MALANG POST – Arema FC berkolaborasi erat dengan Polresta Malang Kota dan Pemerintah Kota Malang, siap menggelar panggung festival olahraga dan ekonomi rakyat bertajuk Singo Play-on secara gratis di Stadion Gajayana serta area Parkir Barat Gajayana pada Sabtu (31/10/2026) mendatang.
Sinergi tiga pilar utama di Kota Malang, kembali menghadirkan terobosan hiburan positif bagi warga Kota Pendidikan.
Manajemen Arema FC menggandeng Kepolisian Resor Kota Malang Kota dan Pemerintah Kota Malang, menggelar hajatan kemasyarakatan bertajuk Singo Play-on.
Gelaran kolaboratif berskala besar ini, dijadwalkan berlangsung meriah pada Sabtu (31/10/2026) esok.
Pusat kegiatan bakal menguasai dua titik strategis sekaligus, yakni area dalam Stadion Gajayana serta pelataran Parkir Barat Stadion Gajayana.
Inisiasi lintas sektor ini, dirancang sebagai sarana edukasi dan sosialisasi aktivitas keolahragaan alternatif bagi generasi muda.
Di saat bersamaan, event ini menjadi stimulus nyata untuk membangkitkan roda perekonomian para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal Malang Raya.
Event Manager Singo Play-on, Bram Hady Sulton, menegaskan, seluruh rangkaian acara dapat diakses secara Cuma-Cuma alias gratis oleh seluruh lapisan warga.
Masyarakat dari berbagai pelosok Malang Raya, diundang untuk datang meramaikan arena festival bersama sanak keluarga maupun rombongan komunitas.
“Singo Play-on kami hadirkan gratis untuk masyarakat umum. Harapannya, selain menjadi wadah edukasi olahraga dan hiburan positif, event ini mampu menggerakkan roda perekonomian lokal melalui keterlibatan UMKM,” ujar Bram Hady Sulton, Kamis (29/10/2026).
Enam Zona Atraksi dan Ekonomi Kreatif
Guna memanjakan para pengunjung dari pagi hingga malam hari, panitia penyelenggara telah menyiapkan enam wahana zona kegiatan yang sangat variatif.
Pertama, Grassroot Football Festival yang menyajikan festival sepak bola usia dini guna menjaring bakat-bakat muda pembinaaan lapangan hijau.
Kedua, Pertandingan Orado yang menghadirkan persaingan olahraga tradisional dan ketangkasan fisik.
Ketiga, UMKM Corner yang menjadi lapak utama jajanan kuliner otentik serta produk kreatif olahan warga lokal.
Keempat, Clothing Corner yang menjajakan rilisan busana distro, barang merchandise resmi klub, serta produk fesyen karya anak muda Malang.
Kelima, Esport Area yang memfasilitasi kompetisi gim ketangkasan digital bagi para gamers milenial.
Keenam, Stage Entertainment yang menyuguhkan pertunjukan musik live serta atraksi seni hiburan panggung.
Stimulus Ekonomi dan Wadah Edukasi
Bram menambahkan, Singo Play-on bukan sekadar panggung hura-hura hiburan semata.
Kegiatan ini membawa misi sosial untuk mengikis kesan kaku dan membangun interaksi yang semakin harmonis antara suporter, aparat kepolisian, serta jajaran pemerintah daerah.
Sektor UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi Kota Malang diberi ruang terhormat untuk memperluas jangkauan pasar.
Keterlibatan puluhan lapak UMKM dan merek distro lokal di area Parkir Barat Stadion Gajayana diharapkan sanggup memicu perputaran transaksi ekonomi yang signifikan selama akhir pekan.
Pihak panitia mengimbau para pengunjung untuk tetap menjaga kebersihan, ketertiban umum, serta mematuhi arahan petugas di lokasi acara.
Melalui Singo Play-on, Malang ingin membuktikan diri sebagai kota yang aman, kreatif, kondusif, dan selalu bergandengan tangan merawat potensi lokal. (Ra Indrata)




