BERANGKAT: Walikota Malang, Wahyu Hidayat, mengenakan topi secara simbolis ke atlet, tanda pemberangkatan kontingen Kota Malang di ajang Popda XV Jatim 2026, Senin (2/11/2026). (Foto: Eka Nurcahyo/Malang Post)
MALANG POST — Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, resmi melepas 335 atlet dan satu para-atlet kontingen Kota Malang menuju Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XV Jawa Timur 2026 di halaman Balai Kota Malang, Senin (2/11/2026). Kota Malang menargetkan raihan 25 medali emas dan mengamankan peringkat ketiga klasemen akhir.
Perhelatan Popda XV Jatim 2026 sendiri menempatkan Kabupaten Ngawi sebagai tuan rumah utama, serta didukung Kota Surabaya dan Kota Kediri sebagai lokasi pendukung untuk sejumlah cabang olahraga (cabor).
Dalam ajang ini, kontingen Kota Malang berpartisipasi pada 27 cabor. Acara pelepasan kontingen tetap berlangsung khidmat dan penuh semangat meski diwarnai rintik hujan. Para atlet tampak bergeming di lokasinya masing-masing untuk mengikuti prosesi hingga selesai. Bahkan, saat penyerahan topi secara simbolis oleh Wali Kota Wahyu sebagai tanda pelepasan kontingen, hujan belum juga reda.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa seluruh atlet yang tergabung dalam kontingen merupakan hasil seleksi ketat dari masing-masing cabor. Para atlet juga telah menjalani rangkaian persiapan dan latihan intensif sebelum dipercaya membawa nama Kota Malang di ajang tingkat provinsi tersebut.
“Mereka memang berasal dari cabang olahraga pilihan yang sudah menjalani latihan dan seleksi kualifikasi hingga akhirnya bisa mewakili Kota Malang dalam ajang ini,” jelas Wahyu.

UPACARA: Suasana upacara pelepasan kontingen Kota Malang ke ajang Popda Jatim 2026. (Foto: Eka Nurcahyo/Malang Post)
Wahyu mengaku cukup optimistis terhadap peluang kontingen Kota Malang dalam meraih prestasi terbaik. Terlebih lagi, sebelum pelepasan resmi dilakukan, Kota Malang telah berhasil mengantongi tiga medali emas dari cabor akuatik, yaitu renang.
“Hari ini kita sudah meraih tiga medali emas. Mudah-mudahan capaian ini bisa menambah semangat para atlet saat dipublikasikan dan diberangkatkan,” tuturnya.
Berbekal capaian awal tersebut, Wahyu berharap para atlet mampu menjaga konsistensi hingga kompetisi berakhir. Ia menargetkan kontingen Kota Malang dapat mengumpulkan total 25 medali emas dan bertahan di peringkat ketiga klasemen akhir.
Wahyu juga berpesan kepada para atlet untuk selalu menjunjung tinggi sportivitas serta meraih prestasi demi mengharumkan dan menjaga nama baik Kota Malang.
Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Arif Tri Sastyawan, mengaku bersyukur atas peningkatan jumlah atlet yang diberangkatkan tahun ini. Pada tahap perencanaan awal, kontingen hanya diproyeksikan diisi sekitar 200 atlet, tetapi berkembang menjadi 335 atlet berkat dukungan penuh dari masyarakat.
Arif berharap penambahan kekuatan ini dapat memperbesar peluang Kota Malang dalam persaingan perebutan medali. Ia mengimbau seluruh elemen kontingen untuk menyatukan semangat dan tujuan demi meraih hasil maksimal.
Mengenai peta persaingan, Arif menilai target mempertahankan posisi tiga besar cukup realistis. Kendati demikian, Kota Malang tetap harus mewaspadai dua daerah yang selama ini dikenal memiliki pembinaan olahraga pelajar yang kuat, yaitu Surabaya dan Sidoarjo.
“Pesaing utama kita adalah Sidoarjo dan Surabaya,” ujar Arif.
Meski begitu, Arif menyambut baik raihan sementara Kota Malang yang sudah membukukan 3 medali emas, 5 perak, dan 3 perunggu dari cabor renang. Hasil tersebut sudah sesuai dengan target awal cabor.
“Mudah-mudahan capaian prestasi dari cabang renang yang telah menyelesaikan pertandingan ini mampu menjadi pendorong motivasi bagi cabor-cabor lain, sehingga target posisi tiga besar dapat diraih oleh Kota Malang,” kata Arif.
Menanggapi pertanyaan mengenai bonus bagi atlet berprestasi, Arif menegaskan bahwa pihak pemerintah daerah telah menyiapkan apresiasi bagi seluruh peraih medali. Meski belum menyebutkan besaran nominalnya, ia membocorkan bahwa bonus tersebut juga mencakup beasiswa pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi.
“Bonus beasiswa ini bertujuan agar para atlet potensial tidak berpindah membela daerah lain,” pungkas Arif. (Eka Nurcahyo)




