PEMADAMAN: UPT Damkar Satpol PP Kota Malang, tiba di lokasi TPA Supiturang Mulyorejo, Sukun. Setelah dapatkan laporan dari DLH Kota Malang, Rabu (21/10/2026). (Foto: Istimewa)
MALANG POST – Kebakaran hebat kembali melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supiturang di Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang, hingga menghanguskan lahan seluas hampir satu hektare, akibat picuan aktivitas pembakaran sampah yang terseret angin kencang di tengah musim kemarau, Rabu (21/10/2026).
Ancaman kebakaran di area penumpukan sampah Kota Malang kembali terjadi.
Gumpalan asap hitam pekat mendadak membubung tinggi menyelimuti sisi barat utara TPA Supiturang Mulyorejo sejak pukul 11.00 WIB.
Aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang menerima laporan resmi peristiwa amuk si jago merah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sekitar pukul 13.00 WIB.
Hasil identifikasi di tempat kejadian perkara (TKP) mencatat luasan area yang dilalap api telah mendekati satu hektare.
Kasat Pol PP Kota Malang, Prayitno, membeberkan bahwa muasal kobaran api dipicu oleh ulah seorang warga yang nekat membakar sampah di sisi selatan TPA.
Percikan api pembakaran sampah tersebut dengan cepat terseret tiupan angin kencang ke arah utara hingga menyambar tumpukan sampah kering.
“Titik api awalnya dari selatan. Setelah dilakukan penyemprotan air sedemikian rupa, bagian selatan bisa dipadamkan. Namun sisi barat bagian paling bawah cukup sulit dipadamkan karena terus muncul titik api baru,” terang Prayitno, Rabu (21/10/2026).
Pemicu Angin Kencang Dan Gas Metan
Proses pemadaman api di TPA Supiturang membutuhkan penanganan ekstra hati-hati lantaran karakter lokasinya yang menyimpan timbunan gas metan bertekanan tinggi.
Prayitno menjelaskan bahwa cuaca terik musim kemarau dan terpaan angin kencang membuat kobaran api cepat merambat serta melambung tinggi.
Kondisi tersebut diperparah oleh keberadaan kantong-kantong gas metan di bawah tumpukan sampah yang berfungsi layaknya bahan bakar alami.
Guna mempercepat proses pemadaman dan pembasahan, tim pemadam kebakaran kota menerjunkan armada penuh dengan bantuan kekuatan lintas sektor.
Lebih dari 50 personel gabungan dikerahkan siaga di lokasi, yang melibatkan tim BPBD Kota Malang, relawan, bantuan Damkar Pemkab Malang, hingga unit kendaraan Water Cannon Polresta Malang Kota.
Pihak Satpol PP juga menjalin komunikasi dengan tim Damkar PT Bentoel dan Universitas Brawijaya untuk perbantuan pasokan armada air.
“Upaya pengerahan kekuatan gabungan ini bertujuan untuk mempercepat penyelesaian pembasahan sekaligus memadamkan kobaran api di lokasi,” tegas Prayitno.
Teknik Penyekatan dan Pembasahan Kompleks

PANTAU BERJARAK: Awak media dari kejauhan terus memantau kondisi di TPA Supiturang Mulyorejo. Api kian membumbung tinggi terbawa angin. (Foto: Iwan Kaconk/Malang Post)
Di lokasi pemadaman, Kepala UPT Damkar Satpol PP Kota Malang, Pandu Rizki Darmawan, memaparkan bahwa strategi utama yang diterapkan petugas adalah melakukan penyekatan area.
Langkah penyekatan ini krusial untuk memutus jalur rambatan api agar tidak meluas ke zona pemrosesan sampah lainnya.
Pandu memastikan bahwa lokasi kebakaran berada jauh dari permukiman warga sehingga dipastikan tidak ada ancaman dampak langsung ke rumah penduduk.
Hingga Rabu sore, armada pemadam terus hilir mudik melakukan pengisian ulang air untuk menyisir sisa-sisa bara api di bagian terbawah tumpukan sampah.
Kerumitan utama pemadaman TPA terletak pada bara api tersembunyi yang mengendap di bawah gundukan sampah dan tidak terlihat dari permukaan tanah.
“Kami terus menelisik pembasahan hingga lapisan sampah paling bawah. Di balik tumpukan sampah sulit dipantau apakah api benar-benar padam atau masih menyimpang bara. Kami mesti teliti dan sabar menelusurinya,” pangkas Pandu. (Iwan Kaconk/Ra Indrata)




