belakang dinilai terlalu berfokus melihat pergerakan bola dan alpa mengawal pergerakan pemain lawan tanpa bola di dalam kotak penalti.
Kondisi tersebut diperparah oleh minimnya pengalaman bertanding para pemain muda, yang dipasang di lini pertahanan dan lini tengah.
Ketangguhan fisik dan kecepatan serangan balik yang diperagakan para pilar Arema FC, memberi pelajaran nyata mengenai standar permainan di kasta tertinggi.
Kas Hartadi membantah keras anggapan bahwa timnya sengaja ‘mengalah’ atau tidak menganggap penting ajang i-League Cup.
Pengrusakan pertahanan di babak kedua, murni terjadi karena perbedaan kualitas pengalaman dan kematangan bertanding antar kedua tim.
“Tidak ada kata mengalah dari Arema. Kita sengaja merotasi karena waktu kita mepet untuk liga. Kami memberikan jam terbang untuk semua pemain muda yang jarang tampil. Arema memang levelnya lebih tinggi,” tegas pelatih berpengalaman tersebut.
Opsi Pelapis dan Pelajaran Berharga Dias Angga
Lebih lanjut, Kas Hartadi menjelaskan, eksperimen taktis di Kanjuruhan memberikan gambaran terang bagi tim pelatih.
Lewat laga kompetitif melawan tim sekelas Arema FC, ia sanggup memetakan potensi pemain pelapis, yang layak menjadi opsi substitusi di kompetisi Liga 2.
Pemain mana yang siap diturunkan dari bangku cadangan saat ada pilar utama yang terbelit sanksi akumulasi kartu kuning atau cedera.
Nada serupa disampaikan oleh bek senior RANS Nusantara FC, Dias Angga Putra.
Mewakili rekan-rekannya di dalam ruang ganti, Dias menyebut turnamen i-League Cup memiliki nilai penting yang sejajar dengan kompetisi Championship.
Bagi para pemain muda, kesempatan merumput melawan Arema menjadi panggung berharga untuk mengasah ketahanan mental dan kedisiplinan taktis.
Kekalahan 0-4 ini bakal dijadikan bahan evaluasi mandiri bagi seluruh anggota tim sebelum kembali bertarung mengejar target promosi di kompetisi Liga 2.
“Kami sudah berjuang maksimal, tetapi harus diakui Arema memberikan pelajaran yang sangat bagus. Setelah ini kami langsung fokus bersiap untuk laga berikutnya di liga,” pangkas Dias Angga. (Ra Indrata)




