SAMA KUAT: RANS Nusantara FC (putih abu-abu) saat dijamu Persis Solo. Kedua tim bermain imbang 2-2. (Foto: RANS Nusantara Official)
MALANG POST – RANS Nusantara FC, sukses mencuri satu poin penting usai bermain imbang 2-2 dalam duel sengit nan bertensi tinggi, melawan tuan rumah Persis Solo pada Pekan ke-7 Grup B Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Manahan, Surakarta, Sabtu (24/10/2026) malam.
Pertarungan sengit langsung tersaji sejak peluit awal dibunyikan oleh wasit Louis Ridho Muhammad asal Jakarta.
Kedua tim yang sama-sama menerapkan formasi ofensif 4-3-3, memperagakan permainan terbuka dengan intensitas tinggi di hadapan 1.877 penonton.
RANS Nusantara FC yang ber-homebase di Stadion Kanjuruhan Malang, tampil lebih mendominasi pada awal laga.
Gebrakan direct play yang digalang Dedik Setiawan, Jan Hoel Andersen, dan Sheva Pradana merepotkan barisan pertahanan Laskar Sambernyawa.
Laga baru berjalan 10 menit, The Prestige Phoenix membuka keunggulan 1-0 lewat gol Refan Nadief Atallah.
Menerima umpan terukur dari Sheva Pradana, Refan melepaskan sepakan keras menyusur tanah dari luar kotak penalti yang gagal dijangkau kiper Persis, Pualam Bahari.
Tuan rumah baru bisa membalas pada masa injury time babak pertama (45+2′).
Aksi individu Bernard Cédric Doumbia dihentikan oleh kiper RANS, Andrika Fathir, di dalam kotak terlarang.
Usai melakukan peninjauan ulang lewat Video Assistant Referee (VAR), wasit menunjuk titik putih.
Vinicius “Vico” Duarte yang maju sebagai algojo sukses mengeksekusi penalti untuk menyamakan skor menjadi 1-1.
Hujan Kartu dan Tandukan Penyelamat Tuan Rumah
Memasuki babak kedua, benturan fisik antarpemain berlangsung kian keras.
Lini pertahanan RANS yang dipimpin Achmad Faris Ardiansyah, harus jatuh bangun meredam gempuran pemain Persis Solo.
Meskipun mendapat tekanan fisik yang cukup intens, skema pertahanan rapat (compact defense) anak asuh Kas Hartadi berjalan sangat disiplin.
RANS bahkan berhasil kembali unggul 2-1 pada menit ke-67.
Umpan silang matang dari Dedik Setiawan, disambar dengan dingin oleh penyerang asal Norwegia, Jan Hoel Andersen, untuk membobol gawang tuan rumah.
Kemenangan RANS yang sudah di depan mata akhirnya sirna sepuluh menit menjelang laga usai.
Pada menit ke-80, kerja sama dua pemain pengganti Persis membuahkan hasil.
Umpan silang Dodi Alekvan Djin, berhasil disundul dengan akurat oleh Andy Harjito untuk memaksa laga berakhir imbang 2-2 hingga peluit panjang dibunyikan.
Soroti Kinerja Wasit dan Target Promosi
Hadir dalam sesi konferensi pers usai laga, pelatih kepala RANS Nusantara FC, Kas Hartadi, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas perjuangan pantang menyerah anak asuhnya.
Kas Hartadi menjelaskan, taktik bertahan yang dikombinasikan dengan serangan balik cepat (defensive counter) terbukti ampuh meredam agresivitas Persis.
Meski begitu, ia tidak menampik kekecewaannya terhadap kepemimpinan wasit yang dinilainya kerap mengambil keputusan kontroversial hingga memicu emosi pemain di lapangan.
“Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada para pemain yang bekerja keras luar biasa. Soal wasit, kalian semua bisa menilai sendiri keputusan-keputusannya yang membuat situasi memanas,” ujar Kas Hartadi, Sabtu (24/10/2026) malam.
Disinggung mengenai peluang RANS bersaing di papan atas menuju tiket promosi Liga 1, Kas Hartadi memilih bersikap realistis.
Perjalanan kompetisi dinilainya masih sangat panjang dan membutuhkan pembenahan berkelanjutan di setiap pekan.
Senada dengan sang pelatih, bek RANS Nusantara FC, Dias Angga, bersyukur atas raihan satu poin dari markas lawan.
“Ini pertandingan besar dan bagus. Apapun hasilnya kita harus bersyukur bisa membawa pulang poin dari Solo,” pangkas Dias Angga. (Ra Indrata)




