MALANG POST — Ribuan jemaah memadati Halaman Balai Kota Among Tani, Kota Batu, pada Minggu (1/11/2026) malam untuk mengikuti Zikir Akbar bersama Gus Iqdam. Kegiatan religius dalam rangka Hari Jadi ke-25 Kota Batu ini diisi dengan doa bersama demi keberkahan, kemajuan, dan kelestarian alam daerah.
Halaman Balai Kota Among Tani Kota Batu dipadati ribuan jemaah pada Minggu (1/11/2026) malam. Mereka menghadiri Zikir Akbar bersama pendiri Majelis Taklim Sabilu Taubah, Agus Muhammad Iqdam Kholid, atau yang akrab disapa Gus Iqdam. Kegiatan tersebut menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Batu.
Suasana religius terasa sepanjang acara. Lantunan selawat yang diiringi Hadrah Sabilu Taubah menggema di halaman Balai Kota. Para jemaah mengikuti rangkaian pembacaan selawat, tausiah, hingga doa bersama dengan antusias dan khidmat.
Wali Kota Batu, Nurochman, mengatakan bahwa Zikir Akbar tersebut menjadi momentum untuk mensyukuri perjalanan 25 tahun Kota Batu sekaligus memohon keberkahan bagi seluruh masyarakat.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik. Fondasi spiritual juga diperlukan agar kemajuan kota berjalan beriringan dengan penguatan nilai keimanan dan kebersamaan masyarakat.

DZIKIR AKBAR: Pemkot Batu menggelar Dzikir Akbar bersama Gus Iqdam dalam rangka HUT ke 25 Kota Batu. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
“Genap sudah 25 tahun perjalanan otonomi daerah Kota Batu. Seperempat abad telah kita lalui bersama dengan berbagai dinamika, tantangan, dan capaian pembangunan. Peringatan perak ini sengaja kita buka dan hiasi dengan majelis ilmu serta zikir akbar,” ujar Nurochman.
Ia menyambut kehadiran Gus Iqdam dan rombongan di Kota Batu. Nurochman berharap momentum tersebut membawa keberkahan sekaligus memperkuat doa bersama agar Kota Batu senantiasa aman, kondusif, dan harmonis.
Cak Nur, sapaan akrab Nurochman, juga mengajak masyarakat mendoakan kelestarian lingkungan. Terlebih lagi, tema Hari Jadi ke-25 Kota Batu tahun ini mengusung semangat “Bangkit Bersama, Jaga Alam Raya untuk mBatu SAE Berkelanjutan” dengan slogan “Kreatif SAE”.
Menurutnya, tema tersebut menjadi pengingat bahwa kemajuan ekonomi dan pariwisata harus berjalan seiring dengan upaya menjaga alam. Sebab, kelestarian lingkungan merupakan modal penting bagi masa depan Kota Batu dan generasi mendatang.
“Mari bersama-sama mendoakan Kota Batu supaya aman, kondusif, harmonis, dan alam raya kita tetap terjaga. Semoga lingkungan tetap lestari sehingga tidak terjadi bencana di wilayah Kota Batu,” pesannya.
Ia menambahkan, Zikir Akbar juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat. Kebersamaan tersebut diharapkan menjadi energi positif dalam membangun Kota Batu yang lebih baik dan sejahtera.

Sementara itu, Gus Iqdam mengajak masyarakat Kota Batu untuk tidak lupa mensyukuri berbagai nikmat yang telah dimiliki, mulai dari keindahan alam, udara sejuk, potensi pertanian dan pariwisata, hingga kekayaan kuliner serta keberadaan UMKM.
Pendakwah asal Blitar tersebut bahkan memiliki kenangan tersendiri dengan Kota Batu. Ia mengaku cukup sering berwisata ke Kota Batu saat masih kecil. Oleh karena itu, potensi dan suasana kota berjuluk Kota Wisata tersebut bukan hal asing baginya.
Dalam kesempatan itu, Gus Iqdam juga memberikan perhatian terhadap upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kota Batu, salah satunya melalui Program 1.000 Sarjana yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah daerah.
Ia turut mendoakan agar program tersebut berjalan lancar dan mampu melahirkan generasi muda berkualitas. Bahkan, ia berharap dari program itu kelak muncul tokoh-tokoh hebat yang membawa nama Kota Batu hingga tingkat nasional.
Gus Iqdam juga mendoakan agar Kota Batu semakin diberkahi, diangkat derajatnya, serta semakin dikenal luas hingga kancah internasional.
Doa dan lantunan selawat malam itu menjadi bagian dari refleksi seperempat abad perjalanan Kota Batu. Kegiatan ini tidak sekadar merayakan pertambahan usia, tetapi juga menguatkan harapan agar kota ini terus berkembang tanpa meninggalkan nilai kebersamaan dan kelestarian alam. (Ananto Wibowo)




