SELEBRASI: Samuel Otusanya, Gustavo Franca dan Johan Alfarizie, saat merayakan gol ketiga yang melengkapi hattrick striker asal Nigeria tersebut. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Arema FC mengamuk di markas sendiri, usai memukul telak RANS Nusantara FC, dengan skor tanpa balas 4-0 lewat panggung hattrick penyerang muda Samuel Otusanya, pada Ronde 1 Grup L Wilayah Timur i-League Cup 2026/2027 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Selasa (3/11/2026) sore.
Langkah awal Arema FC di panggung i-League Cup 2026/2027, dibuka dengan catatan performa yang amat fantastis.
Meski bertindak sebagai tim tamu di markas yang dipakai bersama, skuad Singo Edan tampil sangat perkasa di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Selasa (3/11/2026) sore.
Menghadapi RANS Nusantara FC, pada laga pembuka Ronde 1 Grup L Wilayah Timur, anak asuh Andre Caldas Costa, menggulung sang lawan empat gol tanpa balas.
Bintang lapangan pada pertandingan sore itu, tak lain adalah juru gedor muda asal Nigeria, Samuel Otusanya.
Otusanya memborong tiga gol sekaligus (hattrick) untuk merobek jala gawang RANS Nusantara FC.
Satu gol pelengkap kemenangan, disumbangkan oleh gelandang senior yang baru kembali merumput, Hanif Abdurrauf Sjahbandi.
Kemenangan telak 4-0 ini menjadi pengobat dahaga yang sangat berharga, usai hasil buruk di Super League, akhir pekan lalu. Ketika Arema tunduk 1-3 dari Bali United.
Sempat Tertekan di Dua Puluh Menit Awal
Meski mengakhiri laga dengan kemenangan mencolok, jalan Arema FC untuk menguasai pertandingan, tidak didapat secara cuma-cuma.
Pelatih interim Arema FC, Andre Caldas, membeberkan, anak asuhnya sempat tampil buruk dan kurang terorganisasi pada 15 hingga 20 menit pertama babak pertama.
Para pemain pelapis yang diturunkan, terlihat terburu-buru dan tidak menjalankan instruksi taktis dengan rapi, baik saat memegang bola maupun bertahan.
“Awal permainan kami sangat tidak bagus. Pada 20 menit pertama, kami tidak terorganisasi. Tetapi jika ingin menjadi tim besar, kita harus disiplin dan terorganisasi di setiap laga,” ujar Andre Caldas usai laga.
Titik balik kebangkitan Arema FC baru tercipta pada menit ke-26, lewat skenario bola mati (set piece).
Eksekusi sepak pojok Gustavo França yang mengarah tajam ke area gawang, sempat ditepis kiper RANS, Ditea Dwi Cahya.
Namun, bola muntah liar langsung disambar oleh Samuel Otusanya, lewat tendangan pelan yang merayap masuk ke dalam gawang.
Sepuluh menit berselang, tepatnya pada menit ke-36, Otusanya kembali mencatatkan namanya di papan skor.
Memanfaatkan kemelut bola liar di depan kotak penalti, sepakan keras kaki kanan Otusanya sukses merobek jala RANS untuk kedua kalinya. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum.
Ledakan Otusanya dan Gol Emosional Hanif
Memasuki babak kedua, koordinasi taktis Singo Edan berjalan jauh lebih rapi usai mendapatkan arahan di ruang ganti.
Caldas meminta anak asuhnya untuk tidak mengendurkan daya tekan dan terus menguasai sirkulasi bola.
Instruksi tersebut direspons cepat di atas lapangan.
Pada menit ke-51, Samuel Otusanya melengkapi catatan hattrick cantiknya.
Menerima umpan terukur dari bek veteran Hansamu Yama Pranata, Otusanya dengan dingin memperdaya kiper lawan untuk membawa Arema unggul 3-0.
Pesta kemenangan Singo Edan akhirnya ditutup manis pada menit ke-66.
Gelandang senior Hanif Abdurrauf Sjahbandi, yang masuk sebagai pemain pengganti, sukses menuntaskan umpan matang Robi Darwis menjadi gol keempat.
Gol tersebut terasa sangat emosional bagi Hanif yang baru pulih dari cedera panjang.
Caldas memberikan pujian setinggi langit atas kepemimpinan Hanif di dalam maupun luar lapangan.
“Saya sangat gembira melihat Hanif kembali bermain dan mencetak gol. Kehadiran pemain berpengalaman seperti dia memberikan kepercayaan diri besar bagi seluruh tim,” tegas Caldas.
Pembuktian Kedalaman Skuad dan Rotasi
Kemenangan empat gol tanpa balas ini membuktikan keampuhan skema rotasi pemain yang dilancarkan oleh Andre Caldas.
Caldas menegaskan, dirinya percaya 100 persen kepada seluruh materi pemain lokal yang dimiliki Arema FC.
Pilihan formasi fleksibel 4-2-3-1 atau 4-3-3 terbukti berjalan efektif, meski dihuni mayoritas pemain yang jarang mengantongi menit bertanding reguler.
Bagi Caldas, hasil akhir 4-0 bukan sekadar angka di papan skor, melainkan bukti nyata bahwa seluruh pilar Arema siap bertarung saat diberi kesempatan.
“Poin utamanya adalah tiga poin. Para pemain mendapatkan menit bertanding dan membuktikan bahwa mereka layak bermain untuk Arema. Saya sangat percaya pada skuad ini,” pungkas juru taktik asal Brasil tersebut. (Ra Indrata)




