MALANG POST – Kedekatan polisi dengan ulama dan masyarakat, menjadi salah satu upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Semangat itu diwujudkan Polsek Sumberpucung, Polres Malang, melalui kegiatan ziarah makam para pendiri dan penggerak Nahdlatul Ulama (NU), dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026, Rabu (21/10/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB tersebut, berlangsung di enam lokasi makam di Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang. Kapolsek Sumberpucung Iptu Choirul Mustofa, hadir bersama jajaran pengurus NU, badan otonom (banom), serta warga NU setempat.
Peserta kegiatan meliputi Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Sumberpucung, pengurus PAC banom yang terdiri atas Muslimat NU, GP Ansor, Fatayat NU, IPNU-IPPNU, dan Pagar Nusa. Pengurus ranting NU, ranting banom, serta warga NU dari berbagai wilayah di Kecamatan Sumberpucung juga turut mengikuti ziarah.
Enam lokasi yang dikunjungi: Makam Keluarga Ponpes Al Huda di Desa Ngebruk, Makam Keluarga Bani Thoyib di Desa Ngebruk, TPU Kramat Jati di Desa Jatiguwi, Makam Keluarga KH Ahmad Faqih Muqoddam di Desa Sumberpucung, Makam Keluarga Ponpes Barokatul Qur’an, serta Makam Keluarga KH M. Ihsan di lingkungan Masjid Miftahul Huda, Dusun Lolaras, Desa Karangkates.
Polisi dan Banser Bersinergi
Pengamanan kegiatan melibatkan personel Polsek Sumberpucung, yakni Aiptu Didit Eko P. selaku Kanit Binmas, Aipda Eko Wahyu W. dan Briptu Viki sebagai Bhabinkamtibmas, serta 20 personel Barisan Ansor Serbaguna (Banser).

ZIARAH: Kapolsek Sumberpucung Polres Malang, Iptu Choirul Mustofa, bersama Pengurus MWCNU, PAC Banom (Muslimat, Ansor, Fatayat, IPNU-IPPNU, Pagar Nusa), Pengurus Ranting NU, Kepala Desa se-Kecamatan Sumberpucung dalam rangka Hari Santri Nasional 2026 di Masjid Miftahul Huda Dusun Lolaras Desa Karangkates, Rabu (21/10/2026). (Foto: Diky Prasetyo/Malang Post)
Kapolsek Sumberpucung Iptu Choirul Mustofa menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mendekatkan kepolisian dengan masyarakat, khususnya para ulama dan kiai. Kegiatan itu juga sejalan dengan program Polisi Kumpul Masyarakat yang disebut sebagai bagian dari pelaksanaan Commander Wish Kapolri dan Kapolda Jawa Timur.
Menurut Choirul, sinergi antara kepolisian dan tokoh agama memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan tetap aman dan kondusif. Keduanya dapat berkontribusi melalui peran masing-masing di tengah masyarakat.
“Polisi dan kyai harus berdampingan dalam memberantas kejahatan yang mengganggu kamtibmas. Polisi lewat hukumnya, kyai lewat dakwah agama,” ujarnya.
Ia berharap hubungan baik antara kepolisian, ulama, dan masyarakat terus terjaga. Dengan komunikasi dan kerja sama yang kuat, upaya pencegahan gangguan keamanan di tingkat lingkungan diharapkan berjalan lebih efektif.
MUI Apresiasi Kehadiran Kapolsek
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Sumberpucung, Ustaz Anam Fathoni mengapresiasi keterlibatan Polsek Sumberpucung dalam kegiatan ziarah tersebut.
Menurut Anam, kehadiran Kapolsek secara langsung menjadi bentuk perhatian terhadap kegiatan keagamaan masyarakat, sekaligus memperkuat hubungan antara kepolisian dan warga NU.
“Terima kasih kepada Polsek Sumberpucung yang sudah mengawal dan mengamankan kegiatan ini. Baru kali ini ada Kapolsek hadir sendiri dan ikut giat ziarah Muassis,” ungkapnya.
Rangkaian ziarah berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Santri Nasional sekaligus momentum mempererat silaturahmi antara kepolisian, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dan warga di Kecamatan Sumberpucung. (Diky Prasetyo/Ra Indrata)




