MALANG POST – Bek asing Arema FC Walisson Maia bersama pelatih kepala Marcos Santos menyampaikan permohonan maaf tulus kepada Aremania, sekaligus mengajak seluruh pilar Singo Edan segera menegakkan kepala usai digilas Persija Jakarta 1-5 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu (21/10/2026) malam.
Duka mendalam masih menyelimuti kubu Arema FC usai menelan hasil mengecewakan pada laga Pekan ke-6 BRI Super League 2026/2027.
Tampil di hadapan pendukung lawan di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, gawang Singo Edan diacak-acak oleh Persija Jakarta hingga menyerah dengan skor telak 1-5.
Hasil pahit ini makin memperpanjang tren negatif Arema FC yang gagal memetik satu pun kemenangan dalam lima laga beruntun.
Hadir mendampingi pelatih Marcos Santos dalam sesi konferensi pers usai laga, bek tengah asal Brasil, Walisson Maia, mengakui bahwa bertanding melawan tim papan atas di markas lawan merupakan ujian yang sangat berat.
Maia mengungkapkan bahwa organisasi permainan tim sejatinya sempat berjalan cukup apik di awal babak pertama.
Namun, ketika gawang Arema FC kebobolan gol pertama, skenario permainan mulai goyah.
Keputusan para pemain untuk keluar menyerang demi mengejar ketinggalan justru berbalik menjadi petaka mematikan.
“Seperti yang disampaikan Coach, kami tahu pertandingan ini sangat sulit. Kami menghadapi tim papan atas di kandangnya sendiri,” kata Walisson Maia, Kamis (22/10/2026).
Pemain bernomor punggung 5 itu menjelaskan bahwa lubang besar di garis pertahanan dengan mudah dieksploitasi oleh para penyerang cepat Persija.
“Kami kebobolan gol pertama. Ketika kami mencoba keluar untuk menyerang dan mengejar ketertinggalan, kami justru kembali kebobolan gol kedua,” lanjut bek jangkung tersebut.
Tolak Cari Alasan dan Minta Maaf ke Aremania
Meski kekalahan telak lima gol membanting mentalitas ruang ganti tim, Maia menegaskan bahwa seluruh pemain sepakat untuk tidak mencari-cari alasan atau apologi atas performa buruk tersebut.
Maia secara khusus menyampaikan permohonan maaf yang sangat tulus kepada para Aremania dan Aremanita.
Terutama bagi ratusan suporter setia yang telah rela menempuh perjalanan jauh dari Malang menuju Bekasi demi mengawal perjuangan Singo Edan.
“Apa pun yang kami sampaikan hari ini tidak bisa dijadikan alasan. Kami tentu sangat sedih karena ingin memberikan hasil positif kepada suporter yang datang jauh-jauh. Kami memohon maaf dan harus melanjutkan perjuangan,” tuturnya penuh penyesalan.
Mengingat padatnya jadwal kompetisi yang hanya berjarak tiga hingga empat hari ke depan, Maia meminta rekan-rekannya tidak larut dalam kesedihan.
Pemain diimbau untuk segera menegakkan kepala, memperbaiki setiap cela kelemahan, serta mengalihkan fokus penuh menyambut pertandingan kandang di Malang.
“Kami harus mengangkat kepala dan fokus pada pertandingan berikutnya. Laga selanjutnya sudah menanti tiga atau empat hari lagi di kandang sendiri. Kami harus segera bersiap,” tegas Maia.
Pengakuan Kualitas Macan Kemayoran
Di sisi lain, pelatih Arema FC, Marcos Vinicius dos Santos Goncalves, menilai anak asuhnya sebenarnya menunjukkan semangat juang dan kerja keras yang cukup solid di paruh pertama.
Namun, efektivitas serangan balik Persija yang sangat klinis membuat benteng pertahanan Singo Edan kewalahan dan hilang kendali.
Marcos secara terbuka memuji kedalaman materi pemain dan kualitas permainan Macan Kemayoran yang dinilainya sangat matang.
“Pada babak pertama terlihat organisasi permainan dan keinginan pemain untuk membaik. Tapi ketika kami mencoba keluar menyerang, Persija sangat jeli memanfaatkan situasi,” terang Marcos.
Juru taktik berpaspor Brasil itu tidak ragu menyebut Persija sebagai salah satu tim paling difavoritkan untuk merengkuh mahkota juara musim ini. (Ra Indrata)




