MALANG POST – OJK Malang bersama BI dan LPS menggelar BIK Financial Festival 2026 di Lapangan Rampal, Sabtu (31/10/2026). Diikuti lebih dari 4.000 peserta, ajang ini mencatatkan penyaluran kredit UMKM senilai Rp905 miliar guna mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat Malang Raya.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang bersama Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Malang kembali menggelar Puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 pada Sabtu (31/10/2026).
Tahun ini, acara menghadirkan BIK Financial Festival 2026 bertema “Mlaku Bareng, Guyub Bareng, Cerdas Finansial”. Berbeda dari sebelumnya, kegiatan kali ini bekerja sama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang dan Kantor Perwakilan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) II Surabaya.
Kegiatan yang dilaksanakan di Lapangan Rampal ini menjadi bagian dari rangkaian BIK yang diselenggarakan serentak di seluruh Indonesia setiap bulan Oktober sejak tahun 2016. Penyelenggaraan BIK merupakan salah satu strategi nasional untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.
BIK Financial Festival 2026 dihadiri Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Kepala OJK Malang Farid Faletehan, Kepala Kantor Perwakilan BI Malang Indra Kuspriyadi, Kepala Kantor Perwakilan LPS II Surabaya Bambang S. Hidayat, Wakil Ketua I DPRD Kota Malang Abdurrochman, serta Kepala Wilayah Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Timur Cita Mellisa.
Hadir pula perwakilan Forkopimda, kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kota Malang, serta pimpinan lembaga jasa keuangan (LJK) di wilayah kerja OJK Malang.
Pemimpin Cabang Malang PT Permodalan Nasional Madani (Persero), Mizan Sa’roni, selaku Ketua Panitia BIK Financial Festival 2026 menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kerja sama yang kuat.
“Kegiatan ini adalah bukti nyata sinergi dan kolaborasi, sekaligus komitmen bersama untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan warga Malang,” ujar Mizan Sa’roni.

Kepala OJK Malang, Farid Faletehan, menegaskan bahwa inklusi keuangan perlu diiringi dengan literasi.
“Inklusi keuangan perlu diiringi dengan literasi agar masyarakat dapat memanfaatkan produk dan layanan keuangan secara bijak. Karena itu, kami menghadirkan stan lembaga jasa keuangan dan BIK Financial Passport agar masyarakat dapat belajar secara menyenangkan,” ungkap Farid.
Tahun ini, OJK Malang kembali menghadirkan literasi keuangan yang dikemas dalam permainan melalui BIK Financial Passport. Masyarakat dapat mengunjungi stan LPS, BI, dan LJK, serta mengikuti permainan keuangan di stan OJK, sehingga belajar keuangan menjadi lebih menyenangkan dan interaktif.
Pada kesempatan ini, diberikan pula apresiasi atas capaian BIK 2026 berupa penyaluran kredit kepada segmen UMKM selama bulan Oktober 2026. BRI, Bank Mandiri, BNI, Bank Jatim, BPR Tugu Artha, BPRS Al Hijrah, dan PNM hadir selaku perwakilan pelaku usaha jasa keuangan.
Selama BIK 2026, kredit tersebut disalurkan kepada 28.502 debitur dengan nilai Rp905 miliar. Capaian itu diapresiasi oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat.
“Ketika masyarakat mampu mengakses layanan keuangan, peluang untuk membangun usaha dan meningkatkan perekonomian semakin terbuka,” ujarnya.
Intermediasi keuangan yang optimal diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi melalui aktivitas usaha dan konsumsi.
BIK Financial Festival 2026 diikuti oleh lebih dari 4.000 peserta dari berbagai elemen masyarakat. Acara diawali dengan fun walk dan senam zumba, dilanjutkan dengan final kompetisi BIK dan festival budaya Bantengan, serta diakhiri oleh penampilan Bams.
Kegiatan ini juga diwarnai oleh partisipasi lebih dari 30 LJK dalam Financial Expo dan Pasar Rakyat UMKM yang diikuti oleh lebih dari 50 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan anggota FKIJK, Kampoeng Heritage Kajoetangan, serta UMKM warga Kota Malang pemenang sayembara stan gratis.
Kegiatan ini diharapkan mendorong masyarakat untuk memanfaatkan produk dan layanan keuangan formal secara bijak sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan, sekaligus terhindar dari aktivitas keuangan ilegal.
Kolaborasi lintas lembaga ini juga diharapkan terus berlanjut sehingga dapat mendukung target inklusi keuangan nasional sebesar 98 persen pada 2045 menuju Indonesia Emas.
Rangkaian Puncak BIK 2026 diwarnai tiga kompetisi yang melibatkan berbagai kalangan, mulai dari pegawai lembaga jasa keuangan (LJK), pelajar dan mahasiswa, hingga anak-anak.
Kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang unjuk bakat, melainkan juga sarana mempererat kebersamaan dan memperluas jangkauan edukasi keuangan kepada masyarakat Kota Malang. (Eka Nurcahyo)




