MALANG POST – Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang melepas 10 mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Perpustakaan di Malang, Selasa (20/10/2026), untuk mengikuti program Student Mobility di Universiti Teknologi MARA, Malaysia, guna memperluas wawasan akademik internasional dan memperkuat kapasitas lintas budaya.
Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang (FS UM) melepas 10 mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Perpustakaan untuk mengikuti program pertukaran mahasiswa (Student Mobility) di Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia. Program internasional ini berlangsung selama hampir satu bulan, terhitung sejak 21 Oktober hingga 14 November 2026.
Agenda ini dirancang untuk mengakselerasi kompetensi akademik, memperluas cakrawala global, serta memberikan pengalaman pembelajaran lintas budaya (cross-cultural learning) bagi para mahasiswa.
Seremoni pelepasan delegasi dilaksanakan pada Selasa (20/10/2026) di Ruang Sidang Fakultas Sastra UM.
Sepuluh mahasiswa terpopuler yang lolos seleksi tersebut adalah Berinda Nareswari, Carissa Irilla, Ivone Kinanti Natalie, Jihan Andini, Muhammad Nabil Makarim, Ni Nyoman Adnyaswari, Putri Shofura, Tsabitah Tifali Dhiyaulhaq, Yugi Fernandi, dan Kinantira Desti Auliasari. Mereka didampingi oleh dua dosen pembimbing, yakni Ketua Program Studi S1 Ilmu Perpustakaan UM, Dr. Febri Taufiqurrahman, S.Hum., M.Hum., serta Sherly Rosa Anggraeni, S.Kom., M.Kom.
Seluruh peserta berhasil mengamankan tiket program setelah melalui tahapan seleksi administrasi berkas dan wawancara kompetensi yang ketat. Program ini menjadi langkah nyata FS UM dalam memperkuat agenda internasionalisasi kampus.
Dekan FS UM, Dr. Moch. Syahri, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa penyelenggaraan Student Mobility ke UiTM Malaysia merupakan wujud komitmen fakultas dalam mengawal UM menuju perguruan tinggi berkelas dunia (world-class university).
“Volume mahasiswa yang kita kirim ke luar negeri setiap tahunnya terus mengalami peningkatan. Langkah ini bertujuan untuk mempromosikan keunggulan UM sekaligus memberikan jam terbang pengalaman akademik internasional kepada mahasiswa,” ujar Syahri, Selasa (20/10/2026).
Moch. Syahri turut berpesan agar para delegasi senantiasa menjaga almamater serta adaptif dalam bersosialisasi dengan komunitas kampus setempat.
“Pahami, pelajari, dan cermati setiap peluang selama di sana. Manfaatkan waktu untuk belajar sebanyak-banyaknya. Jalin interaksi intensif dengan mahasiswa lokal ketimbang hanya bergaul dengan sesama mahasiswa Indonesia,” pesannya.
Program Student Mobility ke UiTM tahun ini merupakan pelaksanaan gelombang kedua setelah sukses dihelat pada tahun 2025. Sinergi yang terjalin harmonis ini diharapkan terus membuka pintu mobilitas internasional bagi sivitas akademika FS UM pada masa mendatang.
Melalui program ini, FS UM turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui perluasan akses pembelajaran internasional, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) lewat penguatan jejaring kemitraan antarperguruan tinggi global. (M. Abd. Rahman Rozzi-Januar Triwahyudi)




