KARTU DEBIT: Sekda Budiar Anwar dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan, bersama Executive Branch Coordinator Jawa Timur Bank Permata dan Dewan Komisaris serta Direksi PT BPR Arta Kanjuruhan Pemkab Malang (Perseroda). (Foto: Nino Wiwantara/Malang Post)
MALANG POST – Digitalisasi layanan keuangan daerah terus didorong Pemerintah Kabupaten Malang. Salah satu langkahnya melalui peluncuran Corporate Debit Card ATM Garudeya oleh PT BPR Arta Kanjuruhan Pemkab Malang (Perseroda), Senin (26/10/2026).
Peluncuran ini menjadi bagian dari upaya memperkuat daya saing badan usaha milik daerah (BUMD) di sektor perbankan sekaligus memperluas akses transaksi keuangan. Kolaborasi dengan Bank Permata diharapkan membuka peluang pemanfaatan layanan bagi sekitar 20.000 pegawai di lingkungan Pemkab Malang.
Kegiatan tersebut dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Budiar Anwar, di Ruang Rapat Sekretaris Daerah, Jalan Merdeka Timur Nomor 3, Malang.
Hadir pula Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Malang, Executive Branch Coordinator Jawa Timur Bank Permata beserta tim, jajaran Bagian Perekonomian, serta Dewan Komisaris dan Direksi PT BPR Arta Kanjuruhan Pemkab Malang (Perseroda).
Budiar menegaskan, peluncuran kartu debit korporasi tersebut bukan sekadar penambahan produk perbankan. Inovasi ini diharapkan menjadi bagian dari modernisasi layanan keuangan daerah agar lebih efisien, mudah diakses, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
“Peluncuran Corporate Debit Card ATM Garudeya bukan sekadar produk perbankan baru, melainkan langkah strategis BPR Arta Kanjuruhan untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis sekaligus memperkuat daya saing BUMD dalam transformasi digital,” ujarnya.

KOMPAK: Sekda Budiar Anwar, bersama Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Executive Branch Coordinator Jawa Timur Bank Permata beserta tim, jajaran Bagian Perekonomian, serta Dewan Komisaris dan Direksi PT BPR Arta Kanjuruhan Pemkab Malang (Perseroda). (Foto: Nino Wiwantara/Malang Post)
Menurut Budiar, inovasi layanan harus berjalan beriringan dengan penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG). Pengembangan teknologi perbankan perlu didukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengelolaan risiko yang cermat, perlindungan data nasabah, serta keandalan sistem transaksi.
Ia juga menekankan pentingnya evaluasi berkala dan edukasi kepada masyarakat. Langkah tersebut diperlukan agar pemanfaatan layanan keuangan digital tidak hanya menawarkan kemudahan, tetapi juga memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi pengguna.
“Kita berharap inovasi ini dapat meningkatkan efisiensi, memperluas akses transaksi, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap BPR milik daerah di tengah perkembangan teknologi digital,” katanya.
Dari sisi aksesibilitas, Pemkab Malang mendorong penyediaan loket layanan (counter) dan mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di area lobi kantor pemerintah kabupaten. Fasilitas tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan pegawai maupun masyarakat umum untuk memenuhi kebutuhan transaksi secara lebih praktis.
Rencana penyediaan fasilitas itu sekaligus menjadi bagian dari upaya mendekatkan layanan perbankan kepada pengguna. Namun, pelaksanaannya tetap memerlukan kesiapan infrastruktur, sistem operasional, serta pengaturan layanan yang memadai.
Bagi PT BPR Arta Kanjuruhan, peluncuran kartu debit Garudeya diharapkan memperkuat perannya sebagai BUMD yang berkontribusi terhadap perekonomian daerah. Perluasan akses layanan keuangan berpotensi mendukung aktivitas transaksi masyarakat dan pelaku usaha, sekaligus memperkuat inklusi keuangan di Kabupaten Malang.
Budiar menyatakan optimistis transformasi digital yang disertai penguatan tata kelola, keamanan transaksi, dan peningkatan kualitas pelayanan dapat mendorong BUMD sektor perbankan menjadi lebih adaptif dan kompetitif.
“Dengan demikian, inovasi layanan keuangan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan perbankan, tetapi juga memperkuat fondasi perekonomian Kabupaten Malang yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Nino Wiwantara/Ra Indrata)




