MALANG POST – Derap langkah yang serempak berpadu dengan tabuhan perkusi dan alunan musik. Penampilan itulah yang membuat drumband Arjua, singkatan dari Arek Druju Dua, menjadi salah satu kegiatan ekstrakurikuler unggulan di SDN 2 Druju, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang.
Dengan 64 personel, kelompok drumband ini menjadi kebanggaan sekolah. Mereka tidak hanya berlatih memainkan alat musik, tetapi juga mengasah kedisiplinan, kekompakan, dan kemampuan bekerja sama dalam sebuah tim.
Penampilan Arjua kembali mencuri perhatian saat memeriahkan upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ke-12 beberapa waktu lalu. Kehadiran mereka turut menyemarakkan acara yang mengangkat peran santri dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
Kepala SDN 2 Druju Umi Zainab, S.Pd., berharap kelompok drumband tersebut semakin banyak mendapat kesempatan tampil, baik dalam kegiatan sekolah maupun acara yang diselenggarakan masyarakat.
“Kehadiran drumband yang terdiri dari 64 personel ini tentu akan membuat suasana acara menjadi jauh lebih meriah, semarak, dan menarik perhatian banyak orang,” ujarnya.
Menurut Umi, Arjua selama ini telah beberapa kali tampil dalam kegiatan sekolah maupun acara masyarakat, meskipun masih terbatas di tingkat lokal.
“Drumband Arjua ini sering tampil pada acara kegiatan di sekolah maupun masyarakat walaupun tingkat lokal,” jelas Umi, Senin (26/10/2026).
Dengan keterlibatan dalam berbagai kegiatan, sekolah berharap pengalaman para siswa semakin bertambah. Kesempatan tampil di depan publik juga dapat menjadi ruang bagi mereka untuk mengembangkan kepercayaan diri sekaligus menunjukkan hasil latihan.
Perkuat Karakter Lewat Kegiatan Ekstrakurikuler

PIMPINAN SEKOLAH: Umi Zaenab, S.Pd., Kepala SDN 2 Druju, Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. (Foto: Diky Prasetyo/Malang Post)
SDN 2 Druju saat ini memiliki 117 siswa. Selain drumband, sekolah menyediakan kegiatan ekstrakurikuler sepak bola dan Pramuka untuk mendukung pengembangan minat, bakat, serta keterampilan siswa di luar pembelajaran kelas.
Sekolah juga menjalankan kegiatan ekstrakurikuler mengaji sebagai bagian dari program Pemerintah Kabupaten Malang. Kegiatan ini diarahkan untuk membiasakan siswa membaca Al-Qur’an sekaligus membangun karakter, tata krama, dan lingkungan sekolah yang religius.
Menurut Umi, pembelajaran mengaji dilaksanakan setelah kegiatan belajar mengajar selesai dengan jadwal berbeda untuk setiap kelompok kelas.
Siswa kelas 1 dan 2 mengikuti kegiatan pada Selasa. Pada Rabu, giliran siswa kelas 3 dan 4, sedangkan siswa kelas 5 dan 6 mendapat jadwal pada Kamis.
Pembagian jadwal tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah memberikan ruang belajar mengaji secara rutin tanpa mengabaikan kegiatan pembelajaran utama.
Umi mengaku senang melihat perkembangan kemampuan membaca Al-Qur’an para siswa setelah mengikuti kegiatan tersebut secara konsisten.
“Alhamdulillah, saya ikut senang mendengarnya. Konsistensi dalam memberikan kelas ekstra mengaji terbukti membuahkan hasil nyata pada kelancaran membaca Al-Qur’an,” ucapnya.
Melalui beragam kegiatan ekstrakurikuler, SDN 2 Druju berupaya memberikan ruang bagi siswa untuk berkembang dalam berbagai bidang. Drumband menjadi wadah bagi bakat seni dan kedisiplinan, sepak bola mendukung aktivitas fisik dan kerja sama, Pramuka membangun kemandirian, sedangkan kegiatan mengaji memperkuat pembiasaan membaca Al-Qur’an dan pembentukan karakter.
Sekolah berharap pengembangan potensi tersebut dapat membuat siswa tumbuh lebih percaya diri, terampil, dan memiliki bekal karakter yang baik. (Diky Prasetyo/Ra Indrata)




