MALANG POST – Aktivitas Gunung Semeru dan potensi gelombang tinggi di perairan selatan Malang menjadi perhatian pada Senin (19/10/2026). Semeru dilaporkan mengalami erupsi pada pukul 02.46 WIB, sementara gelombang laut di perairan Malang berpotensi mencapai 2,5 meter.
Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat yang beraktivitas di kawasan pegunungan maupun pesisir. Selain aktivitas vulkanik, prakiraan cuaca di Gunung Semeru, Bromo, Arjuno, Welirang, dan Kawi-Butak menunjukkan perubahan suhu serta potensi hujan rintik-rintik pada sore hingga malam hari.
Kepala UPT Balai Besar BMKG Malang Ricko Kardoso mengingatkan masyarakat agar memperhatikan informasi cuaca dan keselamatan sebelum melakukan perjalanan. Untuk aktivitas di kawasan gunung api, masyarakat juga perlu mengikuti rekomendasi resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Semeru erupsi, status Level III
Berdasarkan informasi PVMBG melalui MAGMA Indonesia yang dikutip dalam bahan laporan, Gunung Semeru mengalami erupsi pada pukul 02.46 WIB. Secara visual, letusan tidak teramati. Namun, seismograf mencatat amplitudo maksimum 11 milimeter dengan durasi 108 detik.
Status aktivitas Gunung Semeru berada pada Level III atau Siaga. Karena itu, masyarakat dan pendaki wajib mematuhi rekomendasi keselamatan yang ditetapkan otoritas.
PVMBG mengimbau masyarakat tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak. Masyarakat juga diminta menjauhi sempadan sungai sejauh 500 meter karena adanya potensi awan panas dan aliran lahar.
Prakiraan cuaca Semeru pada Senin menunjukkan suhu sekitar 14 derajat Celsius pukul 07.00 WIB, meningkat menjadi 17 derajat pada pukul 10.00 dan 19 derajat pada pukul 13.00. Suhu diprakirakan mencapai 20 derajat pada pukul 16.00, sebelum hujan rintik-rintik berpotensi turun pukul 19.00 dengan suhu 12 derajat. Pada pukul 22.00, suhu diprakirakan sekitar 10 derajat Celsius.
Kondisi cuaca tersebut tidak mengubah pembatasan aktivitas akibat bahaya vulkanik. Masyarakat diminta memantau pembaruan rekomendasi PVMBG dan pengelola kawasan sebelum merencanakan perjalanan.
Bromo Hingga Kawi-Butak Berpotensi Diguyur Hujan
Selain Semeru, perubahan suhu dan potensi hujan lokal juga perlu diperhatikan di sejumlah gunung lain di Jawa Timur.
Gunung Bromo yang memiliki ketinggian 2.329 meter di atas permukaan laut (mdpl) diprakirakan bersuhu 12 derajat Celsius pada pukul 07.00 WIB. Suhu meningkat menjadi 18 derajat pada pukul 10.00 dan 23 derajat pada pukul 13.00 saat cuaca cerah.
Pada pukul 16.00, suhu diprakirakan sekitar 21 derajat dengan awan tersebar. Hujan rintik-rintik berpotensi terjadi pukul 19.00 dengan suhu 14 derajat, sedangkan pukul 22.00 cuaca diprakirakan cerah dengan suhu 13 derajat. Bromo dilaporkan berada pada Level II atau Waspada. Wisatawan tetap perlu memeriksa rekomendasi vulkanik serta ketentuan pengelola Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.
Sementara itu, Gunung Arjuno dengan ketinggian 3.339 mdpl diprakirakan bersuhu 11 derajat pada pukul 07.00. Suhu meningkat menjadi 16 derajat pada pukul 10.00 dan 22 derajat pada pukul 13.00. Hujan rintik-rintik berpotensi turun pukul 16.00 dengan suhu 21 derajat, sebelum cuaca sedikit berawan pada pukul 19.00 dan cerah kembali pukul 22.00, masing-masing dengan suhu sekitar 12 dan 11 derajat.
Gunung Welirang, berketinggian 3.156 mdpl, diprakirakan bersuhu 20 derajat pada pukul 07.00, lalu meningkat menjadi 22 derajat pada pukul 10.00 dan 24 derajat pada pukul 13.00.
Pada pukul 16.00, suhu diperkirakan mencapai 26 derajat dengan potensi hujan rintik-rintik sekitar 0,13 milimeter. Cuaca kemudian diprakirakan cerah pada pukul 19.00 dan 22.00, dengan suhu masing-masing 17 dan 16 derajat.
Adapun Gunung Kawi-Butak, dengan ketinggian 2.651 mdpl, diprakirakan bersuhu 14 derajat pada pukul 07.00. Suhu meningkat menjadi 17 derajat pada pukul 10.00 dan 20 derajat pada pukul 13.00.
Hujan rintik-rintik berpotensi turun pukul 16.00 dengan suhu 22 derajat dan curah hujan sekitar 0,39 milimeter. Cuaca kemudian sedikit berawan pada pukul 19.00 dengan suhu 12 derajat, sebelum cerah kembali pukul 22.00 dengan suhu 10 derajat.
Pendaki yang berencana menuju Arjuno, Welirang, maupun Kawi-Butak perlu memastikan status jalur dan izin pendakian kepada pengelola. Perlengkapan antiair, pakaian hangat, serta alat navigasi perlu disiapkan untuk mengantisipasi perubahan cuaca dan penurunan jarak pandang.
Gelombang Laut Berpotensi 2,5 Meter
Di kawasan pesisir, BMKG Maritim memprakirakan gelombang di perairan Malang berpotensi mencapai 2,5 meter. Informasi tersebut berlaku mulai 19 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB hingga 22 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB.
Dalam data prakiraan yang disampaikan, kondisi laut pada pukul 07.00 diperkirakan berawan, dengan suhu 26 derajat Celsius dan kelembapan 88 persen. Angin bertiup dari timur dengan kecepatan 10 knot dan hembusan hingga 16 knot.
Arus laut bergerak ke arah barat dengan kecepatan sekitar 1,84 knot. Sementara itu, tinggi gelombang berpotensi mencapai 2,5 meter, yang termasuk kategori gelombang tinggi.
Nelayan, operator perahu, wisatawan, dan masyarakat pesisir diminta memantau pembaruan informasi BMKG Maritim serta arahan otoritas setempat.
Aktivitas laut yang berisiko perlu dipertimbangkan kembali apabila kondisi angin dan gelombang tidak mendukung keselamatan.
BMKG Jawa Timur, berdasarkan informasi yang dicantumkan dalam bahan laporan, tidak menerbitkan peringatan dini cuaca aktif saat pemeriksaan dilakukan.
Namun, prospek cuaca periode 16–19 Oktober menyebut angin kencang sebagai salah satu potensi yang perlu diwaspadai di Jawa Timur.
Tidak adanya peringatan dini aktif bukan berarti seluruh aktivitas luar ruang otomatis aman. Masyarakat tetap perlu mengikuti informasi terbaru, terutama ketika beraktivitas di kawasan gunung, jalur pendakian, dan pesisir selatan Malang. (Nino Wiwantara)




